Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Roller Coaster Liverpool, dari Ganas Malah Jadi Melempem dan Kalah

Roller Coaster Liverpool, dari Ganas Malah Jadi Melempem dan Kalah
Pelatih Liverpool, Arne Slot (AFP / Yasin Akgul)
Intinya Sih
  • Liverpool kalah 1-2 dari Brighton di Amex Stadium, membuat peluang finis empat besar dan tiket Liga Champions musim depan makin menipis.
  • Arne Slot menyebut cedera Alisson Becker, Mohamed Salah, dan Hugo Ekitike sebagai faktor utama yang mengganggu keseimbangan tim sejak awal laga.
  • Kekalahan ini jadi yang ke-10 musim ini, rekor terburuk sejak 2015/16, meski Liverpool sudah belanja besar pada bursa transfer musim panas 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Performa Liverpool kembali mengalami penurunan drastis. Setelah menang secara meyakinkan atas Galatasaray di Liga Champions, Liverpool malah kalah dengan skenario memalukan.

Bertandang ke Amex Stadium, markas Brighton and Hove Albion, Sabtu (21/3/2026), Liverpool bertekuk lutut dengan skor 1-2. Brace Danny Welbeck memperkecil peluang Liverpool finis di peringkat empat, menjadi alarm bahaya dalam persaingan menuju Liga Champions musim depan.

Gak cuma itu, masa depan Arne Slot di kursi pelatih juga dipertaruhkan. Dengan performa buruk dan hasil negatif, Slot bisa saja dipecat dari jabatannya.

1. Mimpi buruk sudah muncul sejak awal laga

Slot menyatakan, apa yang terjadi di laga melawan Brighton tak lepas dari cederanya Alisson Becker, Mohamed Salah, bahkan Hugo Ekitike. Menurut Slot, situasi itu telah mengganggu keseimbangan Liverpool.

"Situasi tak nyaman muncul di awal laga. Seperti yang sudah terjadi sepanjang musim ini, ketika kami main bagus, dan bisa membawa level ke lebih tinggi, malah sejumlah pemain cedera. Mo Salah, Alisson, bahkan Hugo harus keluar meski baru dua menit," kata Slot dilansir BBC Sport.

2. Brighton lebih efektif

Meski begitu, Slot mengakui secara performa Liverpool benar-benar buruk. Pria Belanda itu merasa Brighton lebih layak menang lantaran bermain efektif di babak kedua dan tampil kokoh dalam pertahanan.

"Brighton memang lebih baik di babak kedua dan layak buat menang," ujar Slot.

3. Ironi buat Liverpool

Kekalahan dari Brighton menjadi yang ke-10 buat Liverpool. Ini merupakan rekor buruk buat The Reds karena kalah 10 kali untuk pertama kalinya sejak musim 2015/16.

Ironis, karena sebenarnya Liverpool membeli sejumlah pemain mahal di bursa transfer musim panas 2025, namun gagal meningkatkan standar permainannya.

"Masuk akal jika Anda juara dan menghabiskan 450 juta poundsterling (Rp10,1 triliun), maka ekspektasi akan tinggi dari media, pengamat, saya, dan fans. Klub masih mengevaluasi situasi dan tantangan yang kami hadapi sepanjang musim ini. Maka, kami harus realistis tentang apa yang salah. Tapi, ini masih belum cukup untuk mencari alasan yang tepat. Memang, posisi kami gak bagus," ujar Slot.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More