Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kekalahan Inter Milan sebelum Juara Serie A 2025/2026
ilustrasi pendukung Inter Milan (unsplash.com/Zach Rowlandson)
  • Inter Milan memastikan gelar juara Serie A 2025/2026 setelah menang 2-0 atas Parma pada pekan ke-35, mengumpulkan 82 poin dan tak terkejar Napoli di posisi kedua.
  • Sepanjang musim, Inter sempat menelan lima kekalahan penting, termasuk dua kali kalah dari AC Milan serta kekalahan melawan Udinese, Juventus, dan Napoli.
  • Meskipun menghadapi periode sulit, skuad asuhan Cristian Chivu menunjukkan mental juara dengan bangkit konsisten hingga akhir musim dan membuktikan diri sebagai tim terbaik di Italia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Inter Milan resmi menjadi kampiun di Serie A Italia 2025/2026. Kepastian itu didapat usai menang 2-0 atas Parma pada pekan 35. Dengan torehan 82 poin dan sisa 3 pekan, Nerazzurri tak mungkin mampu digeser oleh Napoli yang memiliki 70 poin di posisi kedua. Dalam perjalanan meraih scudetto, Inter Milan melewati rintangan yang beragam. Mereka sempat mengalami kekalahan dalam lima laga berbeda.

1. Inter Milan dipermalukan Udinese setelah menang telak pada pekan pembuka

Inter Milan membuka kiprah mereka di Serie A 2025/2026 dengan torehan istimewa, membantai Torino dengan skor 5-0 pada pekan perdana. Namun, penampilan impresif tersebut tak mampu ditunjukkan pada pekan kedua. Skuad besutan Cristian Chivu dipermalukan Udinese dengan skor 1-2 di kandang sendiri.

Nerazzurri sejatinya memulai laga dengan baik, unggul 1-0 lewat gol Denzel Dumfries pada menit 17. Namun, tim tamu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Keinan Davis pada menit 29. Arthur Atta kemudian muncul sebagai pahlawan kemenangan Udinese dengan golnya pada menit 40.

2. Inter Milan pulang dari markas Juventus tanpa poin pada pekan ketiga

Inter Milan melakoni duel sengit ketika melawat ke markas Juventus pada pekan ketiga. Nerazzurri tertinggal lebih dahulu oleh gol Lloyd Kelly pada menit 14. Setelah sempat menyamakan kedudukan lewat sepakan kaki kanan Hakan Calhanoglu pada menit 30, tim tamu kembali tertinggal pada lewat gol Kenan Yildiz 8 menit berikutnya. 

Memasuki babak kedua, Inter Milan mampu membalikkan keadaan. Gol kedua Calhanoglu (65’) disusul oleh gol Marcus Thuram (76’). Namun, Bianconeri mampu bangkit hingga menyamakan kedudukan lewat gol Khephren Thuram pada menit 82. Vasilije Adzic lalu muncul sebagai pahlawan kemenangan bagi Juventus lewat golnya pada menit 90+1. Kekalahan ini membuat Inter Milan turun ke peringkat 11.

3. Inter Milan kalah 1-3 di markas Napoli

Inter Milan tak mampu berbuat banyak saat mendatangi Napoli pada pekan 8. Selama babak pertama, mereka kebobolan sebuah gol lewat eksekusi penalti Kevin De Bruyne pada menit 33. Wasit menunjuk titik putih karena Giovanni Di Lorenzo melakukan pelanggaran di area terlarang.

Sembilan menit usai babak kedua dimulai, tim tuan rumah memperlebar keunggulan lewat gol Scott McTominay. Inter Milan sempat memperkecil ketertinggalan lewat Hakan Calhanoglu 5 menit berikutnya. Namun, Napoli pada akhirnya layak mendapat poin penuh berkat satu gol tambahan dari Frank Anguissa pada menit 66.

4. Inter Milan kalah tipis dari AC Milan pada pertemuan pertama

Inter Milan harus melakoni duel dengan rival sekota melawan AC Milan pada pekan 12. Kali ini, Nerazzurri yang bertindak sebagai tim tuan rumah. Laga ini berlangsung ketat hingga hanya ada satu gol yang tercipta. 

Rossoneri keluar sebagai pemenang lewat gol tunggal Christian Pulisic. Pemain asal Amerika Serikat itu melakukannya dengan tap-in memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Yann Sommer dari tendangan Alexis Saelemaekers pada menit 54. Inter Milan sejatinya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit 74. Sayangnya, eksekusi penalti Hakan Calhanoglu mampu diselamatkan Mike Maignan.

5. Inter Milan harus mengakui ketangguhan AC Milan pada pekan 28

Tak hanya sekali, Inter Milan takluk dalam dua pertemuan berbeda dari AC Milan di Serie A 2025/2026. Kekalahan kedua didapat pada pekan 28. Lagi-lagi, hanya ada satu gol yang tercipta dalam duel kontra rival sekota tersebut.

Kali ini, Pervis Estupinan muncul sebagai pencetak gol tunggal yang berbuah kemenangan 1-0 untuk AC Milan. Ia melakukannya dengan sepakan keras kaki kiri dari jarak dekat usai menerima umpan terobosan Youssouf Fofana pada menit 35. Laga ini juga diwarnai kartu merah yang didapat salah satu staf pelatih AC Milan, Simone Folletti, pada menit 89.

Meski sempat melewati fase sulit dengan beberapa kekalahan, Inter Milan mampu menunjukkan mental juara dengan bangkit dan menjaga konsistensi hingga akhir musim. Ketangguhan serta kedalaman skuad menjadi kunci utama Nerazzurri dalam mengatasi berbagai rintangan yang menghadang. Pada akhirnya, keberhasilan meraih scudetto menjadi bukti bahwa mereka adalah tim paling layak menjadi yang terbaik di Serie A 2025/2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team