Inter Milan berpeluang mengunci gelar juara Serie A Italia 2025/2026 pada pekan 35. Syarat utamanya, mereka harus meraih kemenangan dalam laga kandang menghadapi Parma. Duel di Giuseppe Meazza itu akan berlangsung pada Senin (4/5/2026) pukul 01.45 WIB.
3 Kekalahan Kandang Inter Milan dari Parma sebelum 2026

- Inter Milan berpeluang mengunci gelar Serie A 2025/2026 jika menang atas Parma di Giuseppe Meazza pada pekan ke-35.
- Dari 34 laga kandang melawan Parma, Inter Milan hanya kalah tiga kali, masing-masing pada 1999 (Coppa Italia dan Serie A) serta 2018.
- Tiga kekalahan itu terjadi lewat hasil 0-2, 1-3, dan 0-1, dengan gol penentu terakhir dicetak Federico Dimarco yang saat itu dipinjamkan dari Inter ke Parma.
Jika menilik sejarah pertemuan, Inter Milan mampu tampil dominan dalam laga kandang menghadapi Parma. Nerazzurri hanya kalah 3 kali dari total 34 laga. Berikut tiga kekalahan tersebut yang seluruhnya terjadi sebelum 2026.
1. Inter Milan takluk 0-2 di Coppa Italia 1998/1999
Inter Milan merasakan kekalahan pertama saat menjamu Parma pada 17 Februari 1999. Nerazzurri yang kala itu ditangani Mircea Lucescu harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 0-2 dalam duel yang menjadi bagian dari leg pertama semifinal Coppa Italia 1998/1999. Parma lantas lolos ke fase berikutnya dengan keunggulan agregat 4-1, menang 2-1 pada pertemuan kedua.
Duel tersebut berlangsung ketat sejak awal. Gol pertama Parma baru tercipta pada menit 76, lewat sepakan kaki kanan Juan Sebastian Veron. Semenit berikutnya, petaka menghampiri Nerazzurri karena harus kehilangan tiga pemain sekaligus, Javier Zanetri, Francesco Colonnese, dan Giuseppe Bergomi karena terkena kartu merah. Dengan keunggulan jumlah pemain, Parma menambah satu gol lewat tandukan kepala Abel Balbo pada menit 86.
2. Inter Milan kalah 1-3 di Serie A 1998/1999
Belum genap 3 bulan usai menerima kekalahan pertama, Inter Milan kembali takluk saat menjamu Parma. Kali ini, keduanya bertemu di Giuseppe Meazza untuk melakoni pekan 32 Serie A 1998/1999. Nerazzurri gagal meraih satu poin pun usai skor 1-3 bertahan hingga akhir laga. Pada pertemuan ini, terdapat lima pemain tuan rumah yang terkena kartu kuning, termasuk Javier Zanetti. Di sisi lain, hanya Fabio Cannavaro yang menerima kartu kuning di skuad Parma.
Inter Milan sejatinya memulai laga dengan baik. Mereka unggul 1-0 lewat aksi Ronaldo Nazario pada menit 25 yang sekaligus menjadi satu-satunya gol pada babak pertama. Namun, mereka tak mampu bertahan dengan baik pada awal babak kedua hingga tim tamu berbalik unggul lewat aksi Mario Stanic (47’) dan Faustino Asprilla (49’). Diego Fuser membuat tim tamu unggul lebih jauh dengan golnya pada menit 62. Ronaldo memiliki peluang untuk memperkecil ketertinggalan Inter Milan pada menit 80. Namun, ia gagal melakukannya dari titik penalti.
3. Inter Milan takluk karena gol Federico Dimarco pada 2018
Kekalahan ketiga Inter Milan saat menjamu Parma terjadi pada 15 September 2018. Dalam duel yang menjadi bagian dari pekan 4 Serie A 2018/2019 tersebut, lini serang Nerazzurri yang dihuni Ivan Perisic, Keita Balde, dan Antonio Candreva gagal memecah kebuntuan di lini pertahanan Parma. Sementara itu, tim tamu menutup duel dengan keunggulan tipis 1-0. Menariknya, satu-satunya gol itu dicetak oleh Federico Dimarco yang berstatus sebagai pemain pinjaman dari Inter Milan.
Dimarco membobol gawang klub pemiliknya dengan cara yang tak mudah pada menit 79. Setelah memenangi duel di sektor tengah, ia memanfaatkan kecepatannya dan melewati satu pemain lawan. Setelah itu, Dimarco melepaskan sepakan keras kaki kiri yang meluncur deras ke sisi kiri gawang, sementara Samir Handanovic tak berkutik untuk melakukan penyelamatan.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Parma bukan lawan yang bisa diremehkan saat bertandang ke markas Inter Milan. Meski demikian, situasi saat ini tetap menempatkan Nerazzurri sebagai favorit berkat performa konsisten sepanjang musim serta peluang besar mengunci gelar di depan pendukung sendiri. Apabila mampu memaksimalkan kesempatan itu, Inter Milan berpeluang menutup laga dengan kemenangan dan memastikan diri menjadi juara Serie A 2025/2026.

















