Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
 4 Kekalahan Olympiacos Piraeus di UCL 2025/2026 per 20 Februari 2026
ilustrasi pertandingan sepak bola (unsplash.com/Mario Klassen)
  • Olympiacos Piraeus mencatat empat kekalahan di Liga Champions 2025/2026, termasuk hasil terbaru 0-2 dari Bayer Leverkusen pada leg pertama playoff babak 16 besar.
  • Sebelumnya, tim asal Yunani itu juga tumbang dari Arsenal, Barcelona, dan Real Madrid dengan skor yang cukup telak di fase grup kompetisi tersebut.
  • Kekalahan dari Leverkusen memutus tren positif tiga kemenangan beruntun Olympiacos, namun mereka masih punya peluang membalas di leg kedua pada 25 Februari 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Olympiacos Piraeus menelan pil pahit saat menantang Bayer Leverkusen pada leg pertama playoff babak 16 besar Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026. Mereka takluk dengan skor 0-2. Kekalahan ini menjadi yang keempat selama mengarungi UCL 2025/2026. Sebelum itu, tim asal Yunani ini sudah pernah tersungkur saat berhadapan dengan Arsenal, Barcelona, dan Real Madrid. Hasil buruk atas Bayer Leverkusen juga menjadi misi balas dendam bagi anak didik Kasper Hjulmand serta memutus tiga kemenangan beruntun Panagiotis Retsos dkk di UCL 2025/2026. Kendati begitu, mereka masih memiliki kesempatan terakhir untuk melakoni leg kedua yang akan berlangsung pada 25 Februari 2026. Seperti apa ulasan lengkapnya? Yuk, baca artikel berikut!

1. Tidak mampu menyarangkan gol saat bermain di kandang Arsenal

Olympiacos Piraeus menerima kekalahan perdana saat bertandang ke Arsenal Stadium pada pertandingan kedua UCL 2025/2026. Mereka kemasukan dua gol yang dicatatkan oleh Gabriel Martinelli dan Bukayo Saka. Ini mengecewakan karena mereka tidak mengemas satu gol pun.

Menariknya, Olympiacos Piraeus pernah memiliki catatan positif saat berhasil menundukkan Arsenal di UCL 2015/2016. Mereka saat itu membawa pulang poin penuh usai menang lewat skor 2-3. Itu menjadi kemenangan terakhir yang diperoleh saat melawan The Gunners di UCL.

2. Olympiacos kemasukan hingga setengah lusin gol saat bertemu Barcelona

Olympiacos Piraeus gagal meraih poin saat berjumpa Barcelona pada pertandingan ketiga UCL 2025/2026. Kekalahan itu sangat menyakitkan karena harus berakhir dengan skor mencolok 6-1. Hasil ini masih menjadi kekalahan paling besar mereka selama berlaga di UCL 2025/2026.

Olympiacos Piraeus menampilkan penampilan yang buruk pada pertandingan tersebut. Ini terlihat dari hanya mencatatkan 31 persen penguasaan bola dan 4 total percobaan ke gawang Wojciech Szczesny. Bahkan, salah satu pemain mereka keluar lebih cepat karena kartu merah.

3. Real Madrid sukses menambah penderitaan dengan memperpanjang tren kekalahan

Olympiacos Piraeus belum dapat menghentikan tren buruk dengan kembali harus menyerah saat bertemu Real Madrid. Ini terjadi saat kedua tim bentrok pada pertandingan kelima UCL 2025/2026. Tim asuhan Jose Luis Mendilibar harus mengakui kekalahan dengan skor tipis 3-4.

Kekalahan itu menambah penderitaan Olympiacos Piraeus yang belum memetik kemenangan pada lima pertandingan perdana UCL 2025/2026. Uniknya, mereka dua kali kalah dari tim asal LaLiga Spanyol. Namun, di sisi lain, kekalahan itu menjadi pemantik untuk bangkit setelahnya.

4. Gagal mengulang kemenangan saat kembali menjajal kekuatan Bayer Leverkusen

Olympiacos Piraeus gagal mengulang raihan tiga poin saat berjumpa Bayer Leverkusen pada leg pertama playoff babak 16 besar UCL 2025/2026. Mereka pulang tanpa poin usai takluk dengan dua gol tanpa balas. Patrik Schick menjadi bintang karena sukses menorehkan dua gol.

Sebelum pertemuan itu, Olympiacos Piraeus pernah mempecundangi Bayer Leverkusen pada pertandingan ketujuh UCL 2025/2026. Kemenangan itu diperoleh usai menutup pertandingan dengan skor 2-0. Hasil itu sangat memuaskan karena dicatat saat bermain di kandang sendiri.

Olympiacos Piraeus belum menunjukkan penampilan yang konsisten hingga leg pertama playoff babak 16 besar UCL 2025/2026. Mereka harus tertunduk lesu di hadapan Bayer Leverkusen setelah sempat tidak terkalahkan pada tiga pertandingan beruntun. Namun, kekalahan ini tidak serta-merta mengakhiri langkah mereka, sebab masih ada peluang pada leg kedua. Apakah mereka bakal dapat membalikkan keadaan? Menarik untuk disaksikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team