Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi stadion Chelsea, Stamford Bridge
ilustrasi stadion Chelsea, Stamford Bridge (unsplash.com/umbyandri)

Chelsea akan menjamu Arsenal di Stamford Bridge pada Minggu (30/11/2025) untuk melakoni pekan ke-13 English Premier League (EPL) 2025/2026. Status sebagai tuan rumah tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi skuad asuhan Enzo Maresca untuk menghadapi sang lawan yang memang tengah berada dalam tren impresif. Sayangnya, rekor kandang mereka ketika berhadapan dengan sang rival sekota justru berpotensi menurunkan motivasi.

The Blues tidak pernah meraih hasil positif dalam enam kesempatan terakhir. Hasil terbaik mereka hanyalah tiga keimbangan. Sisanya, Chelsea menelan 3 kekalahan dengan kebobolan hingga 6 kali dan cuma mampu mencetak 2 gol. Kemenangan kandang terakhir Chelsea atas Arsenal terjadi pada 18 Agustus 2018 ketika mereka memulangkan sang lawan ke London Utara dengan skor 3-2. Banyak hal menarik terjadi dalam pertandingan tersebut. Lantas, seperti apa detailnya?

1. Duel dua pelatih anyar

Pertemuan antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge pada 18 Agustus 2018 bisa disebut sebagai final kepagian. Sebab, duel dua raksasa ini memang terjadi ketika Premier League baru 2018/2019 baru berlangsung selama sepekan. Keduanya meraih hasil yang berbeda pada partai pembuka. Chelsea berhasil menang tandang atas Huddersfield Town dengan skor 3-0, sedangkan Arsenal takluk 0-2 di kandang dari Manchester City.

Bagi Chelsea, pertandingan melawan Arsenal juga sekaligus menjadi laga kandang pertama untuk pelatih anyarnya, Maurizio Sarri. Arsitek asal Italia itu memang baru ditunjuk untuk menggantikan rekan sekompatriot, Antonio Conte. Tidak hanya Chelsea, Arsenal juga dipimpin juru taktik baru pada 2018/2019. Unai Emery datang untuk mengisi kekosongan yang ada usai Arsene Wenger memutuskan mundur setelah menukangi tim sejak 1996.

2. Chelsea langsung unggul dua gol melalui kombinasi kuartet pemain Spanyol

Pertandingan antara Chelsea kontra Arsenal di Stamford Bridge pada 18 Agustus 2018 resmi kick off pada pukul 17.30 waktu setempat. Ini merupakan laga penutup dari serangkaian jadwal yang terlaksana pada Sabtu itu. Kedua tim langsung bermain terbuka. Namun, tuan rumah lebih klinis sehingga mampu mencetak dua gol hanya dalam jangka waktu 20 menit. Menariknya, seluruh gol Chelsea tersebut tercipta lewat kombinasi empat pemain Spanyol.

Chelsea membuka papan skor melalui Pedro ketika pertandingan baru berjalan 9 menit. Winger lincah tersebut menuntaskan umpan tarik dari Marcos Alonso di sisi kiri. Sebelas menit berselang, Chelsea menambah keunggulannya dari arah berlawanan. Umpan panjang Cesar Azpilicueta berhasil dituntaskan Alvaro Morata. Sebelum melakukan penyelesaian akhir, Morata terlebih dahulu menaklukkan Shkodran Mustafi dalam duel 1 lawan 1.

3. Arsenal bisa menyamakan kedudukan setelah sempat membuang-buang peluang

Arsenal sebetulnya tidak tertekan meski Chelsea bisa unggul dua gol. Mereka bahkan mampu menciptakan sepasang peluang emas. Sayangnya, penyelesaian akhir Pierre-Emerick Aubameyang dan Henrikh Mkhitaryan mengecewakan. Keduanya menerima umpan tarik dari Hector Bellerin dan Alex Iwobi di depan gawang. Namun, sepakan first time mereka secara mengejutkan begitu meninggi. Setelah serangkaian kegagalan tersebut, Arsenal akhirnya mampu menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai.

Mkhitaryan memangkas ketertinggalan pada menit 37. Gol berawal dari aksi individu Iwobi di sisi kiri. Ia melepaskan umpan tarik, tetapi terbentur kaki Azpilicueta. Mkhitaryan pun menerima bola liar tepat di depan kotak penalti. Ia langsung menghajarnya dengan kaki kiri dan si kulit bundar menembus sisi kanan bawah gawang yang dijaga Kepa Arrizabalaga. Empat menit berselang, giliran Mkhitaryan yang memberikan assist bagi Iwobi. Umpan tarik mendatar kencang dari Mkhitaryan di kanan bisa diselesaikan lewat satu sentuhan oleh Iwobi.

4. Marcos Alonso mencetak gol kemenangan Chelsea setelah menerima umpan dari Eden Hazard yang bermain sebagai pengganti

Chelsea akhirnya mendapatkan gol kemenangan ketika pertandingan memasuki menit 81. Marcos Alonso keluar sebagai pahlawan. Ia menuntaskan umpan dari Eden Hazard. Nama terakhir layak mendapat apresiasi lebih karena pergerakannya di sisi kiri yang memungkinkan gol ini tercipta. Hazard menerima bola dari Alonso dan mendekat ke kotak penalti setelah melewati Alexandre Lacazette. Umpan tarik dari Hazard begitu berkualitas karena bisa tiba di kaki Alonso dengan bergulir di antara para pemain Arsenal.

Sebagai catatan, Hazard sendiri bermain sebagai pengganti pada laga ini, seperti halnya pertandingan sebelumnya ketika menang 3-0 atas Huddersfield. Padahal, ia merupakan top skor Chelsea pada musim sebelumnya dengan 17 gol dan baru saja membawa Belgia berakhir di posisi ketiga di Piala Dunia 2018. Sepanjang bursa trasnfer musim panas 2018, masa depan Hazard di Chelsea memang tidak menentu. Ia dirumorkan kencang bakal bergabung dengan Real Madrid yang pada akhirnya terjadi setahun berselang.

Setelah laga di atas, Chelsea bukan tanpa kemenangan saat melawan Arsenal. Mereka 3 kali mengalahkan The Gunners dari 15 pertandingan. Namun, semuanya memang tidak terjadi di Stamford Bridge. Pada Minggu (30/11/2025), mereka akan kembali berjuang untuk memutus rekor negatif ini. Kemenangan bahkan bukan hanya akan mengakhirinya, melainkan juga menjaga peluang mereka untuk menjuarai English Premier League 2025/2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy