Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketika Diego Maradona Menyihir Inggris di Piala Dunia 1986
ilustrasi mural Diego Maradona (unsplash.com/jacktthunter)
  • Diego Maradona mencetak gol kontroversial 'Tangan Tuhan' saat Argentina menyingkirkan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986, yang kemudian menjadi simbol kebanggaan dan balas dendam simbolis bagi Argentina.
  • Empat menit setelah gol pertama, Maradona mencetak 'Goal of the Century' lewat solo run sejauh 68 meter, mengalahkan beberapa pemain Inggris dan dinobatkan FIFA sebagai gol terbaik abad ke-20.
  • Argentina melaju hingga juara Piala Dunia 1986 usai menaklukkan Belgia di semifinal dan Jerman Barat di final, dengan Maradona berperan besar dalam perjalanan bersejarah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Argentina dan Inggris punya rivalitas yang menarik di sepak bola. Kendati berbeda benua, kedua negara kerap bertemu di Piala Dunia. Tercatat, sudah lima kali kedua tim bentrok. Terbaru, Argentina dan Inggris akan bersua untuk keenam kalinya pada semifinal Piala Dunia 2026. 

Duel tersebut bisa dibilang banyak dinanti. Ini tidak terlepas dari banyaknya momen bersejarah yang tercipta dalam pertemuan kedua tim sebelumnya. Salah satu yang ikonis adalah penampilan Diego Maradona bersama Argentina yang menyihir Inggris di Piala Dunia 1986.

1. Terciptanya gol Tangan Tuhan dari Diego Maradona

Hand of God menjadi istilah yang melekat kepada Diego Maradona. Gol kontroversial ini tercipta ketika Argentina berhadapan dengan Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986. Gol ini terjadi pada menit 51 ketika Maradona mendapatkan bola liar di depan gawang. Maradona lalu melompat dan menyentuh bola dengan tangan kiri di depan kepalanya. Situasi yang samar ini membuatnya tampak seperti gol sundulan. Meski memicu perdebatan, wasit tetap mengesahkan gol Maradona.

Penamaan gol tersebut sejatinya bukan dari media, melainkan berdasarkan ungkapan Maradona sendiri. Setelah gol tersebut, Maradona menuturkan, golnya sedikit mengenai kepalanya dan sedikit mendapatkan bantuan dari tangan Tuhan. Istilah tersebut lalu menyebar dan ikonis hingga saat ini. Maradona mampu menunjukkan magisnya untuk membobol gawang Inggris. Momen tersebut bukan sekadar gol, melainkan simbol tersendiri bagi Argentina. 

Maradona menjelaskan, golnya sebagai balas dendam simbolisnya kepada Inggris. Ini terkait situasi geopolitik setelah kekalahan Argentina dari Britania Raya dalam Perang Falklands pada 1982. Maka dari itu, pertemuan Argentina dan Inggris di Piala Dunia itu bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan juga simbol ketegangan di antara kedua negara di luar itu sehingga membuat pertarungan panas selalu tersaji ketika bertemu.

2. Aksi solo run Diego Maradona terpilih sebagai Goal of the Century

Diego Maradona tidak hanya menciptakan sejarah kontroversial pada laga kontra Inggris di Piala Dunia 1986. Ia juga mengukir sejarah manis melalui gol solonya yang membawa Argentina memimpin 2-0. Gol ini tercipta 4 menit setelah Hand of God

Aksi Maradona menggiring bola dari lini pertahanan Argentina menuai decak kagum. Dikawal dua pemain Inggris, Peter Beardsley dan Peter Reid, Maradona mengecoh dengan berputar hingga berhasil lepas. Ia merangsek ke pertahanan Inggris dengan kecepatan larinya. 

Maradona lalu melewati Terry Butcher dan Terry Fenwick di depan kotak penalti. Ketika berhadapan dengan kiper Inggris, Peter Shilton, ia membelokkan bola lalu melepaskan tembakan berbuah gol sembari menjatuhkan diri karena sempat berduel dengan pemain Inggris. Setidaknya, Maradona berlari sejauh 68 meter untuk membobol gawang Inggris. 

FIFA kemudian menetapkan gol Maradona tersebut sebagai Goal of the Century. Jelang bergulirnya Piala Dunia 2002, FIFA membuka voting untuk menentukan gol terbaik abad ke-20. Gol tersebut mendapatkan hasil voting sejumlah 18.062 dari penggemar sepak bola di seluruh dunia. Gol Maradona ini mengalahkan gol Michael Owen untuk Inggris di Piala Dunia 1998 dengan perolehan 10.631 suara dan gol Pele bersama Brasil di Piala Dunia 1970 dengan 9.880 suara.

3. Argentina menyingkirkan Inggris dan sukses keluar sebagai juara Piala Dunia 1986

Diego Maradona bak menyihir Inggris berkat dua gol sensasional pada perempat final Piala Dunia 1986. Inggris sejatinya sempat membalas melalui gol Gary Lineker jelang bubaran. Namun, Argentina mampu mempertahankan kemenangan 2-1 untuk melaju ke semifinal. 

Bagi Argentina, Piala Dunia 1986 menjadi momen bersejarah. Setelah mendepak Inggris, mereka mengalahkan Belgia 2-0 pada semifinal. Pada partai final, Argentina susah payah menekuk Jerman Barat dengan skor 3-2. Mereka sukses menjuarai Piala Dunia 1986. 

Argentina keluar sebagai juara pada 1986 untuk merengkuh titel keduanya. Keberhasilan Argentina menjadi pemenang tersebut tidak terlepas dari peran vital Diego Maradona. Sang pemain bukan hanya mengangkat trofi, melainkan juga besar dalam perjalanannya menciptakan momen bersejarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article