Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pemain Maroko di Piala Dunia 2026 yang lahir di Belanda

3 Pemain Maroko di Piala Dunia 2026 yang lahir di Belanda
ilustrasi pemain sepak bola (unsplash.com/concoyne)
Intinya Sih
  • Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti di 32 besar Piala Dunia 2026, laga yang spesial bagi tiga pemainnya yang lahir di Belanda.
  • Noussair Mazraoui, Sofyan Amrabat, dan Anass Salah-Eddine sama-sama memilih membela Maroko meski sempat mendapat tawaran dari timnas Belanda.
  • Ketiganya berkontribusi berbeda di turnamen: Mazraoui tampil penuh, Amrabat lebih sering cadangan, dan Salah-Eddine baru memperkuat Maroko sejak 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Moroko gugur di Piala Dunia pada perempat final usai menyerah 0-2 dari Prancis. Salah satu tim yang mereka kalahkan pada edisi kali ini adalah Belanda. Maroko menaklukkan Belanda pada 32 besar melalui adu penalti. Saat itu, pertandingan tersebut terasa lebih istimewa bagi tiga pemain Maroko. Sebab, ketiganya lahir di Belanda.

1. Noussair Mazraoui lahir di Leiderdorp

Noussair Mazraoui bermain penuh selama 120 menit saat Maroko mengalahkan Belanda pada 32 besar Piala Dunia 2026 lewat adu penalti. Namu, bek sayap ini tidak bertugas sebagai eksekutor pada babak tos-tosan. Mazraoui sendiri lahir di Belanda pada 14 November 1997, tepatnya di Leiderdorp. Orangtuanya sudah menetap di situ sejak bermigrasi dari Maroko pada 1980-an.

Mazraoui mulai membela Timnas Maroko senior pada 2018. Sebelumnya, ia sudah rutin memperkuat mereka dari level U-20. Namun, Belanda sebetulnya sempat mengajak Mazraoui untuk bergabung. Mereka bahkan membujukanya langsung melalui pelatihnya pada saat itu, Ronald Koeman. Namun, Mazraoui pada akhirnya menjatuhkan hatinya kepada Maroko.

Ketika momen perebutan tersebut terjadi, Mazraoui memang tengah tampil apik bersama Ajax Amsterdam. Ia kemudian pindah ke Bayern Muenchen pada 2022 dan menetap di Manchester United mulai 2024 sampai sekarang. Hingga perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir, penggawa setinggi 1,83 meter ini total sudah membela Maroko 51 kali dan mencetak 2 gol.

2. Sofyan Amrabat lahir di Huizen

Peran Sofyan Amrabat di Piala Dunia 2026 tidak sekrusial seperti pada edisi sebelumnya. Di Piala Dunia 2022, gelandang bertahan ini tidak tergantikan sama sekali dalam tujuh pertandingan yang mereka jalani sampai kalah dari Kroasia pada partai perebutan tempat ketiga. Sementara, di Piala Dunia 2022, ia hanya tampil 3 kali dari 6 laga. Kemunculan Ayyoub Bouaddi yang membuatnya terlempar.

Sebelum Piala Dunia 2026, Amrabat memang menjadi pilar andalan di lini tengah Maroko sejak memilih membela mereka pada 2017. Kala itu, penggawa setinggi 1,85 meter ini sempat mendapat undangan untuk memperkuat Belanda. Ia bahkan pernah bermain untuk tim U-15 mereka. Namun, Sofyan memutuskan untuk mengikuti langkah sang kakak, Nordin, yang juga menjatuhkan hati kepada Maroko.

Sofyan dan Nordin memang sama-sama lahir di Belanda, tetapi di kota yang berbeda. Nordin di Naarden pada 31 Maret 1989, sedangkan Sofyan di Huizen pada 21 Agusutus 1996. Hingga Piala Dunia 2026 selesai, Sofyan total sudah membela Maroko 78 kali. Sementara, sang kakak yang berposisi winger memiliki 64 caps. Sebelum 2022 dan 2026, Sofyan juga bermain di Piala Dunia pada 2018. Saat itu, ia berbagi ruang ganti dengan sang kakak.

3. Anass Salah-Eddine lahir di Amsterdam

Satu pemain lain di skuad Maroko di Piala Dunia 2026 yang lahir di Belanda adalah Anass Salah-Eddine. Bek kiri ini lahir di Amsterdam pada 18 Januari 2002. Salah-Eddine tampil sebagai pengganti saat Maroko menang lewat adu penalti atas Belanda pada 32 besar Piala Dunia 2026. Ia menggantikan Chadi Riad pada menit 75.

Salah-Eddine total bermain 4 kali dari 6 pertandingan yang dijalani Maroko di Piala Dunia 2026. Ini membuat total caps penggawa setinggi 1,81 meter tersebut bertambah menjadi 13. Salah-Eddine memang terhitung baru bergabung dengan Maroko. Ia mulai resmi memperkuat mereka pada jeda internasional November 2025.

Sebelumnya, Salah-Eddine merupakan langganan Timnas Belanda di level junior. Ia bermain untuk mereka dari tingkat U-15, U-16, U-17, U-18, hingga U-21. Namun, pemain yang kini tercatat sebagai aset AS Roma ini memilih untuk membela Maroko karena kesempatan bermain di Piala Dunia 2026 serta proyek jangka panjang yang lebih terjamin.

Noussair Mazraoui dan Anass Salah-Eddine merasakan bermain melawan negara kelahirannya di Piala Dunia 2026. Sofyan Amrabat juga mencicipi atmosfer yang sama meski memang hanya duduk di bangku cadangan. Makin istimewa, mereka meraih kemenangan. Hasil tersebut setidaknya memvalidasi keputusan untuk membela Maroko dibanding Belanda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More