Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Old Trafford, Manchester United
fasad Old Trafford, kandang Manchester United (unsplash.com/Nat Callaghan)

Intinya sih...

  • Edinson Cavani pindah ke Manchester United setelah meninggalkan Paris Saint-Germain secara gratis pada 5 Oktober 2020.

  • Capaian terbaiknya adalah mencetak 10 gol dan 3 assist di English Premier League (EPL) 2020/2021 serta membantu The Red Devils menjadi finalis Liga Europa 2020/2021.

  • Cavani sering cedera dan absen dalam banyak pertandingan, melewatkan total 41 laga hanya untuk penanganan cederanya selama bersama Manchester United.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Edinson Cavani resmi mengumumkan dirinya gantung sepatu sebagai pesepak bola. Ia menjadikan Boca Juniors sebagai klub terakhir dalam karier profesionalnya. Namun, sebelum menjadi bagian dari klub asal Argentina tersebut, ia pernah menjalani petualangan di Inggris bersama Manchester United. Ia saat itu berstatus sebagai pemain The Red Devils pada 2020 hingga 2022.

Kendati tidak mempersembahkan gelar juara, ia bermain cukup baik dengan mencetak banyak gol, bahkan hingga menjadikan pemain asal Uruguay tersubur di Old Trafford. Namun, ia juga tidak terlepas dari badai cedera yang membuatnya banyak menepi dari lapangan. Lalu, seperti apa kiprah striker yang mendapat julukan El Matador tersebut selama di Manchester United?

1. Awal mula resmi pindah ke Manchester United

Edinson Cavani melanjutkan karier bersama Manchester United setelah memilih untuk tidak bertahan lebih lama di Paris Saint-Germain. Ia mendarat di Old Trafford secara gratis pada 5 Oktober 2020. Ini adalah petualangan barunya setelah bermain di Prancis, Italia, dan Uruguay.

Edinson Cavani menjadi anak asuh dua pelatih berbeda selama membela Manchester United, yakni Ole Gunnar Solskjaer dan Ralf Rangnick. Namun, kariernya tidak berjalan mulus karena sering cedera dan jarang menjadi pilihan utama. Ia memilih hengkang ke Valencia pada 2022.

2. Capaian terbaik selama berada di Old Trafford

Edinson Cavani memulai musim debut bersama Manchester United dengan positif. Ini terlihat dari torehan 10 gol dan 3 assist di English Premier League (EPL) 2020/2021. Selain itu, ia juga tampil menjanjikan dengan sanggup mencatatkan 6 gol dan 3 assist di Liga Europa 2020/2021.

Sayangnya, penampilan impresif tersebut tidak membuahkan gelar juara. Capaian terbaiknya saat membantu The Red Devils menjadi finalis Liga Europa 2020/2021. Edinson Cavani juga hanya dapat mengantarkan Manchester United untuk finis di peringkat kedua EPL 2020/2021.

3. Banyak menghabiskan waktu berada di ruang perawatan

Edinson Cavani tidak menjalani musim yang sempurna bersama Manchester United. Pasalnya, pemain kelahiran Salto, Uruguay, tersebut banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan. Ia pernah menepi pada empat laga awal Liga Europa 2020/2021 karena memar tulang kering.

Masalah kembali muncul dan membuatnya sering absen pada musim selanjutnya di EPL 2021/2022. Bahkan, ia saat itu juga mengalami iritasi tendon, cedera pangkal paha, dan betis. Edinson Cavani secara keseluruhan melewatkan 41 laga hanya untuk penanganan cederanya.

4. Edinson Cavani melewati statistik gol Diego Forlan

Edinson Cavani bukanlah pemain Uruguay pertama yang pernah bermain dengan Manchester United. Sebelumnya, sudah ada Diego Forlan yang menjadi anak didik Sir Alex Ferguson pada 2002—2004. Keberhasilan menyertai kariernya dengan koleksi trofi seperti, EPL dan FA Cup.

Prestasi gemilang itu tidak dimiliki oleh Edinson Cavani selama membela Manchester United. Namun, ia tampil lebih tajam dengan dapat menyarangkan 19 gol dari 59 laga. Sementara itu, Diego Forlan tidak begitu produktif dengan catatkan 17 gol dari 98 laga selama di Old Trafford.

Edinson Cavani merupakan salah satu striker haus gol dalam sejarah sepak bola yang memiliki insting sangat tajam membobol gawang lawan. Ini sudah terbukti saat masih bermain dengan Manchester United maupun tim-tim sebelumnya, seperti Paris Saint-Germain, Napoli, dan Palermo. Pemain yang saat ini berusia 38 tahun tersebut menjadi figur percontohan bagi para pemain muda untuk dapat menjadi striker produktif dan konsisten dalam mencetak gol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team