Performa Luar Biasa Edinson Cavani Selama 3 Musim Berseragam Napoli

- Edinson Cavani tampil mentereng sebagai pemain pinjaman dari Palermo
- Gelar top skor pertama bagi Edinson Cavani
- Menutup musim terakhir di Napoli dengan gelar Capocannoniere
Edinson Cavani resmi pensiun pada 29 Desember 2025 saat menjabat sebagai kapten Boca Juniors. Mantan penyerang andalan Timnas Uruguay ini mengakhiri karier profesionalnya pada usia 38 tahun setelah 19,5 tahun (2006–2025) bermain. Sepanjang periode tersebut, Cavani tercatat membela tujuh klub, yakni Danubio FC, Palermo, Napoli, Paris Saint-Germain, Manchester United, Valencia, dan Boca Juniors.
Di antara semua klub yang pernah ia bela, Napoli menjadi salah satu yang paling membekas. Cavani menghabiskan 3 musim (2010–2013) bersama klub Italia tersebut dengan performa yang sangat impresif. Dari sanalah namanya semakin melambung dan dikenal luas oleh penggemar sepak bola.
1. Edinson Cavani tampil mentereng sebagai pemain pinjaman dari Palermo
Edinson Cavani menarik perhatian manajemen Napoli karena penampilan impresifnya di Palermo. Ia tampil tajam dengan torehan 35 gol dalam 2 musim sebelumnya (2008–2010). Ketertarikan Napoli semakin kuat kala pemain berjuluk El Matador itu tampil mentereng bersama Timnas Uruguay di Piala Dunia 2010.
Dengan dorongan dari Walter Mazzarri selaku pelatih, Napoli pun mendatangkan Cavani pada musim panas 2010. Namun, ia datang sebagai pemain pinjaman terlebih dahulu. Ia diplot sebagai pengganti Fabio Quagliarella yang pindah ke Juventus.
Hebatnya, Cavani langsung nyetel dengan Ezequiel Lavezzi dan Marek Hamsik pada musim pertama di Napoli (2010/2011). Cavani hadir sebagai ancaman baru di lini serang Napoli dengan mencatatkan 33 gol dan 7 assist dari 47 laga. Karena ketajamannya, trio itu mendapat julukan sebagai Tre Tenori.
2. Gelar top skor pertama bagi Edinson Cavani
Penampilan yang memuaskan pada masa pinjaman membuat Napoli cepat-cepat menebus Edinson Cavani dari Palermo. Ia pun dibeli seharga 12 juta euro (Rp208,5 miliar) pada musim panas 2011. Angka tersebut sebetulnya terlalu murah bagi sang penyerang, mengingat kualitas dan ketajamannya yang semakin meningkat.
Namun, pada musim keduanya (2011/2012) berseragam Napoli, produktivitas Cavani dalam hal assist sedikit menurun. Ia mencatatkan 33 gol dan 3 assist dari 48 laga. Akan tetapi, itu tidak terlalu berpengaruh karena tugas utama Cavani adalah mencetak gol.
Pada 2011/2012, Napoli meraih gelar juara Coppa Italia. Cavani memiliki peran besar dalam keberhasilan tesebut dengan menyumbang lima gol. Torehan tersebut membuatnya dinobatkan sebagai top skor Coppa Italia 2011/2012. Penghargaan itu merupakan gelar top skor pertama dalam kariernya.
3. Menutup musim terakhir di Napoli dengan gelar Capocannoniere
Performa Edinson Cavani kembali meningkat pada 2012/2013. Mantan penyerang Timnas Uruguay itu berhasil 38 gol dan 4 assist dari 43 laga. Catatan tersebut sudah termasuk torehan 29 gol di Serie A Italia. Jumlah gol tersebut membuatnya dinobatkan sebagai Capocannoniere atau top skor Serie A 2012/2013.
Penampilan luar biasa dan etos kerjanya menarik minat banyak klub besar pada musim panas 2013. Setelah melalui negosiasi yang panjang, Paris Saint-Germain (PSG) pun mendapatkan Cavani dari Napoli pada 16 Juli 2013. Uang sebesar 64,5 juta euro (Rp1,26 triliun) membuat Napoli harus merelakan salah satu pemain terbaiknya pergi.
Meski hanya mengabdi selama 3 musim (2010–2013), kiprah Edinson Cavani di Napoli cukup membekas. Sebab, ia adalah idola besar tifosi Napoli dan menjadi salah satu sosok di balik awal kebangkitan tim asal Naples tersebut. Secara keseluruhan, ia menorehkan 104 gol dan 4 assist dari 138 laga untuk tim ini.


















