Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Klub yang Mencetak 2 Gol dalam 6 Menit Pertama Laga Fase Gugur UCL
ilustrasi bola berlogo Liga Champions Eropa (unsplash.com/dreamyframing)

Beragam rekor tersaji dalam sejarah fase gugur Liga Champions Eropa (UCL). Salah satunya adalah rekor menorehkan 2 gol dalam 6 menit pertama pertandingan. Dalam sejarah UCL, hanya ada tiga tim yang mampu menorehkan catatan apik tersebut.

Berikut tiga klub yang mencetak 2 gol dalam 6 menit pertama laga pada fase gugur UCL.

1. Valencia mencetak dua gol cepat kala menghadapi Lazio pada menit ke-2 dan 4

Valencia menghadapi Lazio pada perempat final Liga Champions 1999/2000. Klub berjuluk Los Ches itu bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu pada leg pertama. Pelatih Valencia kala itu, Hector Cuper, memainkan para pemain terbaiknya, seperti Claudio Lopez, Juan Sanchez, dan Miguel Angel Angulo. Sementara itu, pelatih Lazio ketika itu, Sven-Goran Eriksson menurunkan Simone Inzaghi, Juan Sebastian Veron, Pavel Nedved, dan Diego Simeone.

Valencia unggul cepat ketika pertandingan belum sampai 10 menit. Los Ches menorehkan dua gol lewat Angulo pada menit ke-2 dan Gerard Lopez pada menit ke-4. Lazio sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Simone Inzaghi pada mniet ke-28. Valencia menambah keunggulan usai Gerard Lopez melengkapi hattrick pada menit ke-40 dan 76. Striker Lazio, Marcelo Salas, sempat mencetak gol pada menit ke-87, tetapi Valencia melengkapi kemenangan 5-2 atas Lazio usai Claudio Lopez mencetak gol pada menit ke-87.

2. Borussia Dortmund menciptakan dua gol ke gawang Zenit St Petersburg pada menit ke-5 dan 6

Borussia Dortmund melawan Zenit St Petersburg pada 16 besar UCL 2013/2014. Zenit bermain sebagai tuan rumah terlebih dahulu pada leg pertama. Dortmund asuhan Juergen Klopp kala itu memainkan para bintangnya, seperti Robert Lewandowski, Henrikh Mkhitaryan, dan Marco Reus. Di sisi lain, pelatih Zenit ketika itu, Luciano Spaletti, menurunkan Hulk, Andrei Arshavin, dan Axel Witsel.

Dortmund unggul cepat setelah Mkhitaryan mencetak gol kala laga baru memasuki 5 menit. Marco Reus menorehkan gol semenit berikutnya. Zenit baru bisa mencetak gol di babak kedua lewat Oleg Shatov pada menit ke-58. Akan tetapi, Dortmund menambah keunggulan lewat Robert Lewandowski mencetak brace pada menit ke-61 dan 71, sementara Zenit hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat gol Hulk pada menit ke-69. Alhasil, Dortmund menang 4-2 atas Zenit di laga ini.

3. Newcastle United menorehkan dua gol ke gawang Qarabag pada menit ke-4 dan 6

Newcastle United menghadapi Qarabag FK pada playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026. The Magpies memenangkan leg pertama di kandang Qarabag dengan skor telak 6-1 pada 18 Februari 2026. Newcastle United kemudian menjamu Qarabag FK di kandangnya, St. James Park, pada 24 Februari 2026. Pelatih The Magpies kala itu tetap menurunkan para pemain terbaiknya, seperti Nick Woltemade, William Osula, dan Joelinton.

Newcastle United langsung unggul lewat Sandro Tonali kala pertandingan baru bergulir 4 menit. The Magpies menggandakan keunggulan setelah Joelinton mencetak gol pada menit ke-6. Qarabag sempat mengejar ketertinggalan lewat gol Camilo Duran pada menit ke-50. Bek Newcastle United, Sven Botman, menorehkan gol lewat sundulan pada menit ke-52. Qarabag menorehkan gol balasan melalui Elvin Cafarquliyev pada menit ke-57. Newcastle United menang 3-2 atas Qarabag dan lolos ke 16 besar dengan keunggulan agregat 9-3.

Ketiga klub di atas menciptakan rekor yang terbilang sulit disamakan. Klub-klub top Eropa dengan reputasi mentereng, seperti Real Madrid, Bayern Muenchen, dan Liverpool, tidak pernah menorehkan catatan apik tersebut. Dari tiga tim di atas, Dortmund dan Valencia sama-sama pernah menembus final Liga Champions. Hanya Newcastle United yang belum pernah mencapai final UCL.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy