Dalam laga tersebut, wasit Pipin Indra Pratama menjadi sasaran amukan klub dan suporter tuan rumah. Mereka langsung meluapkan amarahnya setelah kecewa dengan sejumlah keputusan sang pengadil.
Kericuhan pun pecah usai peluit panjang ditiup. Sejumlah pemain dan ofisial Persekat tampak menyerbu Pipin di tengah lapangan, bahkan mengejarnya hingga lorong stadion.
Ogawa mengakui terdapat beberapa keputusan yang keliru dari Pipin. Namun, menurutnya, setiap klub memiliki prosedur resmi untuk menyampaikan protes, bukan dengan menyerang perangkat pertandingan. Dia juga menyoroti tindakan tersebut yang disaksikan oleh anak-anak dan berpotensi menjadi contoh buruk.
"Kami tidak pernah sedikit pun berkeberatan jika ada klub komplain, atau media memberitakan wasit ini berbuat salah, asal semuanya dilakukan dengan cara-cara yang profesional. Tapi cara-cara seperti ini (kekerasan), kita sama-sama tahu tidak bisa diterima," kata Ogawa di GBK Arena.