Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Laga dengan Agregat Gol Terbanyak pada Babak 16 Besar UCL 2025/2026
ilustrasi Liga Champions (unsplash.com/Andriyko Podilnyk)
  • Babak 16 besar UCL 2025/2026 mencatat total 68 gol dari 16 laga, menandakan musim yang sangat produktif dan hampir melampaui rekor gol musim sebelumnya.
  • Bayern Munich dan Atletico Madrid sama-sama mencetak agregat tinggi, masing-masing menang atas Atalanta 10-2 dan Tottenham Hotspur 7-5, menunjukkan dominasi serta ketajaman lini serang mereka.
  • Barcelona memastikan tiket perempat final setelah menyingkirkan Newcastle United dengan agregat 8-3, berkat performa eksplosif di leg kedua di Camp Nou.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

UEFA Champions League (UCL) 2025/2026 adalah kompetisi yang sarat gol. Hingga selesainya babak 16 besar, sudah ada total 596 gol yang tercipta. Sedikit lagi, rekor 618 gol di Liga Champions 2024/2025 pun bakal terlewati.

Jumlah gol di UCL 2025/2026 sudah melimpah sejak fase liga dan playoff knockout. Lanjut ke babak 16 besar, tim-tim yang tersisa ternyata makin subur. Ada total 68 gol yang tercipta dalam 16 laga, setara dengan lebih dari empat gol per laga. Secara agregat, tiga laga berikut ini menghasilkan paling banyak gol.

1. Total 12 gol dalam dua laga mewarnai pembantaian Bayern Munich atas Atalanta

Ada dua laga yang menghasilkan total 12 gol pada babak 16 besar UCL 2025/2026. Yang pertama adalah bentrokan Bayern Munich dengan Atalanta. Dalam dua pertemuan, Bayern tak menunjukkan belas kasihan pada sang lawan. Die Roten bahkan mempermalukan Atalanta 6-1 di depan pendukung mereka sendiri pada leg pertama.

Hasil tersebut berarti Bayern Munich hanya perlu menghindari kekalahan telak pada laga kedua di Jerman. Namun, bukan Bayern namanya kalau tidak tetap tampil all out. Mereka menggelontor gawang Atalanta dengan empat gol. Seperti pada laga pertama, La Dea hanya diberi satu gol hiburan jelang pertandingan selesai.

Bayern pun melajut ke perempat final dengan skor agregat fantastis, 10-2. Itu adalah kemenangan agregat terbesar kedua mereka pada fase knockout era Liga Champions. Rekor Bayern pada babak 16 besar UCL 2008/2009 saat menghajar Sporting CP dengan agregat 12-1 masih bertahan. Sebaliknya, Atalanta mencatat rekor kekalahan terburuk mereka di UCL.

2. Laga Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur juga menghasilkan 12 gol

Total 12 gol juga tercipta dalam dua laga Atletico Madrid melawan Tottenham Hotspur. Namun, hasil akhirnya terbilang lebih berimbang. Atletico tampil luar biasa pada leg pertama di Madrid. Mereka mencetak 5 gol, termasuk 3 gol yang tercipta karena blunder lawan. Meski demikian, Tottenham pun memberi perlawanan dengan membuat dua gol balasan.

Pada leg kedua, Tottenham tampil lebih baik. The Lilywhites sempat unggul dua kali melalui gol-gol Randal Kolo Muani dan Xavi Simons. Atletico dua kali pula menyamakan skor, tetapi gol kedua Simons pada menit 90 menyudahi perlawanan mereka. Sayangnya, kemenangan 3-2 tetap tak meloloskan Tottenham karena mereka kalah agregat 5-7.

Meski demikian, hasil laga kedua sedikit memberi angin segar bagi Tottenham. Mereka akhirnya meraih kemenangan pertama di bawah Pelatih Igor Tudor setelah gagal dalam lima laga sebelumnya. Di sisi lain, Atletico sukses melaju ke perempat final. Namun, mereka bakal menghadapi ujian berat dari sesama klub Spanyol, Barcelona.

3. Barcelona menghajar Newcastle United dengan skor agregat 8-3

Barcelona sendiri lolos ke perempat final UCL 2025/2026 setelah menang telak pada babak 16 besar. Bertemu Newcastle United, Blaugrana sempat dibuat kesulitan pada leg pertama di Inggris. Newcastle hampir menang setelah Harvey Barnes bikin gol pada menit 86. Namun, Barcelona selamat dari kekalahan berkat gol penalti Lamine Yamal pada injury time.

Leg kedua yang digelar di Camp Nou lebih cepat panas dibanding laga pertama. Kedua tim ngegas sejak awal hingga menciptakan masing-masing dua gol dalam 30 menit pertama. Barcelona dua kali unggul, tetapi Newcastle dua kali pula menyamakan skor via Anthony Elanga. Sayangnya, keberhasilan itu sepertinya membuat tim tamu kelewat pede.

Newcastle mengusung strategi berisiko berupa garis pertahanan tinggi. Di hadapan para penyerang Barcelona yang lincah, keputusan itu bak bunuh diri. Ditambah sejumlah blunder, lini belakang The Magpies pun jadi bulan-bulanan. Barcelona akhirnya mencetak tambahan lima gol hingga menang 7-2 dan unggul agregat 8-3.

Seluruh perempat finalis UCL 2025/2026 sukses mencetak banyak gol pada babak 16 besar. Banjir gol yang terjadi pun membuat UCL musim ini amat menarik diikuti, termasuk oleh penonton netral. Apakah laga-laga perempat final nanti juga akan dihiasi banyak gol?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team