Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Juventus
ilustrasi Juventus (unsplash.com/yamiable)

Intinya sih...

  • Spalletti membuat Juventus kembali tajam dan mengerikan dengan rataan 2,08 poin per laga di Serie A.

  • Juventus mulai merangkak naik di Liga Champions dengan tiga kemenangan terakhir melawan Bodo/Glimt, Pafos, dan Benfica.

  • Bersama Spalletti, Juventus memiliki skema permainan yang jauh lebih jelas dan konsisten dalam menguasai bola serta menekan lawan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Juventus sempat terombang-ambing di awal musim 2025/26. Ragam hasil buruk sempat menghampiri mereka, sampai akhirnya Luciano Spalletti datang menggantikan Igor Tudor.

Pada 31 Oktober 2025, Spalletti hadir ke Juventus sebagai pengganti Tudor, yang dianggap gagal mengangkat performa tim. Meski tidak instan, Spalletti perlahan mengembalikan DNA Juventus yang sempat hilang.

1. Spalletti kembalikan taring Juventus

Dilansir Football Italia, Spalletti membuat Juventus kembali tajam dan mengerikan. Dalam 18 laga yang sudah dilalui di Serie A, Spalletti membawa Juventus menang 12 kali, imbang di empat kesempatan, dan cuma dua kali kalah.

Torehan rataan poin per laga Juventus bersama Spalletti pun meningkat drastis, menjadi 2,08. Angka ini naik jauh dibandingkan saat era Tudor, tatkala Juventus cuma meraih rataan 1,5 poin per laga.

2. Juventus juga moncer lagi di Liga Champions

Tidak cuma moncer di Serie A, Juventus juga merangkak dalam klasemen Liga Champions. Usai tak menang dalam empat laga awal fase liga, Juventus mulai bangkit dalam tiga laga terakhir.

Tercatat, Juventus sukses memenangi tiga laga terakhirnya di Liga Champions melawan Bodo/Glimt, Pafos, dan Benfica. Rentetan kemenangan tersebut menghidupkan asa mereka untuk lolos ke babak 16 besar, meski via play-off.

3. Juventus kini jauh lebih jelas dan terarah

Bersama Spalletti, Juventus memiliki skema permainan yang jauh lebih jelas ketimbang sebelumnya. Mereka tidak lagi rapuh, tetapi perlahan menunjukkan konsistensi.

Dari segi permainan, Juventus era Spalletti juga lebih tenang saat menguasai bola, serta agresif dalam menekan lawan.

Editorial Team