Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Old Trafford
ilustrasi Old Trafford (pexels.com/Biswash Lamichhane)

Intinya sih...

  • Manchester United darurat striker karena cedera Cunha dan Sesko

  • Amorim mengakui kesalahan perhitungan kondisi cedera Cunha

  • MU harus bangkit setelah kekalahan dari Everton dan kembali ke jalur kemenangan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manchester United belum bisa menurunkan Benjamin Sesko dan Matheus Cunha dalam lawatannya ke Selhurst Park, markas Crystal Palace, Minggu (30/11/2025). Keduanya hingga kini masih dibekap cedera yang serius.

Cunha mengalami cedera saat berlatih sepanjang akhir pekan lalu. Tumbangnya Cunha tentu membuat manajer Ruben Amorim pusing karena MU sebelumnya sudah kehilangan Benjamin Sesko yang mengalami cedera lutut saat ditahan imbang Tottenham Hotspur sebelum jeda internasional.

1. Amorim salah perhitungan

Amorim mengaku salah perhitungan ketika meninjau kondisi Cunha. Ternyata, cedera Cunha lebih parah dari perkiraan dan diprediksi baru bisa main saat MU menghadapi West Ham di Old Trafford, 5 Desember 2025.

"Sesko masih butuh waktu. Mungkin, butuh lebih lama buatnya pulih dan kami harus menjaganya. Harry (Maguire) sama, saya berharap Matheus bisa main saat melawan West Ham, tidak ketika menghadapi Palace," kata Amorim dilansir Daily Mirror.

2. MU cuma punya Zirkzee

Dengan tumbangnya Cunha dan Sesko, MU kini mengalami darurat striker. Hanya ada Joshua Zirkzee yang bisa bermain sebagai striker di skuad Setan Merah saat ini.

Zirkzee bahkan sudah main ketika MU dikalahkan Everton di Old Trafford akhir pekan lalu.

3. Wajib bangkit saat lawan Palace

Laga melawan Palace menjadi penting buat MU. Sebab, mereka harus bangkit dan kembali ke jalur kemenangan usai dipermalukan 10 pemain Everton di Old Trafford.

Ya, kekalahan dari Everton telah menghentikan catatan tak terkalahkan MU yang sudah berjalan dalam lima laga. Lebih parahnya, The Toffees menang usai main dengan 10 orang, dihantam 25 tembakan, dan ditekan dengan penguasaan bola hanya 31 persen.

"Sangat berat, pekan yang sulit dengan hasil ini, kalah. Tapi, proses harus berlanjut dan kami menatap laga berikutnya," ujar Amorim.

Editorial Team