Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Manchester United
ilustrasi Manchester United (unsplash.com/Adwitiya Pal)

Intinya sih...

  • Manajemen MU kecewa karena kekalahan dari Brighton membuat mereka hanya berkompetisi di Premier League, mengancam peluang meraih gelar.

  • Fletcher tidak dipilih sebagai caretaker, manajemen akan menunjuk Michael Carrick untuk posisi tersebut.

  • Fletcher menyatakan bahwa kepercayaan diri yang rendah menjadi masalah akut MU, dan berharap caretaker baru dapat membenahi situasi tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manchester United dipastikan mencari pelatih caretaker. Manajemen MU menolak memberikan jabatan tersebut kepada Darren Fletcher, yang kini berstatus pelatih interim.

Laporan Metro, kekalahan 1-2 dari Brighton and Hove Albion di Piala FA menjadi dasar keputusan tersebut. Manajemen dilaporkan kecewa, apalagi kekalahan tersebut diderita di Old Trafford.

1. Kenapa manajemen kecewa berat dengan Fletcher?

Tersingkir dari Piala FA membuat MU hanya berkompetisi di Premier League. Situasi itu praktis mengancam Setan Merah menyelesaikan musim ini tanpa meraih gelar.

Saat ini, MU masih tertahan di peringkat tujuh klasemen sementara dengan koleksi 32 poin, tertinggal 17 angka dari Arsenal sebagai pemuncak klasemen. Dengan kondisi tersebut, juara Premier League bagaikan mimpi di siang bolong, apalagi performa MU masih inkonsisten.

2. Masih cari caretaker

Situasi itu membuat Fletcher harus kembali menangani MU U-18. Pakar transfer Italia, Fabrizio Romano, menyebut manajemen akan menunjuk Michael Carrick untuk menjadi pelatih caretaker.

"Carrick telah menerima persayaratan kontrak Manchester United. Kesepakatan hampir selesai dan akan ditandatangani pekan ini," cuit Romano di akun X pribadinya, Senin (12/1/2025).

3. Akar masalah MU

Fletcher memang sudah menyatakan tidak akan menetap di tim utama, karena nantinya ada sosok pengganti dalam waktu dekat. Fletcher berharap sang caretaker dapat membenahi mental dan kepercayaan diri yang menjadi masalah akut MU.

"Tanpa ragu (skuad sedang kehilangan kepercayaan diri). Lalu, ketika kebobolan satu gol, rasa percaya diri mereka semakin jatuh. Kepercayaan diri adalah salah satu hal paling kuat dalam sepak bola, jadi ketika Anda tidak memilikinya, harus menggali lebih dalam, berjuang, bertahan, bertarung, bekerja keras, dan memenangkan pertandingan, barulah kepercayaan diri itu kembali," kata Fletcher di laman resmi klub.

"Nantinya ada seseorang yang maju untuk memimpin tim ini, dan memastikan masih banyak yang bisa diperjuangkan musim ini," ujar Fletcher.

Editorial Team