Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Old Trafford
Ilustrasi Old Trafford (pexels.com/Mylo Kaye)

Intinya sih...

  • Keputusan Palace adalah mempertahankan Glasner hingga akhir musim dan menyelesaikan kontraknya

  • MU terus memantau perkembangan pria Austria tersebut bersama Palace untuk direkrut sebagai pelatih permanen.

  • Glasner sudah menyatakan tak mau memperpanjang kontraknya bersama Palace sejak musim dingin 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manchester United menaruh perhatian lebih ke manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, usai duel kontra Sunderland, 17 Januari 2026. Pasca laga yang menyisakan ketegangan di ruang ganti Palace itu, situasi Glasner memang mulai dipertanyakan.

Glasner sempat melayangkan komentar tak sedap kepada manajemen Palace di depan media. Dia mengaku tak mendapat dukungan, bahkan diacuhkan karena manajemen Palace memutuskan untuk menjual kapten Marc Guehi ke Manchester City.

1. Bos besar Palace marah, tapi gak mau pecat Glasner

Komentar itu, dilansir Daily Mirror, telah membuat bos besar Palace, Steve Parish, marah besar. Ada kekhawatiran Palace bakal memecat Glasner sebelum kontraknya berakhir pada musim panas 2026 nanti. Apalagi, kekalahan dari Everton memperpanjang rekor tak bisa menang Palace jadi 10 laga beruntun.

Namun, pada akhirnya keputusan Palace adalah mempertahankan Glasner. Mereka lebih baik mempertahankan Glasner hingga akhir musim dan menyelesaikan kontraknya.

2. Perkembangan situasi Glasner dipantau MU

Dalam situasi ini, MU ternyata terus memantau perkembangan pria Austria tersebut bersama Palace. Mereka mengambil ancang-ancang jika nantinya Glasner cabut maka bakal direkrut sebagai pelatih permanen, demi mengisi pos yang ditinggalkan Ruben Amorim.

Glasner memang menjadi kandidat favorit pelatih MU. Manajemen memasukkannya sebagai salah satu calon pengganti Amorim agar bisa memimpin Setan Merah sejak awal musim 2026/27.

Sebab, Michael Carrick hanya berstatus interim. Kontraknya akan habis pada akhir musim 2025/26 nanti.

3. Glasner sudah tentukan sikap sejak lama

Sejak musim dingin 2026, Glasner sudah menyatakan tak mau memperpanjang kontraknya bersama Palace. Pria 51 tahun tersebut mengklaim sudah bersepakat dengan Parish soal keputusannya.

Meski begitu, keputusan Glasner diduga karena kecewa dengan kegagalan manajemen Palace mempertahankan Guehi. Apalagi, sebelumnya manajemen Palace juga gagal menjaga Eberechi Eze dari kejaran Arsenal. Bukan gak mungkin, pemain andalan lainnya seperti Yeremy Pino, dibajak klub-klub raksasa Inggris.

Editorial Team