Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Marc Klok: Hentikan Hinaan dan Pelecehan Online!
Selebrasi pemain Timnas Indonesia saat tampil melawan Thailand di Piala AFF 2022. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/tom.)

Jakarta, IDN Times - Performa sejumlah pemain Timnas Indonesia belakangan menjadi sorotan. Mereka kerap menjadi bahan bully akibat sering gagal dalam mengekesekusi peluang yang didapat.

Terbaru, Witan Sulaeman yang jadi target perundungan warganet Indonesia. Dia terus dirundung di media sosial akibat gagal mengeksekusi peluang bersih saat melawan Thailand.

1. Timnas Indonesia seharusnya didukung

Indonesia bersua Thailand di Piala AFF 2022. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Fenomena ini, dianggap gelandang Timnas Indonesia, Marc Klok, sebagai hal yang negatif. Klok merasa tak seharusnya para pemain Indonesia menerima perlakuan macam ini.

"Penghinaan terhadap aksi, penampilan, bahkan hal tentang keluarga, bahkan banyak kata makian perlu dihentikan. Pesepak bola juga manusia, bukan robot. Kami memiliki hati," ujar Klok dalam program khusus bersama IDN Times, Marc Talks.

2. Bahkan, Lionel Messi bisa lakukan kesalahan

Kapten Argentina, Lionel Messi, di laga melawan Meksiko dalam Piala Dunia 2022 (Twitter @FIFAWorldCup_es)

Klok menyatakan, tak cuma Witan dan pemain Indonesia lainnya yang bisa melakukan kesalahan fatal di depan gawang lawan. Tapi, pemain sekelas Lionel Messi juga sempat melakukan kesalahan hingga akhirnya menjadi bahan rundungan fans.

"Manusia membuat kesalahan, Anda termasuk di antaranya. Kita melakukan kesalahan. Kami, pemain sepak bola, bahkan kita sebagai manusia, tak akan luput dari kesalahan. Witan, saya, semuanya, dan bahkan Lionel Messi, bisa membuat kesalahan," kata Klok.

3. Kritik harus membangun, bukan menjatuhkan

Indonesia bersua Thailand di Piala AFF 2022. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Sudah seharusnya perundungan secara daring ini dihentikan. Mendukung, kritik, dan memberikan masukan, dengan nada positif lebih dibutuhkan. Apalagi, ditegaskan Klok, Indonesia butuh itu demi merebut trofi Piala AFF 2022.

"Sebagai atlet, kami sangat senang menerima saran dan kritik, tapi tidak dengan hinaan dan pelecehan. Menurut saya, harus ada lebih banyak aksi yang harus dilakukan untuk menghadapi intimidasi online (online bullying) di sepak bola," kata Klok.

Editorial Team

Related Article