Enea Bastianini tak puas atas hasil balapan di GP Thailand 2026. Ia tak berhasil menunjukkan performa terbaik karena sejumlah hambatan pada motornya. Juara Moto2 2020 itu mengaku motornya tidak stabil saat melaju di trek lurus. Ini menyebabkan RC16 miliknya sulit dikendalikan.
Selain itu, Bastianini sering merasakan getaran saat berpindah gigi kelima. Ia tak menampik masalah tersebut terjadi sejak sesi Sabtu. Bastianini membandingkan capaian yang diperoleh saat pekan balap GP Thailand 2025. Ketika itu, ia berhasil merampungkan balapan utama di posisi kesembilan.
"Balapan kali ini berjalan serupa seperti musim lalu, tetapi hasilnya lebih baik pada saat itu. Aku tidak puas dengan performaku saat ini. Ekspektasiku lebih tinggi. Kami harus mengubah cara kerja kami," ujar Bastianini dikutip Speedweek.
Bastianini juga merespons perihal ketiadaan sayap tambahan di sisi samping motornya. Sayap tersebut digunakan pembalap tim KTM Factory Racing pada pekan balap di Buriram. Baginya, tidak ada sayap tambahan bukanlah sebuah kerugian. Justru, Bastianini menyebut motornya kurang responsif saat menikung jika sayap tersebut digunakan.
Bastianini kini menduduki peringkat ke-13 di klasemen pembalap lewat perolehan 4 poin. Ia berjarak 28 poin dari Pedro Acosta yang bertengger di peringkat teratas. Capaian Bastianini lebih baik ketimbang Maverick Vinales yang gagal meraih poin pada seri pembuka MotoGP 2026.