Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Melihat 4 Laga Nirgol Terakhir PSG sebelum Final UCL 2026
ilustrasi stadion Paris Saint-Germain, Parc des Princes (unsplash.com/timlontano)
  • PSG menghadapi final UCL 2026 melawan Arsenal dengan status juara bertahan, namun harus waspada terhadap pertahanan solid tim Inggris tersebut.
  • Sepanjang musim 2025/2026, PSG empat kali gagal mencetak gol, termasuk kekalahan dari Marseille, Monaco, dan Paris FC serta hasil imbang kontra Athletic Club.
  • Luis Enrique menegaskan fokus pada kekuatan ofensif PSG meski mengakui keunggulan pertahanan Arsenal menjelang laga final di Puskas Arena.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ofensif versus defensif menjadi tema final Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026. Paris Saint-Germain (PSG) diunggulkan untuk menang karena lini serangnya yang begitu menyeramkan. Faktor tersebut pula yang membuat tim asuhan Luis Enrique memasuki pertandingan yang bakal berlangsung di Puskas Arena, Hungaria, pada 30 Mei 2026 dengan status juara bertahan.

Namun, Marquinhos dan kolega harus waspada mengingat Arsenal memang begitu solid dalam bertahan. Aspek tersebut pulang yang mengantarkan lawannya meraih trofi English Premier League. Selain itu, PSG juga mesti menyadari bahwa mereka bisa saja gagal mencetak gol. Buktinya, ada 4 laga ketika mereka mengalaminya pada musim ini dari total 55 pertandingan yang sudah dijalani.

1. PSG kalah 0-1 dari Olympique Marseille pada 22 September 2025

Paris Saint-Germain melawat ke Orange Velodrome pada 22 September 2025 untuk melakoni pekan kelima Ligue 1 Prancis 2025/2026. Mereka pulang dengan skor 0-1. Ini merupakan kegagalan pertama Les Parisiens mencetak gol sekaligus kekalahan perdana pada musim yang tengah berjalan. Ironisnya, hasil negatif tersebut terjadi akibat blunder.

Sang kiper, Lucas Chevalier, memutuskan keluar dari gawangnya untuk meninju bola liar di udara demi mencegahnya ditanduk Nayef Aguerd. Namun, ia gagal melakukannya. Si kulit bundar lantas membentur punggung kaptennya, Marquinhos, dan masuk ke gawang sendiri. Meski begitu, ketidakmampuan PSG mencetak gol pada laga ini sebetulnya wajar. Expected goal (XG) mereka cuma 0,67.

2. PSG juga kalah 0-1 dari AS Monaco pada 29 November 2025

Setelah 22 September 2025, Paris Saint-Germain kembali kalah sekaligus tidak mampu mencetak gol pada 29 November 2025. Mereka menelannya ketika memainkan pekan ke-14 Ligue 1 2025/2026 melawan AS Monaco sebagai tamu di Stade Louis-II. Tim tuan rumah mencetak gol tunggalnya melalui Takumi Minamino pada menit 68. PSG kecolongan gol tersebut dengan begitu mudah.

Semua berawal dari umpan panjang Mohamed Salisu kepada Aleksandar Golovin yang berlari di sisi kiri. Golovin lantas melepaskan umpan tarik. Minamino mengontrol bola dan membobol gawang Matvey Safonov. Berdasarkan expected goal, PSG seharusnya mencetak minimal satu gol. Selain itu, mereka juga unggul jumlah pemain mulai menit 80 usai Thilo Kehrer menerima kartu merah.

3. PSG imbang 0-0 dengan Athletic Club pada 10 Desember 2025

Laga ketiga ketika Paris Saint-Germain gagal mencetak gol pada 2025/2026 tidak berakhir dengan kekalahan. Mereka imbang 0-0 saat berhadapan dengan Athletic Club pada 10 Desember 2025 dalam rangkaian matchday keenam fase liga Liga Champions Eropa. PSG menjadi tamu di San Mames.

Meski berhasil membawa pulang satu poin, PSG jelas tidak puas dengan hasil ini. Sebab, mereka mendominasi total pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 72 persen. PSG juga melepaskan 18 tendangan dengan expected goal 2,22.

4. PSG tumbang 0-1 dari Paris FC pada 12 Januari 2026

Paris Saint-Germain menjalani derbi melawan Paris FC pada 12 Januari 2026. Mereka bermain di kandang, Parc des Princes, pada laga 32 besar Coupe de France 2025/2026 ini. Namun, PSG justru menelan kekalahan 0-1 dari tetangganya tersebut. Makin memalukan, sang lawan padahal berstatus sebagai tim promosi di Ligue 1 musim sekarang.

Menariknya, gol Paris dicetak produk akademi PSG, Jonathan Ikone. Winger kidal itu menuntaskan umpan dari Ilan Kebbal pada menit 74. Luis Enrique seharusnya sangat marah dengan gol ini sebab tercipta dalam situasi 4 lawan 3. Begitu pun dengan sisi ofensif. Sebab, mereka total membuat sampai 23 percobaan dengan expected goal mencapai 2,27.

Dalam sebuah konferensi pers pada 20 Mei 2026, Luis Enrique sudah mengungkapkan kehati-hatiannya terkait pertahanan Arsenal. Dilansir ESPN, pria asal Spanyol itu menyatakan, skuad asuhan Mikel Arteta merupakan tim terbaik di Eropa pada saat ini dalam kondisi tidak menguasai bola.

Namun, Enrique juga menegaskan, yang terpenting bagi mereka adalah fokus kepada kekuatan sendiri. Ini merupakan sinyal PSG bakal tetap memainkan gaya bermain menyerang andalannya. Lantas, mampukah mereka mencetak gol dan menjuarai Liga Champions secara back-to-back atau gagal melakukannya dan harus menyerahkan trofi kepada Arsenal?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team