Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Ada Singa Asli di Museum San Mames Athletic Club?
Singa di museum dalam markas Athletic Club Bilbao, Stadion San Mames (IDN Times/Margith Damanik)

  • Seekor singa asli dipajang di Museum Stadion San Mames, Bilbao.

  • Singa tersebut merupakan hadiah dari mantan presiden klub Deportivo Alaves setelah Athletic Bilbao meraih dua gelar pada musim 1984.

  • Singa melekat kuat pada identitas tim dan berakar dari kisah Santo Mammes, tokoh abad ke-3 yang hidup di wilayah Turki.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bilbao, IDN Times - Tur museum acap menjadi bagian tak terpisahkan dari kunjungan ke stadion sepak bola, terutama di Spanyol. Hal serupa dirasakan IDN Times saat berkesempatan mengunjungi stadion sekaligus museum Athletic Club, San Mames, Jumat (30/1/2026).

Bersama empat media global lainnya, IDN Times mengikuti tur yang didampingi LaLiga. Nuansa merah khas Athletic Bilbao langsung menyambut sejak memasuki area stadion.

Di dalam museum, berbagai kisah, artefak, dan catatan sejarah klub kebanggaan warga Basque tersaji rapi. Namun, satu objek paling mencuri perhatian: seekor singa asli yang dipajang di dalam museum.

1. Singa asli di dalam Museum San Mames

Singa di museum dalam markas Athletic Club Bilbao, Stadion San Mames (IDN Times/Margith Damanik)

Di tengah menikmati perjalanan sejarah Athletic Club, rombongan tur mendadak dikejutkan satu ruangan yang berbeda. Di sana, ada seekor singa berdiri gagah di antara tiang-tiang hitam menyerupai pipa.

“Menurut kalian, ini asli atau tidak?” ujar pemandu tur kepada rombongan.

Sulit menjawab pertanyaan itu. Singa tersebut tidak bergerak, tetapi tampil terlalu nyata untuk sekadar disebut replika.

“Ini adalah singa asli,” ujar pemandu tur tersebut, yang langsung membuat IDN Times dan rombongan terkejut.

Keberadaan singa ini bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti pengunjung. Ia menyimpan cerita panjang yang berkaitan erat dengan sejarah klub.

2. Hadiah taruhan antar presiden klub

Logo Athletic Club dalam markas Athletic Club Bilbao, Stadion San Mames (IDN Times/Margith Damanik)

Singa tersebut merupakan hadiah dari eks presiden Deportivo Alaves, Juan Arregi. Kala itu, Arregi bertaruh dengan presiden Athletic Club di masa tersebut, yakni Pedro Aurtenetxe.

Kala itu, Arregi bertaruh Athletic Club tak akan mampu kembali menjuarai kompetisi setelah meraih trofi LaLiga sebelumnya. Jika Athletic gagal, taruhan berakhir begitu saja. Namun jika berhasil, Arregi berjanji memberikan hadiah berupa seekor singa.

Athletic Club kemudian membalikkan keraguan itu dengan meraih dua gelar, yakni kampiun LaLiga dan Copa del Rey pada musim 1984.

“Singa ini nyata. Ini hadiah dari mantan presiden klub Deportivo Alaves, setelah Athletic menang gelar LaLiga dan Copa del Rey pada 1984. Sebagai hasil taruhan antara dua klub tersebut,” kata pemandu di musium San Mames.

3. Asal-usul julukan “Los Leones” untuk Athletic Club

Gambaran suasana akademi Athletic Club Bilbao, Lezama, di Spanyol (IDN Times/Margith Damanik)

Singa bukan hanya bagian dari koleksi museum. Simbol ini juga melekat kuat pada identitas tim. Alhasil, Athletic Club dijuluki Los Leones atau Sang Singa.

Julukan tersebut berakar dari kisah Santo Mammes, seorang tokoh abad ke-3 yang hidup di wilayah Turki. Dalam cerita sejarah, Mammes pernah disiksa dan melarikan diri ke pegunungan. Ia hidup bersama binatang buas selama tiga tahun.

Saat kembali ditangkap, Mammes dilempar ke arena sirkus untuk jadi santapan singa. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Singa-singa itu menjadi jinak dan berbaring di kakinya.

Peristiwa tersebut membuat Mammes dihormati sebagai santo. Di Bilbao, namanya diabadikan melalui biara dan tempat suci San Mamés. Stadion Athletic Bilbao pun mengadopsi nama tersebut.

Sejak itu, simbol singa melekat pada Athletic Bilbao. Selama lebih dari 110 tahun sejarahnya, klub ini dikenal dengan gaya bermain yang keras, gigih, dan pantang menyerah. Karakter tersebut kerap disamakan dengan singa yang kuat dan berani.

Sejak awal 1910-an, Athletic Club juga dikenal dengan julukan “Singa dari Utara” atau “Singa San Mames.”

Editorial Team