Filosofi Basque di Athletic Club yang Bertahan 128 Tahun!

- Athletic Bilbao hanya merekrut pemain Basque untuk tim utama selama 128 tahun
- Filosofi klub merefleksikan identitas sosial, sejarah, dan kebutuhan emosional masyarakat Basque
- Kriteria pemain harus lahir atau dididik di wilayah Euskal Herria, kawasan budaya dan historis masyarakat Basque
Bilbao, IDN Times - Athletic Club Bilbao menjadi fenomena unik dalam lanskap sepak bola dunia. Selama kurang lebih 128 tahun, klub berjuluk Los Leones ini konsisten mempertahankan filosofi yang hanya mengizinkan pemain Basque membela tim utama.
Prinsip tersebut bukan sekadar kebijakan teknis. Lebih dari itu, filosofi Athletic Club merefleksikan identitas sosial, sejarah, dan kebutuhan emosional masyarakat Basque untuk tetap merasa terwakili, termasuk di panggung sepak bola internasional yang kian mondial.
Direktur Lezama, Eneko Boveda, menegaskan filosofi ini lahir dari keterikatan mendalam antara klub dan komunitasnya. Ia juga menyinggung keberhasilan-keberhasilan di masa lalu, menjadi bukti filosofi lokal dapat berjalan seiring dengan ambisi kompetitif di era bal-balan modern.
1. Filosofi Basque sebagai fondasi identitas klub

Menurut Eneko Boveda, memahami konteks politik dan budaya Basque menjadi kunci untuk memahami Athletic Club secara utuh. Klub ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah dan perjalanan masyarakat yang membentuknya.
Kebijakan mempertahankan pemain lokal bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bentuk representasi identitas klub di tengah modernisasi sepak bola.
“Saya percaya bahwa di balik keyakinan klub untuk hanya bermain dengan pemain Basque, terdapat kerinduan, sebuah perasaan ingin melihat diri mereka terwakili oleh ‘orang-orang kita sendiri’, dalam hal ini oleh pemain yang berasal dari sini,” kata Boveda ditemui IDN Times di pusat latihan Athletic Club di Spanyol, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, catatan prestasi di masa lalu semakin menguatkan keyakinan jika filosofi tersebut realistis dan berkelanjutan.
“Keberhasilan-keberhasilan di masa lalu juga turut menghidupkan atau memperkuat keyakinan bahwa hal ini memang memungkinkan,” kata Boveda.
2. Syarat utama dan tak bisa ditawar untuk pemain Athletic Club

Saat ditanya soal kriteria pemain, Boveda menegaskan ada satu syarat utama yang tidak dapat dikompromikan.
“Seorang pemain (laki-laki atau perempuan), untuk bermain di Athletic Club, pada dasarnya, secara sederhana, haruslah orang Basque,” kata Boveda dengan tegas.
Namun, definisi tersebut memiliki penjabaran yang lebih spesifik. Boveda menjelaskan, pemain harus lahir atau dididik di wilayah Euskal Herria, kawasan budaya dan historis masyarakat Basque yang mencakup beberapa wilayah di Spanyol dan Prancis.
“Saat ini, definisi yang lebih konkret diterima: pemain harus lahir di Euskal Herria atau dilatih di Euskal Herria,” kata Boveda.
3. Soal kemurnian Basque dan migrasi alami pemain

Kriteria "orang Basque" kerap memunculkan pertanyaan lanjutan. Boveda pun menekankan, aspek penting lainnya adalah proses kedatangan pemain ke wilayah Basque harus berlangsung secara alami, bukan karena kepentingan sepak bola.
“Jika klub Basque merekrut pemain asing karena bakat sepak bola, meskipun ia dilatih di sini, pemain itu tidak memenuhi syarat untuk Athletic,” kata Boveda.
Prinsip ini diterapkan untuk menjaga agar filosofi klub tidak diselewengkan demi keuntungan kompetitif jangka pendek. Namun, Athletic Club tetap membuka ruang bagi realitas sosial yang terus berubah.
Migrasi alami, yang terjadi karena alasan kehidupan, menjadi bagian dari adaptasi klub di tengah perubahan demografi.
“Namun jika keluarga migran datang karena alasan hidup (bukan karena bakat sepak bola), dan anaknya kemudian dibina di sini, pemain tersebut termasuk dalam filosofi klub,” kata Boveda soal perekrutan pemain Athletic Club yang harus berbau Bosque.


















