Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Just Fontaine, Pencetak Gol Terbanyak dalam 1 Edisi Piala Dunia
ilustrasi pendukung Timnas Prancis (unsplash.com/dorianhurst)

Jauh sebelum Kylian Mbappe atau Thierry Henry, Prancis memiliki striker tajam bernama Just Fontaine. Koleksi golnya memang cuma ada di angka 30 dari 21 caps. Namun, Fontaine mencetak 13 di antaranya di Piala Dunia 1958. Catatan tersebut masih menjadikannya sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia per Mei 2026 ini.

1. Just Fontaine meledak bersama Nice dan Stade Reims

Just Fontaine lahir pada 18 Agustus 1933 di Marrakech, sebuah kota di Maroko yang saat itu masih menjadi koloni Prancis. Ia memulai karier sepak bolanya bersama US Marocaine. Fontaine mampu menunjukkan talentanya dari belia. Dilansir FIFA, ia mencetak 23 gol hanya dari 16 pertandingan di Liga Maroko pada usia 17 tahun. Penampilannya pun mencuri perhatian banyak pihak. Nice menjadi tim yang mendapatkannya pada 1953. Fontaine lantas membawa Nice menjuarai Coupe de France pada musim debutnya dan Ligue 1 Prancis pada 1955/1956.

Setelah mencetak 52 gol dari 83 penampilan, Fontaine kemudian meninggalkan Nice untuk bergabung dengan Stade Reims pada 1956. Tidak seperti di Nice, penggawa dengan tinggi sekitar 1,74 meter itu nirtrofi pada musim pertamanya membela Reims. Namun, ia menebus kegagalan tersebut pada 1957/1958. Fontaine membantu Reims menjuarai Ligue 1 sekaligus Coupe de France. Fontaine juga keluar sebagai top skor di Ligue 1 dengan 34 gol. Produktivitas ini otomatis membuatnya masuk skuad Prancis di Piala Dunia 1958 yang berlangsung di Swedia.

2. Just Fontaine mencetak 13 gol yang membuat Prancis berakhir di tempat ketiga di Piala Dunia 1958

Prancis tidak diunggulkan di Piala Dunia 1958. Sebab, mereka gagal untuk sekadar lolos dari fase grup 4 tahun sebelumnya. Namun, ketajaman Just Fontaine menjadi salah satu faktor yang membuat Les Bleus berhasil menghadirkan kejutan. Fontaine total mencetak 13 gol. Ia tidak pernah absen membobol gawang lawan. Sayangnya, Prancis hanya menempati peringkat ketiga usai mengalahkan Jerman 6-3.

Tim yang saat itu dilatih Albert Batteux tersebut kalah 2-5 pada semifinal dari Brasil yang akhirnya menjadi juara. Hasil akhir tersebut mungkin berbeda andai Prancis bermain dengan personel penuh sampai laga selesai. Sang kapten, Robert Jonquet, mengalami cedera parah ketika skor masih 1-1 pada menit 36. Ia tidak bisa melanjutkan pertandingan dan belum ada pergantian pada era tersebut.

3. Just Fontaine bermain di Piala Dunia 1958 dengan sepatu pinjaman

Dalam sebuah wawancara dengan FIFA pada 2016, Just Fontaine mengungkapkan salah satu faktor yang membuatnya tampil begitu ganas di Piala Dunia 1958. Ia menyebut, ini semua berkat operasi lutut yang dilakukannya pada Desember 1957. Dampaknya, ketika ajang tersebut tiba pada Juni setahun kemudian, Fontaine pun begitu bugar. Berdasarkan pernyataannya, ia bahkan merasa seperti berjalan di atas air. Namun, ada satu cerita yang jauh lebih menarik dari kiprah Fontaine di Piala Dunia 1958. Ia beraksi dengan sepatu pinjaman.

Sepatu Fontaine rusak dalam sesi latihan terakhir. Ia tidak membawa sepatu pengganti karena memang tidak menduga akan menjadi pilihan utama. Meski tampil menawan bersama Nice dan Reims, Fontaine bukan langganan Prancis sebelum Piala Dunia 1958. Ia cuma pernah mendapat kesempatan sebanyak 5 kali dan mencetak 3 gol yang tercipta dalam debutnya pada 1953. Beruntung, ada Stephane Bruey di skuad Prancis di Piala Dunia 1958. Bruey merupakan orang satu-satunya yang ukuran sepatunya sama persis dengan Fontaine.

Fontaine tidak pernah bermain lagi di Piala Dunia selain pada 1958. Ia bahkan pensiun sebagai pemain cukup muda dalam usia 28 tahun pada 1962 akibat cedera. Fontaine lantas berkiprah sebagai pelatih dengan menukangi Timnas Prancis (1967), Bagneres Luchon (1968—1969), Paris Saint-Germain (1973—1976), Toulouse (1978—1979), dan Timnas Maroko (1979—1980). Ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Asosiasi Pesepak Bola Prancis (UNFP) pada 1961 dan menjadi presiden pertamanya sampai 1964. Fontaine meninggal dunia pada 1 Maret 2023.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy