Penghapusan jatah wildcard turut berefek kepada pabrikan yang berpartisipasi di MotoGP. Mereka tidak akan mendapatkan data tambahan dari motor yang dikendarai pembalap berstatus wildcard. Referensi data sepenuhnya mengandalkan pembalap reguler yang memperkuat tim pabrikan dan satelit.
The Race melansir, KTM menjadi salah satu pihak yang sebetulnya ingin mempertahankan atau memperluas kelonggaran wildcard hingga 2027. Keinginan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran pabrikan asal Austria itu terhadap potensi kehilangan tim satelit mereka, Tech3. Jika Tech3 memutuskan menjadi tim satelit pabrikan lain, maka KTM hanya akan turun dengan dua motor. Pelarangan pembalap wildcard dapat menjadi pertanda KTM akan tetap memiliki tim satelit pada musim mendatang.
Selain itu, MotoGP juga melarang tim menurunkan pembalap wildcard dengan menggunakan motor bermesin 850cc pada sisa musim 2026. Pelarangan ini berlaku tanpa memandang posisi konsesi pabrikan yang diterapkan saat ini. Hal tersebut menutup kesempatan pabrikan untuk mendapat data dalam situasi pekan balap reguler.
Pabrikan kelas utama diprediksi akan sepenuhnya fokus kepada pengembangan motor 850cc pada musim panas tahun ini. Jika kondisinya seperti itu, maka pabrikan tak akan mendapatkan keuntungan apa pun apabila menurunkan motor versi musim ini pada seri berikutnya. Hingga saat ini, baru ada dua pabrikan yang menurunkan pembalap wildcard dalam empat seri perdana MotoGP 2026. Augusto Fernandez dari Yamaha dan Lorenzo Savadori yang mewakili Aprilia ambil bagian pada pekan balap GP Spanyol.
Penghapusan jatah wildcard menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pabrikan pada musim depan. Keterbatasan referensi data motor serta potensi menurunnya nilai tawar posisi pembalap tes patut mendapat atensi. Mau tidak mau, pabrikan harus beradaptasi agar tak tertinggal dalam persaingan di kejuaraan.