Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Momen Tak Terlupakan di Piala Dunia 1994, Mana yang Paling Ikonik?
ilustrasi pertandingan sepak bola (pexels.com/Kampus Production)
  • Piala Dunia 1994 di AS mencatat rekor penonton terbanyak sepanjang masa dengan total lebih dari 3,5 juta orang dan rata-rata hampir 69 ribu per pertandingan.
  • Oleg Salenko mencetak lima gol dalam satu laga melawan Kamerun, sementara Roger Milla memecahkan rekor sebagai pencetak gol tertua di usia 42 tahun.
  • Final Brasil vs Italia menjadi final pertama yang ditentukan lewat adu penalti, dengan Roberto Baggio gagal mengeksekusi tendangan penentu kemenangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat sering dianggap sebagai salah satu edisi paling unik. Kendati negara tuan rumah saat itu belum terlalu "gila" sepak bola seperti sekarang, ia justru melahirkan banyak hal menarik. Penggunaan stadion berkapasitas raksasa membuat Piala Dunia 1994 jadi yang paling ramai.

Sejumlah momen dramatis terjadi pada edisi ke-15 kejuaraan sepak bola bergengsi tersebut. Ada yang menjadi catatan emas, ada juga berakhir menjadi kesedihan. Apa saja? Berikut tujuh fakta menarik dan dramatis dari ajang yang kerap disingkat sebagai USA '94 itu.

1. Memecahkan rekor penonton Piala Dunia terbanyak sepanjang masa

Jumlah pertandingan saat itu memang lebih sedikit dibanding format sekarang. Namun, situs FIFA Museum menyebut, Piala Dunia 1994 mencatatkan total kehadiran 3.587.538 penonton. Bahkan, rata-rata penonton per pertandingan mencapai 68.991 orang.

Rekor tersebut ternyata bertahan per April 2026 ini. Alasannya, stadion-stadion di Amerika Serikat memang memiliki kapasitas raksasa sebab turut dipakai untuk pertandingan american football yang dikenal memiliki animo tinggi. Meski begitu, rekor tersebut kemungkinan besar akan dipecahkan pada 2026 karena Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.

2. Oleg Salenko mencetak 5 gol dalam 1 pertandingan

Penyerang Timnas Rusia, Oleg Salenko, mencatatkan sejarah yang sangat sulit dipecahkan. Dalam laga melawan Kamerun, ia mencetak 5 gol sekaligus dalam 1 pertandingan. Ini terjadi dalam laga terakhir penyisihan Grup B melawan Kamerun yang berlangsung di Stanford Stadium, Stanford, pada 28 Juni 1994.

Laga tersebut dimenangkan Rusia dengan skor telak 6-1, dengan satu gol lain datang dari Dmitri Radchenko. Berkat quinttrick ini, Salenko ditahbiskan sebagai top scorer turnamen bersama penyerang Bulgaria, Hristo Stoichkov. Sayangnya, Rusia langsung tersingkir pada babak grup setelah kalah di dua pertandingan awal.

3. Roger Milla menjadi pencetak gol tertua di Piala Dunia

Masih di pertandingan yang sama saat Oleg Salenko mencetak lima gol, striker senior Kamerun, Roger Milla, juga membuat rekor. Ia mencetak gol ke gawang Rusia pada usia 42 tahun 1 bulan 8 hari. Ini terjadi pada menit ke-46 pertandingan sekaligus perkecil ketinggalan Kamerun menjadi 3-1.

Encyclopedia Britannica menyebut, gol tersebut membuat Milla menjadi pencetak gol tertua pada putaran final Piala Dunia. Sebelumnya, sosok yang lebih banyak menghabiskan karier profesionalnya di Liga Prancis ini juga sudah dua kali tampil di Piala Dunia. Masing-masing saat berlangsung di Spanyol pada 1982 dengan usia sudah menginjak 30 tahun dan Piala Dunia 1990 saat Italia menjadi tuan rumah.

4. Karier internasional Diego Maradona berakhir dengan tragis

USA '94 jadi panggung internasional terakhir Diego Maradona. Setelah mencetak gol indah melawan Yunani dan merayakannya dengan cara berteriak ke arah kamera, legenda Napoli tersebut dinyatakan positif menggunakan ephedrine (zat terlarang) dalam tes doping. Dilansir EBSCO, Maradona mengeklaim, zat tersebut berasal dari obat penurun berat badan yang dikonsumsinya beberapa hari sebelum bertanding.

Namun, keputusan FIFA sudah bulat. Maradona dilarang bermain pada sisa turnamen dan langsung dipulangkan. Setelah itu, ia memutuskan pensiun membela Timnas Argentina, mengakhiri kiprahnya selama 17 tahun di sana. Selama itu, dirinya bermain dalam 91 pertandingan dengan mencetak 34 gol. Tanpa Maradona, La Albiceleste sendiri lolos susah payah ke babak 16 besar, tetapi takluk 0-2 dari Rumania.

5. Pertandingan Piala Dunia pertama yang digelar secara indoor

Stadion Pontiac Silverdome, yang terletak di pinggiran Detroit, menggelar pertandingan Piala Dunia pertama yang dimainkan di dalam ruangan (indoor). Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 18 Juni 1994, bertepatan dengan laga pembuka Grup A. Saat itu, tuan rumah, Amerika Serikat, menahan imbang Swiss dengan skor 1-1 di hadapan 73.425 penonton.

Rumput stadion sendiri ditanam kampus setempat, Michigan State University, dan kemudian dipasang di Silverdome. Berbicara kepada harian Los Angeles Times, striker Swiss, Georges Bregy, menyebut laga indoor ini memberi "atmosfer fantastis." Stadion yang sudah dirobohkan pada 2018 tersebut menghelat total lima pertandingan selama Piala Dunia 1994.

6. Final Piala Dunia yang ditentukan lewat adu penalti serta kesedihan Roberto Baggio

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, final Piala Dunia berakhir dengan skor 0-0 hingga babak tambahan. Laga Brasil kontra Italia yang berlangsung Stadion Rose Bowl, Pasadena, 17 Juli 1994, harus ditentukan lewat adu penalti. Dengan status tersebut, laga ini bahkan mendapat penghargaan dari Guinness World Records.

Momen paling ikonis terjadi ketika Roberto Baggio, bintang utama Italia yang menggendong tim hingga final, menendang bola jauh melampaui mistar gawang. Gli Azzuri kalah 2-3 dalam adu penalti lantaran dua penendang sebelumnya, Franco Baresi dan Daniele Massaro, juga gagal. Foto Baggio yang berdiri tertunduk lesu saat pemain Brasil begitu girang merayakan kemenangan jadi salah satu foto olahraga paling legendaris.

Nah, itu tadi enam hal unik dan dramatis yang terjadi di sepanjang Piala Dunia 1994. Apakah akan ada momen serupa terulang di tahun ini? Kita tunggu saja!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team