Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Musim Manchester City Era Pep Guardiola Gagal Juara Premier League
ilustrasi logo Manchester City (unsplash.com/supergios)
  • Pep Guardiola resmi mengakhiri masa 10 tahun bersama Manchester City pada akhir musim 2025/2026, meninggalkan warisan enam gelar Premier League dan berbagai trofi domestik lainnya.
  • Dalam empat musim tanpa gelar Premier League, Manchester City finis ketiga pada 2016/2017 dan 2024/2025, serta menjadi runner up pada 2019/2020 dan 2025/2026.
  • Liverpool dan Arsenal menjadi dua tim yang menggagalkan dominasi Manchester City di era Guardiola, masing-masing merebut gelar pada musim-musim kunci dalam perjalanan karier sang pelatih Spanyol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pep Guardiola resmi mengakhiri pengabdian 10 tahun bersama Manchester City pada akhir musim 2025/2026. Setelah sedekade penuh dengan kesuksesan, arsitek berpaspor Spanyol ini memilih meninggalkan Etihad Stadium. Juru taktik berusia 55 tahun ini sukses dengan legasi besarnya melalui prestasi berupa enam gelar juara English Premier League

Kendati mendominasi Premier League bersama Manchester City, Guardiola juga pernah gagal juara dalam empat musim berbeda. Seperti apa hasilnya? Simak berikut ini. 

1. Musim perdana Pep Guardiola pada 2016/2017, Manchester City finis ketiga

Pep Guardiola ditunjuk Manchester City pada musim panas 2016. Pada musim debutnya, sang pelatih hanya mampu mengakhiri musim di peringkat ketiga. Manchester City finis di bawah Tottenham Hotspur dan Chelsea yang merengkuh gelar juara dengan rekor 93 poin. 

Kendati belum juara, musim debut Guardiola di Inggris cukup menjanjikan. Manchester City mampu dibawanya mengakhiri musim dengan 78 poin. Dari 38 laga, Manchester City menang 23 kali, imbang 9 kali, dan kalah 6 kali. Meski datang dengan reputasi sebagai pelatih besar dan telah belanja banyak pemain, Guardiola tak langsung juara bersama Manchester City.

2. Manchester City mengakhiri musim sebagai runner up di Premier League 2019/2020

Manchester City memasuki musim 2019/2020 sebagai juara bertahan. Sebelumnya, Pep Guardiola telah memberikan trofi Premier League dalam 2 musim beruntun. Gelar juara pertamanya diperoleh dengan rekor 100 poin pada 2017/2018. Setelah itu, Manchester City bertarung dengan Liverpool dalam perebutan titel juara yang sengit. Manchester City sukses juara dengan torehan 98 poin, hanya unggul satu angka dari Liverpool dengan 97 poin. 

Namun, Manchester City tak mampu mempertahankan trofinya pada 2019/2020. Liverpool membalas kekalahan pada musim sebelumnya dengan juara. Tim yang saat itu ditangani Juergen Klopp juara dengan 99 poin. Ini mengakhiri penantian puasa gelar juara mereka selama 30 tahun. Sementara, Manchester City harus puas berada di posisi kedua setelah mengoleksi 81 poin. Manchester City gagal juara setelah berjarak 18 poin dengan Liverpool.

3. Pada 2024/2025, Manchester City berada di urutan ketiga ketika musim rampung

Setelah kegagalan di Premier League 2019/2020, Pep Guardiola kembali menunjukkan taringnya. Ia membawa Manchester City mencetak sejarah sebagai tim Inggris pertama yang menjuarai Premier League dalam 4 musim beruntun. Dominasi Manchester City ini terjadi pada 2020–2024. Namun, Guardiola akhirnya kembali kalah dalam perebutan juara pada 2024/2025. 

Liverpool menjadi penghenti dominasi Manchester City di Premier League. Namun, Liverpool kali ini dengan wajah baru. Sepeninggal Juergen Klopp yang memutuskan hengkang pada 2024, Liverpool menunjuk Arne Slot sebagai suksesor. Tanpa diduga dan diprediksi, pelatih asal Belanda ini sukses membawa Liverpool menjuarai Premier League pada musim debutnya. 

Sejatinya, Manchester City mampu bersaing juara pada awal musim. Bersama Arsenal, Manchester City menempel ketat Liverpool. Namun, Liverpool menunjukkan konsistensinya hingga juara dengan 84 poin. Sementara, Manchester City hanya finis di peringkat ketiga dengan 71 poin, di bawah Arsenal yang menghuni peringkat kedua dengan 74 poin.

4. Musim terakhir Pep Guardiola, Manchester City finis kedua di Premier League 2025/2026

Pep Guardiola mengakhiri musim 2025/2026 tanpa gelar juara Premier League. Setelah mendominasi dalam beberapa tahun terakhir, Manchester City kembali gagal juara. Ini merupakan kali pertama Manchester City tidak juara dalam 2 musim beruntun. 

Pada 2025/2026, Manchester City harus merelakan trofi Premier League kepada Arsenal. Guardiola kalah bersaing dengan mantan asistennya sendiri, yakni Mikel Arteta. Perebutan gelar juara ini sejatinya berlangsung hingga pekan ke-37. Sayangnya, Manchester City gagal juara setelah hanya imbang. Arsenal memastikan buka puasa gelar liga setelah 22 tahun. 

Arsenal juara dan mengakhiri musim dengan 85 poin. Sementara, Manchester City finis sebagai runner up dengan koleksi 78 poin. Kendati tak berhasil memberikan trofi Premier League pada akhir kariernya di Etihad Stadium, bukan berarti Guardiola nihil trofi pada 2025/2026. Sang juru taktik memberikan persembahan terakhir dengan menjuarai Piala FA dan Piala Liga Inggris. 

Pep Guardiola meninggalkan Manchester City sebagai legenda. Bukan hanya bagi publik Etihad Stadium, tetapi juga sepak bola Inggris. Kendati melewatkan 4 musim tanpa juara Premier League, ini tak menihilkan pencapaian gemilangnya dengan mampu juara 6 kali dalam 10 tahun masa baktinya. Menarik ditunggu kelanjutan kariernya setelah dari Manchester City.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article