Jude Bellingham, Titisan Zidane di Inggris yang Coba Tiru Jejaknya

- Jude Bellingham jadi pemain kunci Inggris di Piala Dunia 2026 dan disamakan dengan legenda Prancis, Zinedine Zidane, karena perannya yang dominan di lapangan.
- John Terry memuji ketenangan dan kemampuan individu Bellingham yang disebut sudah setara pemain kelas dunia serta mampu mengangkat performa tim secara signifikan.
- Bellingham mencetak enam gol penting, termasuk empat gol penentu kemenangan atas Meksiko dan Norwegia, yang membantu Inggris melaju ke babak selanjutnya.
Jakarta, IDN Times - Jude Bellingham menjelma jadi sosok kunci di tubuh Inggris selama Piala Dunia 2026. Bahkan, dia sudah disamakan dengan legenda asal Prancis, Zinedine Zidane.
"Saya sudah bilang di awal Piala Dunia 2026, Bellingham mengingatkan saya pada Zidane. Dia sedang membawa tim ini melaju jauh," ujar legenda Inggris, John Terry, dilansir situs resmi FIFA.
1. Bellingham tenang, pemain kelas dunia
Terry mengungkapkan, Bellingham sudah memiliki atribut pemain kelas dunia. Tidak cuma itu, dia juga tenang dan memiliki kemampuan individu di atas rata-rata dan bisa berdampak besar pada performa tim.
"Saya rasa, dia pemain kelas dunia. Selain itu, jika Anda mendengarkannya di luar lapangan, dia juga memiliki ketenangan yang luar biasa," ujar Terry.
2. Bellingham yang menggendong Inggris
Bellingham dianggap memiliki peran serupa dengan yang pernah dilakukan Zidane pada Piala Dunia 1998 dan 2006 bersama Prancis. Saat itu, Zidane berhasil membawa Prancis melaju jauh, bahkan ke final dan jadi juara.
Kini, Bellingham mencoba meniru apa yang dilakukan Zidane. Inggris sudah menapaki semifinal dan selangkah lagi ke partai puncak.
3. Bellingham kerap membawa Inggris lolos momen krusial
Sejauh ini, Bellingham sudah mencetak enam gol untuk The Three Lions di Piala Dunia 2026. Sebanyak empat dari enam gol yang dicetak Bellingham membawa Inggris lolos dari momen krusial.
Brace Bellingham membawa Inggris menang atas Meksiko di babak 16 besar, lalu dua gol lainnya tercipta kala Inggris comeback saat menghadapi Norwegia di perempat final.


















