Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Musim Manchester City Era Pep Guardiola Gagal ke Perempat Final UCL
ilustrasi Manchester City (pexels.com/Mylo Kaye)
  • Pep Guardiola sukses membawa Manchester City ke dua final UCL dan meraih treble winners pada musim 2022/2023, namun juga mengalami tiga kegagalan di babak awal kompetisi Eropa.
  • Musim debut Guardiola 2016/2017 berakhir dengan tersingkirnya Manchester City dari AS Monaco di babak 16 besar setelah kalah produktivitas gol tandang meski agregat imbang 5-5.
  • Dalam dua musim terakhir, Manchester City kembali gagal melaju jauh di UCL setelah disingkirkan Real Madrid pada fase playoff 2024/2025 dan babak 16 besar 2025/2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pep Guardiola adalah pelatih pertama yang membawa Manchester City ke final UEFA Champions League (UCL). Itu terjadi pada 2020/2021, meski berujung kekalahan dari Chelsea. Guardiola lalu membawa The Citizens ke final UCL kedua pada 2022/2023. Hasilnya, pelatih Spanyol itu membawa mereka juara, bahkan sekaligus meraih treble winners.

Meski demikian, Guardiola tak melulu bisa berprestasi di Eropa bareng Manchester City. Dalam 10 musim memimpin Manchester City di UCL, ia tiga kali gagal membawa mereka mencapai setidaknya babak perempat final. Per 2025/2026, inilah ketiga kegagalan tersebut.

1. Manchester City disingkirkan AS Monaco pada babak 16 besar UCL 2016/2017

Pep Guardiola mulai melatih Manchester City pada 2016/2017. Hasilnya, musim debutnya itu berakhir tanpa trofi. Manchester City hanya finis di peringkat ketiga English Premier League dan terhenti pada babak 16 besar UCL. Kegagalan itu terbilang tak mengherankan karena mereka tampil tak meyakinkan sejak awal.

Pada fase grup, Manchester City hanya meraih 2 kemenangan dalam 6 laga. Salah satunya memang terbilang apik, yaitu kemenangan 3-1 atas Barcelona. Namun, anak asuh Pep Guardiola lebih dulu terbantai 0-4 oleh El Barca. Manchester City juga tertahan imbang dalam tiga laga lainnya. Beruntung, mereka tetap lolos dari fase grup sebagai runner-up.

Manchester City lalu berjumpa AS Monaco pada babak 16 besar. Pada leg pertama, The Citizens yang jadi tuan rumah menang 5-3 melalui proses comeback. Namun, mereka kalah 1-3 pada leg kedua di Monako. Skor agregat imbang 5-5, tetapi Manchester City tersingkir karena kalah produktivitas gol tandang.

2. Manchester City tersingkir pada fase playoff knockout UCL 2024/2025

Selama 7 musim beruntun setelah 2016/2017, Manchester City selalu berhasil mencapai minimal babak perempat final UCL. Namun, rentetan itu terhenti pada 2024/2025. The Citizens kesulitan bersaing sejak putaran pertama yang menggunakan format baru yaitu liga. Mereka sempat terancam gagal lolos gara-gara 3 kekalahan dalam 7 laga pertama.

Manchester City baru dipastikan lolos setelah menang atas Club Brugge pada matchday terakhir. Namun, mereka hanya finis di peringkat 22 klasemen hingga harus melakoni fase playoff knockout. Sialnya, Manchester City bertemu Real Madrid yang berstatus juara bertahan. Pasukan Pep Guardiola kalah dalam dua laga, masing-masing dengan skor 2-3 dan 1-3.

Pada laga pertama, brace Erling Haaland sempat membawa Manchester City unggul 2-1. Namun, terkena comeback pada menit-menit akhir. Manchester City lalu dibobol hattrick Kylian Mbappe pada duel kedua dan hanya bisa membalas sekali. The Citizens akhirnya menutup 2024/2025 tanpa trofi selain Community Shield yang diraih pada awal musim.

3. Manchester City kembali disingkirkan Real Madrid di UCL 2025/2026

Terbaru, Manchester City sudah tersingkir dari Liga Champions 2025/2026. Mereka lagi-lagi diempaskan Real Madrid, kali ini pada babak 16 besar. Manchester City sebenarnya tampil meyakinkan pada fase liga. Mereka finis di delapan besar klasemen fase liga hingga lolos langsung ke babak 16 besar.

Sebaliknya, Real Madrid harus lebih dulu melalui fase playoff. Manchester City pun menjadi unggulan atas Real Madrid pada babak 16 besa. Mereka juga mendapat keuntungan berupa jatah tuan rumah pada leg kedua. Sayangnya, The Citizens keburu mendapat defisit tiga gol pada laga pertama. Mereka keok 0-3 di Madrid karena hattrick Federico Valverde.

Manchester City pun harus menang dengan selisih minimal empat gol pada duel kedua untuk bisa comeback. Hasilnya, jangankan comeback, mereka malah keok lagi 1-2 hingga kalah agregat 1-5. Itu menjadi kali keempat dalam 5 musim terakhir pasukan The Citizens besutan Pep Guardiola disingkirkan Real Madrid.

Kontrak Pep Guardiola di Manchester City akan habis pada musim panas 2027. Jika kontraknya tak diperpanjang, 2026/2027 mendatang akan menjadi musim terakhirnya menangani Manchester City. Menarik ditunggu sejauh apa Guardiola mampu membawa The Citizens berprestasi di UCL sebelum berpisah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team