Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Musim Real Madrid Lolos dari Fase Gugur UCL meski Kalah pada Leg 1
ilustrasi logo Real Madrid (unsplash.com/simonreza_)
  • Real Madrid kalah 1-2 dari Bayern Munich pada leg pertama perempat final UCL 2025/2026, namun sejarah menunjukkan mereka empat kali lolos meski sempat tertinggal di leg awal.
  • Dalam empat musim tersebut, Madrid sukses comeback melawan Galatasaray (2000/2001), Bayern Munich (2001/2002), Wolfsburg (2015/2016), serta PSG dan Manchester City (2021/2022).
  • Tiga dari empat musim comeback itu berujung gelar juara Liga Champions bagi Real Madrid, menegaskan reputasi mereka sebagai tim spesialis kebangkitan di fase gugur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Real Madrid berada dalam posisi yang tidak ideal di Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026. Peluang mereka untuk menembus semifinal terancam akibat kalah 1-2 dari Bayern Munich pada leg pertama (7/4/2026). Makin sulit, Los Blancos bakal melakoni leg kedua sebagai tamu di Allianz Arena pada Rabu (15/4/2026).

Namun, bukan berarti itu adalah hal yang mustahil. Para pendahulu mereka sendiri sudah membuktikan mampu melakukannya. Sejak UCL memasuki era baru pada 1992/1993, ada 4 musim ketika Real Madrid berhasil lolos dari fase gugur meski kalah pada leg pertama. Bayern bahkan menjadi salah satu yang mereka singkirkan.

1. Real Madrid kalah 2-3 dari Galatasaray pada leg pertama perempat final UCL 2000/2001 dan menang 3-0 pada leg kedua

Real Madrid berstatus sebagai juara bertahan di Liga Champions 2000/2001. Mereka berhasil lolos dari dua fase grup yang berlangsung. Tim yang saat itu dilatih Vicente del Bosque tersebut lantas bertemu Galatasaray pada perempat final. Mereka bermain sebagai tamu lebih dulu di Ali Sami Yen Stadyum pada leg pertama (3/4/2001). Madrid sebetulnya sempat unggul 2-0 berkat gol Ivan Helguera (33’) dan Claude Makelele (42’). Namun, mereka kalah 2-3 akibat kecolongan gol Umit Davala (47’), Hasan Sas (65’), dan Mario Jardel (75’).

Namun, Fernando Hierro dan kolega tidak panik akibat hasil mengejutkan tersebut. Mereka menang nyaman ketika bermain di Santiago Bernabeu pada leg kedua (18/4/2001). Madrid membantai Galatasaray 3-0. Seluruh golnya bahkan tercipta pada babak pertama melalui Raul Gonzalez (15’, 37’) dan Helguera (28’). Sayangnya, Madrid tidak mampu mempertahankan trofi. Langkah mereka terhenti pada semifinal usai disingkirkan Bayern Munich dengan agregat 1-3. Madrid kalah 0-1 pada leg pertama dan 1-2 pada leg kedua.

2. Real Madrid kalah 1-2 dari Bayern Munich pada leg pertama perempat final UCL 2001/2002 dan menang 2-0 pada leg kedua

Momen ketika Real Madrid menyingkirkan Bayern Munich secara comeback pada fase gugur Liga Champions terjadi pada 2001/2002. Keduanya berjumpa pada perempat final. Madrid kalah 1-2 ketika bermain sebagai tamu di Olympiastadion Munich pada leg pertama (2/4/2002). Njitap Geremi sempat membawa mereka memimpin (11’) sebelum Bayern membalikkan keadaan lewat Stefan Effenberg (82’) dan Claudio Pizarro (88’).

Madrid kemudian menang 2-0 di Santiago Bernabeu pada leg kedua (10/4/2002). Golnya berasal dari Ivan Helguera (69’) dan Guti Hernandez (85’). Madrid pun resmi menyingkirkan Bayern yang berstatus juara bertahan. Mereka lantas mengakhiri musim sebagai pemenang. Tim yang masih dilatih Vicente del Bosque ini menang dengan agregat 3-1 atas Barcelona pada semifinal dan mengalahkan Bayer Leverkusen 3-1 saat final.

3. Real Madrid kalah 0-2 dari Wolfsburg pada leg pertama perempat final UCL 2015/2016 dan menang 3-0 pada leg kedua

Real Madrid kembali menjuarai Liga Champions pada 2015/2016 setelah hampir tersingkir. Mereka bertemu Wolfsburg pada perempat final. Secara mengejutkan, Real Madrid kalah 0-2 ketika bermain sebagai tamu di Volkswagen Arena pada leg pertama (6/4/2016). Ricardo Rodriguez mengesekusi tendangan penalti pada menit 18 dan Maximilian Arnold mencetak gol dari skema permainan terbuka 7 menit berselang.

Namun, Madrid menunjukkan jati dirinya di Santiago Bernabeu pada leg kedua (12/4/2016). Cristiano Ronaldo mencetak hattrick. Ia menyontek umpan Dani Carvajal pada menit 16 dan menanduk crossing Toni Kroos beberapa detik kemudian. Ronaldo lantas memastikan kemenangan melalui tendangan bebas pada menit 77. Real Madrid menang dengan agregat 1-0 atas Manchester City pada semifinal dan mengalahkan Atletico Madrid lewat adu penalti pada final.

4. Real Madrid comeback pada 16 besar dan semifinal UCL 2021/2022

Musim keempat ketika Real Madrid berhasil comeback pada fase gugur Liga Champions terjadi pada 2021/2022. Mereka dua kali melakukannya, yaitu pada 16 besar dan semifinal. Paris Saint-Germain menjadi korban pertama. PSG menang di Parc des Princes (15/2/2022) berkat gol tunggal Kylian Mbappe pada menit 90+4. Mbappe lantas sempat membawa PSG menjauh pada leg kedua yang berlangsung di Santiago Bernabeu (9/3/2022) lewat golnya pada menit 39. Namun, Madrid akhirnya menang dengan agregat 3-2 berkat hattrick Karim Benzema pada menit 61, 76, dan 78. Mereka kemudian menaklukkan Chelsea dengan agregat 5-4 pada perempat final.

Madrid bersua Manchester City pada semifinal. Madrid kalah 3-4 di Etihad Stadium pada leg pertama (26/4/2022). Tiga gol mereka dicetak Karim Benzema (33’, 82’) dan Vinicius Junior (55’). Sementara, Manchester City mendapat golnya dari Kevin De Bruyne (2’), Gabriel Jesus (11’), Phil Foden (53’), dan Bernardo Silva (74’). Madrid lantas menang 3-1 pada leg kedua (4/5/2022) lewat babak tambahan. Manchester City mencetak gol lebih dulu melalui Riyad Mahrez (73’). Madrid membalasnya melalui Rodrygo (90’, 90+1’) dan Karim Benzema (90+5’). Madrid keluar sebagai juara usai menaklukkan Liverpool lewat gol tunggal Vinicius (59’).

Real Madrid berhasil mengakhiri 3 dari 4 musim di atas sebagai juara. Lantas, apakah hasil serupa akan kembali terjadi pada 2025/2026 ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team