6 Pemain Paling Diandalkan Oliver Glasner di Crystal Palace

Oliver Glasner memutuskan untuk tak memperpanjang kontraknya bersama Crystal Palace yang akan habis pada musim panas 2026. Keputusan tersebut mengakhiri masa kerja sama yang berlangsung selama 2,5 tahun (2024–2026). Dalam kurun waktu tersebut, ia sukses menghadirkan tiga gelar juara, yakni FA Cup 2024/2026, Community Shield 2025/2026, dan UEFA Conference League 2025/2026.
Selama melatih Crystal Palace, Glasner memimpin 121 laga. Ia memiliki sejumlah pemain andalan, dilihat dari jumlah laga yang dimainkan. Bahkan, ada yang absen dalam delapan laga saja.
1. Tyrick Mitchell (113 laga) hanya absen dalam delapan laga
Pemain diandalkan Oliver Glasner selama melatih Crystal Palace adalah Tyrick Mitchell. Bek kiri asal Inggris itu hanya absen 8 kali dalam 121 laga yang dipimpin Glasner di tim ini. Itu artinya, ia memainkan 113 laga. Dalam kurun waktu tersebut, ia tampil cukup produktif sebagai bek sayap dengan mencetak 4 gol dan 11 assist.
2. Jean-Philippe Mateta (109 laga) menjadi pemain Crystal Palace tertajam pada era Oliver Glasner
Jean-Philippe Mateta sangat berkembang saat dilatih Oliver Glasner. Pemain berusia 28 tahun tersebut hadir sebagai penyerang tajam bagi Crystal Palace. Torehan 46 gol dan 9 assist dari 109 laga selama dilatih Glasner menjadi buktinya. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain Crystal Palace paling tajam pada era kepelatihan pelatih asal Austria tersebut. Torehan tersebut juga membawanya dipanggil Timnas Prancis ke Piala Dunia 2026.
3. Dean Henderson (106 laga) menjadi pilihan utama di posisi kiper
Untuk posisi kiper, Oliver Glasner amat percaya kepada kualitas Dean Henderson. Kiper asal Inggris itu sering melakukan penyelamatan-penyelamatan krusial bagi Crystal Palace. Di samping itu, ia pun memiliki performa konsisten. Tak heran, ia menjadi pilihan utama di bawah mistar. Selama dilatih Glasner, Henderson mencatatkan 106 laga dengan menghasilkan 47 nirbobol dan kebobolan 127 gol.
4. Daniel Munoz (105 laga) hadir sebagai bek yang aktif menyerang dan bertahan
Oliver Glasner membutuhkan sosok bek sayap yang rajin dan aktif dalam menyerang dan bertahan. Kriteria tersebut ada dalam diri Daniel Munoz yang menjadi pilihan utama di posisi bek kanan. Pria asal Kolombia itu sering berduel dan produktif dalam membantu serangan. Hasilnya, ia bisa mencetak 11 gol dan 16 assist dari 105 laga.
5. Will Hughes (100 laga) hanya bermain penuh dalam 17 laga
Will Hughes memainkan 100 laga dengan menyumbang 8 assist selama dilatih Oliver Glasner di Crystal Palace. Namun, ia hanya tampil penuh dalam 17 laga. Secara perincian, ia memainkan 37 laga sebagai pemain pengganti dan 46 laga diganti pada pertengahan laga. Meski begitu, catatan tersebut tetap membuatnya menjadi pemain paling diandalkan di lini tengah.
6. Maxence Lacroix (98 laga) tampil solid di lini belakang
Sama seperti Jean-Philippe Mateta, Maxence Lacroix juga berkembang pada era Oliver Glasner. Dengan performa yang meningkat, ia pun bisa membela Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Itu merupakan hasil dari penampilan solid di lini belakang yang dilakoni dalam 98 laga di bawah arahan Glasner. Dalam kurun waktu tersebut, ia mencetak 4 gol dan 4 assist. Lacroix sendiri merupakan salah satu rekrutan awal Glasner di Crystal Palace.
Kepergian Oliver Glasner dari Crystal Palace menandai berakhirnya periode sukses dalam karier kepelatihannya. Ke depan, ia berpeluang besar menjadi salah satu nama panas dalam bursa pelatih klub-klub elite Eropa berkat rekam jejak dan prestasinya bersama Crystal Palace.

















