Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Musim Terburuk Arsenal sebelum Juara EPL 2025/2026
Emirates Stadium (unsplash.com/Nelson Ndongala)
  • Arsenal mengakhiri penantian 22 tahun dengan menjuarai Premier League 2025/2026 di bawah Mikel Arteta, unggul empat poin dari Manchester City.
  • Tiga musim terburuk sebelum kebangkitan terjadi pada 2017/2018, 2019/2020, dan 2020/2021 ketika Arsenal gagal menembus lima besar klasemen.
  • Kesabaran manajemen mempertahankan Arteta meski sempat finis di posisi delapan akhirnya membuahkan hasil dengan kembalinya Arsenal ke puncak sepak bola Inggris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Arsenal akhirnya berhasil mengakhiri puasa gelar juara English Premier League pada 2025/2026. Setelah menanti selama 22 tahun, para pendukung The Gunners kembali melihat tim kebanggaannya finis sebagai pemuncak klasemen. Dengan satu laga tersisa per 20 Mei 2026, skuad besutan Mikel Arteta mengoleksi 82 poin dan unggul 4 poin dari Manchester City di peringkat kedua.

Dalam perjuangan kembali merengkuh gelar juara sejak 2004/2005 hingga 2025/2026, Arsenal sempat melewati beberapa musim yang tak memuaskan. Dari segi peringkat serta torehan poin, berikut tiga musim terburuk Arsenal sebelum mengakhiri puasa gelar juara Premier League, seluruhnya tak mampu menembus peringkat lima besar.

1. Arsenal finis di peringkat 6 pada 2017/2018

Setelah juara pada 2003/2004, Arsenal tetap mampu bersaing di papan atas dan selalu finis di peringkat lima besar hingga 2016/2017. Namun, The Gunners akhirnya menunjukkan penampilan buruk hingga gagal menembus peringkat lima besar pada 2017/2018. Periode ini sekaligus menjadi musim terakhir Arsene Wenger menangani tim. 

The Gunners telah menunjukkan performa yang tak meyakinkan sejak awal musim ini. Mereka hanya meraih 1 kemenangan dalam 3 laga sejak pekan 2 hingga 4. Hasil tersebut membuat tim besutan Arsene Wenger terlempar dari peringkat sepuluh besar. 

Petr Cech dan kolega juga memiliki catatan negatif menjelang akhir musim. Dalam tiga laga sejak pekan 27 hingga 29, mereka selalu kalah dan hanya mencetak satu gol. Arsenal akhirnya hanya finis di peringkat keenam dengan torehan 63 poin, sementara Manchester City menjadi juara dengan 100 poin.

2. Arsenal berakhir di peringkat 8 pada 2019/2020

Arsenal tampil buruk pada paruh pertama Premier League 2019/2020. Mereka hanya menang dalam empat laga hingga pekan 13. Tren negatif itu membuat manajemen memutuskan untuk memecat Unai Emery dari jabatannya sebagai manajer dan menunjuk Mikel Arteta sebagai penggantinya.

Arteta mulai mengawal skuad pada 22 Desember 2019, ketika tim tengah terpuruk di peringkat kesebelas. Sang pelatih sempat menemui kesulitan untuk membawa timnya bangkit dalam beberapa laga pertama. Sejak pekan 19 hingga 25, The Gunners hanya meraih satu kemenangan. 

Pada akhirnya, skuad yang dihuni Pierre-Emerick Aubameyang mengakhiri musim di peringkat kedelapan. Mereka hanya memiliki 56 poin dari 38 laga. Sedangkan, gelar juara berhasil direbut Liverpool dengan 99 poin.

3. Arsenal kembali finis di peringkat 8 pada 2020/2021

Setelah musim yang tak mudah pada 2019/2020, Arsenal gagal menunjukkan peningkatan signifikan pada musim berikutnya. Di Premier League 2020/2021, mereka kembali finis di peringkat kedelapan. Namun dari segi pendapatan poin, The Gunners menunjukkan peningkatan dengan mengumpulkan 61 poin dari hasil 18 menang, 7 imbang, dan 13 kalah. Meski demikian, manajemen tetap memilih untuk mempertahankan Arteta sebagai juru taktik.

Catatan negatif mewarnai perjalanan Arsenal pada paruh pertama musim ini. Sejak pekan 5 hingga 14, mereka hanya menang dalam 1 laga dan kalah 7 laga. Hasil tersebut membuat The Gunners terjebak di peringkat ke-15.

Untungnya, Arteta mampu membawa anak asuhnya tampil lebih baik pada paruh kedua. Mereka mencatatkan tiga kemenangan beruntun sejak pekan 15 hingga 17.  Selain itu, pasukan Arteta juga selalu menang dalam lima laga terakhir.

Meski sempat terpuruk dan beberapa kali gagal menembus papan atas, Arsenal tetap menunjukkan kesabaran dalam membangun kembali kekuatan tim. Keputusan mempertahankan Mikel Arteta di tengah tekanan akhirnya berbuah manis dengan keberhasilan mereka menjuarai Premier League 2025/2026. Gelar ini sekaligus menjadi penutup sempurna atas perjalanan panjang The Gunners keluar dari masa-masa sulit menuju kembali ke puncak sepak bola Inggris.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team