Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bintang Barcelona, Pedri (dok. LaLiga via Footballicious)
Bintang Barcelona, Pedri (dok. LaLiga via Footballicious)

Intinya sih...

  • Pedri pemain idaman Perez

  • Rencana pembajakan Pedri dari Barcelona dilaksanakan 2027

  • Barcelona bersikap tenang atas rumor ini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Real Madrid ternyata memiliki hasrat terpendam untuk melakukan transfer kontroversial. Mereka berniat membuat judas lainnya dalam El Clasico, seperti yang pernah dilakukan terhadap Luis Figo.

Masih lekat dalam ingatan bagaimana Figo secara kontroversial menyeberang langsung dari Barcelona ke Madrid pada 2000 lalu. Kepindahan Figo membuat suporter Barcelona marah, hingga akhirnya menjadi korban lemparan kepala babi dalam duel El Clasico di Camp Nou.

Kini, Madrid hendak melakukan hal serupa. Kali ini, mereka menargetkan Pedri untuk bisa dijadikan judas lainnya dalam El Clasico.

1. Pedri pemain idaman Perez

El Desmarque melansir, Pedri merupakan gelandang kreatif idaman Presiden Madrid, Florentino Perez. Pria 23 tahun tersebut dianggap Perez sebagai gelandang terbaik di posisinya, dan layak untuk menjadi pemain Los Blancos.

Kebetulan, Madrid butuh pemain tengah kreatif karena hingga sekarang belum mendapatkan pengganti sepadan Toni Kroos. Sejumlah pemain sempat dikaitkan dengan Madrid seperti Rodri dan Vitinha. Namun, ada rumor menyebutkan Perez lebih tertarik dengan Pedri.

2. Rencananya dilaksanakan 2027

Misi Madrid mendatangkan Pedri kemungkinan tak terealisasi dalam waktu dekat. Rumor menyebutkan, Madrid mau mendatangkan Pedri pada 2027 mendatang.

Perez yakin bisa merekrut Pedri, sekaligus melemahkan Barcelona. Uang dalam jumlah besar bakal disiapkan Madrid demi mendapatkan jasa pemain Timnas Spanyol tersebut.

3. Barcelona bersikap tenang

Di sisi lain, Barcelona dengan tenang tak terpengaruh dengan rumor tersebut. Mereka yakin Pedri bakal bertahan, dan enggan membuka negosiasi dengan klub mana pun, termasuk Madrid untuk Pedri.

Situasi makin sulit buat Madrid, karena belakangan hubungannya dengan Barcelona secara politis memburuk. Barcelona curiga Madrid mendorong otoritas sepak bola Spanyol hingga UEFA untuk menjatuhkan sanksi dalam Caso de Negreira.

Respons pertama Barcelona atas situasi itu adalah menarik diri dari rencana European Super League. Dengan aksi tersebut, maka Madrid tinggal sendirian dalam ide ESL.

Editorial Team