Barcelona Mundur dari European Super League, Tersisa Real Madrid

- Barcelona mundur dari European Super League
- Cuma Real Madrid dan A22 Sports Management yang tersisa dalam proyek ESL
- Mundurnya Barcelona dipicu oleh hubungannya dengan Real Madrid yang mulai renggang akibat Caso de Negreira
Jakarta, IDN Times - Wacana European Super League (ESL) kini terancam. Anggota Founding Clubs kini tersisa Real Madrid, karena Barcelona baru saja mundur dari keterlibatannya dalam ide tersebut.
Manajemen Barcelona mengumumkan keputusan itu lewat situs resminya. Namun, mereka tak mengumumkan apa alasan yang membuat Barcelona mundur.
"Barcelona mengumumkan, secara formal mundur dari perusahaan European Super League dan tak lagi terlibat dalam proyek tersebut," begitu pernyataan resmi Azulgrana.
1. Dipicu hubungan Barcelona dan Real Madrid yang renggang
Diduga, mundurnya Barcelona dipicu oleh hubungannya dengan Real Madrid yang secara politis mulai renggang akibat Caso de Negreira. Manajemen Barcelona kesal dengan Madrid karena sikapnya yang agresif dalam kasus tersebut.
Los Blancos meminta UEFA serta Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk memberikan hukuman berat kepada Barcelona atas kasus tersebut. Sementara, Barcelona memang sudah di ambang hukuman atas tudingan korupsi dalam olahraga atas kasus ini.
2. Laporta kesal ke Madrid sejak akhir 2025
Dugaan itu kian kuat setelah Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan kekesalannya kepada publik dengan Madrid sejak Desember 2025 lalu. Secara tegas, Laporta menyatakan jika Madrid sengaja dan mendorong seluruh otoritas terkait agar Barcelona dihukum akibat Caso de Negreira.
Menyambung pernyataan itu, Laporta menegaskan Barcelona akan memikirkan ulang keterlibatannya dalam proyek ESL karena ingin mendorong perdamaian dalam sepak bola Eropa.
3. Kini, tersisa Madrid dan A22 Sports Management
Dengan mundurnya Barcelona, maka kini tinggal Madrid dan A22 Sports Management yang berada dalam proyek ESL. Kubu Madrid saat ini ingin melakukan advokasi terlebih dulu untuk meninjau ide Super League.
Salah satu gagasan yang muncul, mereka mau melibatkan 18 klub dengan sistem promosi-degradasi dan dibagi ke dalam tiga divisi berbeda.

















