Jakarta, IDN Times - Paradoks terjadi di Real Madrid. Vokal perkara isu rasisme yang menimpa Vinicius Junior, justru salah satu pemainnya melakukan serangan rasial ke orang lain.
Pada leg 1 babak 16 besar Liga Champions 2025/26, Madrid bersuara keras terkait kasus rasisme yang dialami Vinicius. Rasisme itu diduga dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Kala itu situasi memanas, dan laga sempat terhenti 10 menit, meski akhirnya bisa dilanjutkan lagi. Namun, pada perkembangannya, bek Real Madrid, Dean Huijsen, malah menyinggung sejumlah pihak dengan aksinya.
