UEFA Resmi Skorsing Prestianni saat Madrid vs Benfica, Picu Ketegangan

- UEFA menjatuhkan skors sementara kepada Gianluca Prestianni dari Benfica atas dugaan tindakan rasis terhadap Vinicius Junior, sambil menunggu hasil investigasi penuh sesuai regulasi Pasal 14.
- Benfica menyayangkan keputusan tersebut dan menilai timnya dirugikan sebelum investigasi selesai, namun tetap menegaskan komitmen klub melawan segala bentuk diskriminasi rasial.
- Laga leg kedua Real Madrid vs Benfica di Santiago Bernabeu diprediksi berlangsung panas karena absennya Prestianni, sementara klub Portugal itu berencana mengajukan banding ke UEFA.
Jakarta, IDN Times - UEFA memutuskan untuk memberikan skorsing kepada winger Benfica, Gianluca Prestianni, imbas kasus dugaan rasisme kepada Vinicius Junior. Saat melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu dalam leg 2 play-off fase gugur, Rabu dini hari WIB (25/2/2026), Prestianni tak boleh bermain.
Sebenarnya, Prestianni sudah bersaksi di depan Komisi Disiplin UEFA atas insiden tersebut. Dia mengaku bukan menyebut Vinicius sebagai "monyet" melainkan "gay". Meski begitu, kasus ini masih terus diselidiki dan UEFA menyatakan Prestianni tak bisa main sepanjang prosesnya berjalan.
1. Skorsingnya bersifat sementara
UEFA menegaskan skorsing yang diberikan kepada Prestianni bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi penuh atas dugaan rasisme. UEFA menyebut keputusan ini sebagai penerapan awal regulasi Pasal 14 untuk memastikan proses berjalan adil dan transparan.
Dalam pernyataannya, UEFA menjelaskan, langkah ini tidak memengaruhi keputusan akhir yang dapat berubah setelah bukti lengkap diserahkan. UEFA menyampaikan, informasi lebih lanjut akan diberikan dalam waktu dekat untuk menjaga akuntabilitas proses disipliner. Meski begitu, Prestianni masih berpotensi menerima skorsing hingga 10 pertandingan jika dinyatakan bersalah.
"Ini tanpa mengurangi keputusan apa pun dari Komisi Disiplin UEFA setelah kesimpulan dari penyelidikan yang sedang berlangsung dan penyerahannya masing-masing kepada mereka. Informasi lebih lanjut tentang masalah ini akan tersedia pada waktunya," begitu pernyataan resmi UEFA.
2. Benfica sayangkan keputusan UEFA
Benfica menegaskan berada dalam barisan UEFA dalam upaya memerangi rasisme, karena memiliki sejarah panjang atas pemain berkulit hitam seperti Eusebio. Namun, mereka menyayangkan keputusan ini dan merasa dirugikan karena hasil investigasi belum keluar.
"Klub menyesali kehilangan pemain, sementara prosesnya masih dalam penyelidikan dan akan mengajukan banding atas keputusan UEFA, meskipun tenggat waktu yang dimaksud tidak mungkin memiliki efek praktis pada leg kedua play-off Liga Champions," tulis Benfica.
3. Benfica juga protes soal Valverde
Benfica sebenarnya juga protes ke UEFA soal aksi gelandang Madrid, Fede Valverde, dalam leg 1. Pada kesempatan itu, Benfica merasa pemainnya, Samuel Dahl, telah dipukul Valverde saat berduel.
As Aguias melansir, Benfica mengajukan protes ke Komisi DIsiplin UEFA atas tindakan Valverde. Namun, pada akhirnya UEFA menolak protes tersebut.
















