Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Pelatih di Piala Dunia 2026 yang Capai Final sebagai Pemain
ilustrasi trofi Piala Dunia (unsplash.com/fznsr_)
  • Nestor Lorenzo, eks bek Argentina finalis Piala Dunia 1990, kini membawa Kolombia kembali ke Piala Dunia 2026 setelah absen di edisi sebelumnya.
  • Didier Deschamps menjadi sosok langka yang menjuarai Piala Dunia sebagai kapten Prancis pada 1998 dan sebagai pelatih pada 2018.
  • Fabio Cannavaro, kapten Italia juara dunia 2006 sekaligus peraih Ballon d’Or tahun itu, kini melatih Uzbekistan untuk debut di Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Per 6 Mei 2026, 17 dari 42 peserta Piala Dunia 2026 dilatih oleh sosok yang pernah tampil di ajang sepak bola terbesar ini saat masih aktif sebagai pemain. Hebatnya, ada tiga orang yang bukan sekadar beraksi dalam kesempatan tersebut, melainkan mampu meraih prestasi tinggi. Sebab, mereka berhasil membantu negarannya menembus final. Siapa saja?

1. Nestor Lorenzo merupakan bek Argentina saat menjadi runner-up Piala Dunia 1990

Setelah absen pada 2022, Kolombia akhirnya kembali bermain di Piala Dunia pada 2026. Kesuksesan tersebut tidak terlepas karena peran sang pelatih, Nestor Lorenzo. Pria yang lahir di Argentina pada 28 Februari 1966 itu menukangi tim mulai 9 Juli 2022. Sebelumnya, Lorenzo pernah bertugas sebagai asisten pada 2012—2019.

Saat masih aktif sebagai pemain, Lorenzo tercatat mengoleksi 13 caps. Tiga di antaranya terukir di Piala Dunia 1990. Berposisi bek tengah, Lorenzo tampil penuh saat kalah 0-1 dari Kamerun pada laga fase grup pertama. Carlos Bilardo kemudian hanya memainkannya sebagai pengganti selama 12 menit ketika mereka menang 2-0 atas Uni Soviet.

Setelah itu, Lorenzo hanya duduk di bangku cadangan pada pertandingan fase grup terakhir, 16 besar, perempat final, dan semifinal. Bilardo lantas memasangnya kala berhadapan dengan Jerman pada final. Lorenzo bermain penuh sebagai wing-back. Sayangnya, Argentina kalah akibat gol tunggal Andres Brehme lewat tendangan penalti pada menit 85.

2. Didier Deschamps merupakan kapten Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998

Mario Zagallo berhasil menjadi juara Piala Dunia bersama Brasil sebagai pemain pada 1958 dan 1962 serta sebagai pelatih pada 1970. Franz Beckenbauer mengikuti jejaknya dengan membawa Jerman meraih trofi pada 1974 sebagai pemain dan pada 1990 sebagai pelatih. Didier Deschamps lantas menjadi orang ketiga yang melakukan pencapaian semacam itu.

Deschamps merupakan pelatih ketika Prancis menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya pada 2018. Sementara, saat mengangkat piala untuk pertama kalinya pada 1998, Deschamps merupakan kapten tim. Mantan gelandang bertahan ini hanya absen dalam kemenangan 2-1 atas Denmark pada laga fase grup terakhir. Aime Jacquet mengistirahatkannya karena mereka sudah lolos.

Sisanya, Deschamps tidak pernah tergantikan. Ia memimpin rekan setimnya dengan begitu lugas ketika mengalahkan Afrika Selatan 3-0, Arab Saudi 4-0, Paraguay 1-0 berkat golden goal Laurent Blanc pada menit 113, Italia lewat adu penalti, Kroasia 2-1, dan Brasil 3-0. Gelar juara makin istimewa karena mereka bertindak sebagai tuan rumah.

3. Fabio Cannavaro juga menjadi juara Piala Dunia pada 2006 sebagai kapten

Bersama Cape Verde, Curacao, dan Yordania, Uzbekistan merupakan tim debutan di Piala Dunia 2026. Namun, Uzbekistan akan mendapat suntikan pengalaman yang besar dari pelatihnya. Sebab, mereka diasuh Fabio Cannavaro, sosok yang bertindak sebagai kapten ketika Italia menjadi juara Piala Dunia 2006.

Cannavaro selalu bermain penuh dalam kompetisi yang berlangsung di Jerman ini. Mereka memulai perjuangan dengan kemenangan 2-0 atas Ghana dan menyudahinya dengan mengalahkan Prancis lewat adu penalti. Penampilan impresif bek tengah yang cuma memiliki tinggi 1,76 meter itu sampai membuatnya terpilih sebagai pemenang Ballon d’Or tahun yang sama.

Faktor tersebut pula yang membuat Federasi Sepak Bola Uzbekistan memilih Cannavaro untuk menggantikan Timur Kapadze pada 6 Oktober 2025. Meski Kapadze berperan besar dalam meloloskan tim, tetapi mereka sangat membutuhkan sosok yang lebih berpengalaman di kancah internasional. Cannavaro jelas memenuhinya, baik sebagai pelatih maupun pemain.

Piala Dunia 2026 merupakan Piala Dunia keempat Didier Deschamps sebagai pelatih. Sementara, bagi Nestor Lorenzo dan Fabio Cannavaro, ini merupakan kesempatan pertama. Lorenzo dan Cannavaro harus bisa mengikuti Deschamps yang berhasil memaksimalkan pengalamannya di ajang ini sebagai pemain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team