Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi logo Tottenham Hotspur
ilustrasi logo Tottenham Hotspur (unsplash.com/winstontjia)

Intinya sih...

  • Mauricio Pochettino dipecat karena performa buruk meski telah melatih lama

  • Tottenham Hotspur memecat Jose Mourinho sebelum final Piala Liga Inggris

  • Nuno Espirito Santo hanya bertahan 4 bulan sebagai pelatih Tottenham Hotspur

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tottenham Hotspur resmi memecat Thomas Frank sebagai pelatih pada 11 Februari 2026. Didepaknya juru taktik asal Denmark itu tidak terlepas dari serangkaian hasil buruk. Tim ibu kota terpuruk menempati posisi 16 pada klasemen English Premier League 2025/2026. 

Dalam sedekade terakhir, Spurs kerap bergonta-ganti pelatih. Selain karena performa buruk, beberapa nama dipecat karena ketidakcocokan dengan petinggi klub. Termasuk Thomas Frank, berikut enam pelatih yang dipecat Spurs dalam sedekade terakhir per Februari 2026. 

1. Mauricio Pochettino dipecat karena performa buruk meski telah melatih lama

Mauricio Pochettino merupakan pelatih yang lama menukangi Tottenham Hotspur. Arsitek asal Argentina ini berada di London selama 5,5 tahun pada 2014–2019. Meski musim sebelumnya mampu membawa tim kompetitif, performa mengecewakan pada paruh pertama 2019/2020 membuatnya didepak. Kala itu, Spurs mengawali musim dengan buruk hingga terjerembap di posisi 14 pada klasemen Premier League. 

Pemecatan tersebut terbilang mengejutkan. Meski terpuruk, Pochettino mampu membawa Spurs mencapai final Liga Champions Eropa pada 2018/2019. Sayangnya, performa itu tak bisa membuatnya bertahan lebih lama. Sebab penampilan buruk di Premier League, ia didepak oleh manajemen. Selama menangani Spurs, ia membawa tim kompetitif dalam 293 laga. Dari jumlah tersebut, ia membantu Spurs meraih 160 kemenangan, 60 keimbangan, dan 73 kekalahan.

2. Tottenham Hotspur memecat Jose Mourinho sebelum final Piala Liga Inggris

Sepeninggal Mauricio Pochettino, Tottenham Hotspur merekrut Jose Mourinho. Sebagai pelatih sarat pengalaman, manajemen berharap Spurs bisa kompetitif. Benar saja, juru taktik berpaspor Portugal ini bisa membawa Spurs bersaing di berbagai kompetisi. 

Nahasnya, Mourinho juga dipecat setelah 17 bulan berada di klub. Anehnya, Spurs mendepak sang pelatih sepekan sebelum partai final Piala Liga Inggris pada April 2021. Pemecatan ini menimbulkan banyak pertanyaan. Sebab, Mourinho sejatinya tidak buruk di kompetisi lain. Namun, manajemen memutuskan untuk memecatnya. Secara statistik, ia membantu Spurs mencatatkan 45 kemenangan, 17 keimbangan, dan 24 kekalahan dari 86 laga.  

3. Nuno Espirito Santo hanya bertahan 4 bulan sebagai pelatih Tottenham Hotspur

Nuno Espirito Santo direkrut Tottenham Hotspur pada musim panas 2021. Pelatih asal Portugal ini datang dengan profil mentereng. Selama 4 tahun di Wolverhampton Wanderers, ia membantu tim promosi ke Premier League hingga bisa mentas di Liga Europa. 

Sayangnya, karier Santo hanya bertahan selama 4 bulan di Spurs. Pada awal musim 2021/2022, Spurs mengalami performa buruk di berbagai ajang. Dari 17 laga, ia hanya bisa memberikan 9 kali menang dan 1 kali imbang. Sementara, tujuh laga sisanya berakhir dengan kekalahan. Dengan performa yang jauh dari harapan, Spurs memecatnya pada November 2021.

4. Antonio Conte juga tak terhindarkan dari pemecatan Tottenham Hotspur

Setelah awal musim 2021/2022 yang buruk bersama Nuno Espirito Santo, Tottenham Hotspur mendatangkan Antonio Conte. Sebagai pelatih dengan segudang pengalaman dan prestasi, manajemen memercayai sosok asal Italia ini. Terlebih lagi, ia juga pernah membawa Chelsea juara Premier League. Namun, Spurs lagi-lagi memecat sang pelatih setahun setelahnya.

Konflik internal membuat Conte dibebastugaskan. Ia mengkritik keras pemain yang kurang berusaha sekaligus para petinggi klub secara terbuka melalui konferensi pers. Akibat hal ini, ia mesti angkat kaki dari Spurs pada Maret 2023. Jika melihat performa, Spurs sejatinya kompetitif bersama Conte. Dari 76 laga, Spurs menang 41 kali, imbang 12 kali, dan kalah 23 kali.

5. Tottenham Hotspur mendepak Ange Postecoglou setelah menjuarai Liga Europa

Ange Postecoglou menjadi korban pemecatan Tottenham Hotspur pada musim panas 2025. Meski berhasil membawa Spurs buka puasa gelar setelah 17 tahun, ini tak berarti posisinya aman. Bahkan sekaliber trofi Liga Europa tak bisa menyelamatkan kariernya di klub London. 

Manajemen memecat Postecoglou karena penampilan buruk di Premier League 2024/2025. Maklum saja, saat itu Spurs finis di posisi 17. Ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah. Hasil ini yang membuat manajemen memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengannya.

6. Thomas Frank dipecat karena performa inkonsisten di Premier League

Thomas Frank merupakan pelatih teranyar yang harus angkat kaki dari Tottenham Hotspur. Datang pada musim panas 2025, juru taktik asal Denmark ini hanya bertahan selama 7 bulan. Performa buruk di Premier League 2025/2026 membuatnya dipecat. 

Sejatinya, Frank tampil menjanjikan pada awal musim. Spurs sempat bersaing di papan atas Premier League. Bahkan Spurs bisa lolos otomatis ke fase gugur Liga Champions. Namun, manajemen menilai performanya tidak cukup baik di liga. Spurs kini terpuruk di peringkat 16 dengan hanya mengoleksi 29 poin. Dari 27 laga Premier League, Spurs menderita 11 kekalahan. Frank hanya mampu membawa Spurs meraih 7 kali menang dan 8 kali imbang. 

Sederet nama di atas harus meletakkan jabatannya sebagai pelatih Spurs. Meski beberapa di antaranya mampu membawa tim kompetitif hingga juara, hal ini tak cukup bagi manajemen. Kini, Spurs tengah mencari pelatih di pasar transfer untuk mengarungi sisa musim 2025/2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team