Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Pemain Maroko Paling Subur di Liga Champions, Ada Hakimi!
ilustrasi bola berlogo UCL (unsplash.com/benjaminlehman)
  • Tiga pemain Maroko paling produktif di Liga Champions per Februari 2026 adalah Youssef En-Nesyri, Hakim Ziyech, dan Achraf Hakimi, masing-masing dengan total 10 gol.
  • En-Nesyri mencetak 10 gol dalam 20 laga bersama Sevilla, Ziyech mengoleksi 10 gol dari 45 penampilan untuk Ajax, Chelsea, dan Galatasaray.
  • Hakimi menorehkan 10 gol dalam 70 pertandingan bersama Real Madrid, Dortmund, Inter Milan, dan PSG serta berperan penting membawa PSG juara UCL musim 2024/2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak banyak pemain asal Maroko yang memiliki rekam jejak mentereng dalam sejarah Liga Champions Eropa (UCL). Namun, beberapa pesepak bola Maroko tampil impresif dan menjadi pilar penting bagi klubnya masing-masing kala bermain di UCL dalam 10 tahun terakhir. Sebagian dari mereka berhasil mencatat rekor terkait koleksi gol.

Uniknya, tidak semua dari pemain Maroko yang menorehkan catatan apik tersebut berposisi sebagai penyerang. Salah satunya bermain di posisi bek sayap. Berikut tiga pemain Maroko dengan koleksi gol terbanyak di UCL per 19 Februari 2026.

1. Youssef En-Nesyri mencetak 10 gol dalam 20 laga UCL bersama Sevilla

Youssef En-Nesyri bermain di Liga Champions selama membela Sevilla pada Januari 2020--Juli 2024. Ia mengantarkan Sevilla lolos ke UCL 2020/2021 berkat finis di peringkat ke-4 LaLiga Spanyol dan menjuarai Liga Europa (UEL) 2019/2020. En-Nesyri tampil fantastis dengan mencetak 6 gol dalam 8 laga UCL 2020/2021. Secara perinci, keenam gol tersebut tercipta lewat torehan brace sebanyak tiga kali.

Sayangnya, En-Nesyri tidak menorehkan gol dan hanya bermain dalam dua pertandingan UCL 2021/2022 akibat menderita cedera dan akumulasi kartu. Ia kemudian mencetak masing-masing dua gol pada UCL 2022/2023 dan 2023/2024. Secara keseluruhan, En-Nesyri mengoleksi 10 gol dalam 20 pertandingan UCL selama berseragam Sevilla. Ia memutuskan meninggalkan Sevilla dan bergabung dengan Fenerbahce pada Juli 2024.

2. Hakim Ziyech mencetak 10 gol dari 45 penampilan UCL bersama tiga klub berbeda

Hakim Ziyech mulai mencuri perhatian klub-klub top Eropa ketika tampil fantastis di Liga Champions 2018/2019 bersama Ajax Amsterdam. Ia menjadi bagian penting Ajax kala melaju sampai semifinal. Ziyech mencetak 3 gol dan assist dalam 11 pertandingan UCL 2018/2019. Salah satu penampilan terbaik Ziyech kalai ketika membobol gawang Real Madrid secara back to back dalam dua leg 16 besar. Sayangnya, ia gagal mengulangi pencapaian fantastis tersebut setelah gagal mengantarkan Ajax lolos ke 16 besar dan menetak 2 gol serta 5 assist dalam 6 laga UCL 2019/2020.

Ziyech kemudian menjadi pemain kunci di lini depan Chelsea ketika meraih gelar juara UCL 2020/2021. Ia menorehkan 2 gol dalam 10 laga UCL dari fase grup sampai final. Penampilan terakhir Ziyech di UCL terjadi ketika berseragam Galatasaray dengan menorehkan 2 gol serta 1 assist dalam 5 laga pada 2023/2024. Ia mencetak total 10 gol dan 11 assist dalam 45 pertandingan UCL selama membela Ajax, Chelsea, dan Galatasaray.

3. Achraf Hakimi menciptakan 10 gol dalam 70 pertandingan UCL per 19 Januari 2026

Achraf Hakimi mengawali kiprahnya di Liga Champions kala diorbitkan dari akademi ke tim utama Real Madrid pada 2017/2018. Ia menjadi bagian dari Real Madrid yang menjuarai UCL pada musim tersebut meski hanya tampil dalam dua laga. Performa Hakimi di UCL mulai mencuri perhatian ketika berseragam Borussia Dortmund pada 2018--2020. Ia menorehkan 4 gol dan 3 assist dalam 13 laga UCL bersama Die Borussen. Hakimi tidak menciptakan gol ketika tampil dalam lima laga UCL untuk Inter Milan pada 2020/2021.

Hakimi mulai bersinar di UCL secara konsisten kala bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada musim panas 2021. Ia menorehkan 6 gol dalam 50 pertandingan UCL selama membela Les Parisiens per 19 Feburari 2026. Hakimi menyamai pencapaian Ziyech dan En-Nesyri berkat torehan satu gol kala PSG menang 3-2 atas AS Monaco pada leg pertama playoff 16 besar UCL 2025/2026 pada 18 Februari 2026. Ia sendiri menjadi pilar penting PSG kala meraih gelar juara UCL untuk pertama kalinya pada 2024/2025.

Dari tiga pemain di atas, hanya En-Nesyri yang belum pernah mengantarkan Sevilla menjuarai UCL. Pencapaian terbaiknya ketika meraih gelar juara UEL sebanyak dua kali bersama Sevilla pada 2019/2020 dan 2022/2023. Sementara itu, Hakimi menunjukkan kualitasnya sebagai bek kanan dengan kemampuan komplit. Ia tidak hanya solid dalam menjaga lini pertahanan sisi kanan, tetapi punya insting tajam dalam mencetak gol. Hakimi masih berpeluang menambah koleksi gol dan menjadi pemain Maroko paling subur di UCL mengingat kariernya sebagai pesepak bola masih cukup panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team