Bursa transfer paruh musim Super League Indonesia 2025/2026 diwarnai dengan pergerakan agresif sejumlah klub untuk merombak komposisi pemain asing mereka. Persis Solo menjadi tim yang paling mencuri perhatian setelah mendatangkan gerbong pemain asal Serbia. Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak performa tim. Selain Persis, terdapat sejumlah klub lainnya yang menggunakan jasa pemain Serbia. Hingga 1 Februari 2026, berikut lima pemain Serbia yang berkiprah di Super League 2025/2026.
5 Pemain Serbia yang Berkiprah di Super League Indonesia 2025/2026

1. Luka Cumic diproyeksikan sebagai tandem Alex Tanque di lini depan PSM Makassar
Luka Cumic merupakan rekrutan anyar PSM Makassar pada Januari 2026. Pemain berusia 24 tahun tersebut baru pertama kali berkiprah di Indonesia. Cumic menghabiskan sebagian besar kariernya di klub lokal Serbia. Ia mempunyai prestasi mentereng dengan menjadi juara kasta kedua sepak bola Serbia pada 2024/2025.
Posisi utama Cumic adalah penyerang tengah. Dengan postur setinggi 190 sentimeter, ia dapat diandalkan dalam duel udara. Dirinya diproyeksikan sebagai tandem Alex Tanque di lini depan. Selama berkarier di level profesional, Cumic telah bermain dalam 188 pertandingan dengan mencetak 42 gol dan 17 assist.
2. Dusan Mijic menambah kedalaman di lini pertahanan Persis Solo
Dusan Mijic diperkenalkan sebagai pemain baru Persis Solo pada Januari 2026. Ia sudah tidak asing lagi dengan sepak bola Asia. Dirinya pernah berkiprah di Uzbekistan bersama Dinamo Samarqand dan FC Qizilqum. Ini menjadi modal bagi Mijic untuk beradaptasi dengan atmosfer Super League.
Kehadiran Mijic menambah kedalaman di lini pertahanan Persis. Pemain berusia 32 tahun tersebut dapat dimainkan di posisi bek kanan, bek tengah, dan bek kiri. Dalam waktu singkat, ia menjelma menjadi pilar utama bagi skuad Persis. Dalam dua laga yang telah dimainkan, Mijic selalu diturunkan sebagai starter dan tampil penuh selama 90 menit.
3. Miroslav Maricic diharapkan dapat memberikan kreativitas dalam skema serangan Persis Solo
Miroslav Maricic bergabung dengan Persis Solo pada Januari 2026. Pemain berusia 28 tahun ini terakhir kali bermain untuk klub kasta tertinggi Bosnia-Herzegovina, yaitu FK Radnik Bijeljina. Bersama klub tersebut, dirinya mencatatkan 41 penampilan dengan mengemas 3 gol dan 1 assist.
Maricic diharapkan dapat memberikan kreativitas dalam skema serangan Persis. Ia memiliki kemampuan untuk dimainkan di berbagai posisi di lini tengah. Sejauh ini, Maricic selalu dipercaya sebagai pilihan utama. Dirinya berperan sebagai gelandang serang dalam dua laga pertamanya membela Laskar Sambernyawa.
4. Vukasin Vranes menggeser posisi Muhammad Riyandi sebagai kiper utama
Selain Dusan Mijic dan Miroslav Maricic, pemain Serbia lainnya yang dimiliki Persis Solo adalah Vukasin Vranes. Ia juga didatangkan pada Januari 2026. Vranes menjadi tambahan amunisi di sektor pertahanan. Kiper berusia 28 tahun tersebut direkrut untuk menjadi palang pintu terakhir Laskar Sambernyawa.
Vranes menggeser posisi Muhammad Riyandi yang sebelumnya menjadi kiper utama. Hingga saat ini, ia telah mengawal mistar gawang Persis dalam dua pertandingan. Sayangnya, hasil yang diraih tidak berujung manis. Persis harus menelan dua kekalahan saat menghadapi Borneo FC dan Persib Bandung.
5. Aleksa Andrejic menjadi andalan di lini depan Persita Tangerang
Persita Tangerang merekrut Aleksa Andrejic pada Agustus 2025. Persita bukanlah klub Indonesia pertama bagi Andrejic. Sebelumnya, ia merupakan bagian dari skuad Adhyaksa FC pada 2024/2025.
Tidak butuh waktu lama, Andrejic langsung menjadi andalan di lini depan Pendekar Cisadane. Pemain berusia 33 tahun tersebut memiliki peran untuk menembus pertahanan lawan. Hingga saat ini, Andrejic telah bermain dalam 19 pertandingan Super League. Dari seluruh penampilan tersebut, ia berkontribusi dengan mencetak 6 gol dan 3 assist.
Banyaknya pemain asal Serbia yang hijrah ke Super League membuktikan bahwa kasta tertinggi sepak Indonesia semakin kompetitif dan menarik di mata pemain asing. Kehadiran mereka tidak hanya meningkatkan standar permainan, tetapi juga memberikan warna baru. Mampukah mereka menunjukkan performa maksimal bersama timnya masing-masing? Patut untuk kita nantikan!