Johan Manzambi menjadi salah satu personel Swiss yang paling bersinar di Piala Dunia 2026. Gelandang serang ini mengantongi tiga gol. Jumlah tersebut sekaligus menjadikannya sebagai pemain Swiss keenam yang mampu mencetak tiga gol dalam edisi Piala Dunia yang sama.
6 Pemain Swiss dengan 3 Gol dalam 1 Edisi Piala Dunia

1. Johan Manzambi menjadi top skor Swiss di Piala Dunia 2026 dengan tiga gol
Tiga gol yang dicetak Johan Manzambi menempatkannya sebagai top skor Swiss di Piala Dunia 2026. Pemain yang baru berusia 20 tahun ini menorehkan brace yang membantu menang 4-2 atas Bosnia dan Herzegovina pada laga kedua fase grup. Hebatnya, Manzambi mengukirnya sebagai pengganti.
Ia kemudian menyumbang satu gol kala mengalahkan Kanada 2-1 pada pertandingan terakhir fase grup. Manzambi mungkin saja menambah koleksinya tersebut andai tidak mengalami cedera. Kondisi tersebut sampai membuatnya absen pada 16 besar dan perempat final.
2. Xherdan Shaqiri mencetak hattrick saat melawan Honduras di Piala Dunia 2014
Xherdan Shaqiri bukan hanya mencetak 3 gol dalam 1 edisi Piala Dunia. Ia bahkan menorehkannya pada pertandingan yang sama alias hattrick. Shaqiri mengukirnya ketika berhadapan dengan Honduras pada pertandingan terakhir fase grup edisi 2014. Kontribusinya membuat Swiss menang 3-0.
Setelahnya, ada dua gol lain yang diciptakan Shaqiri untuk Swiss di Piala Dunia. Menariknya, keduanya terjadi melawan tim yang sama. Gelandang kidal ini membantu negaranya mengalahkan Serbia 2-1 pada fase grup edisi 2018 dan 3-2 pada babak yang sama pada 2022.
3. Josef Hugi mencetak 6 gol dan Robert Ballamann 4 gol di Piala Dunia 1954
Sebelum Xherdan Shaqiri pada 2014, terakhir kali terdapat pemain Swiss yang mampu mencetak tiga gol dalam edisi Piala Dunia yang sama adalah pada 1954 ketika mereka menjadi tuan rumah. Namun, pelakunya bukan hanya seorang, melainkan dua. Pasangan tersebut adalah Josef Hugi dan Robert Ballaman. Hugi menutup kompetisi dengan torehan 6 gol, sedangkan Ballaman mengemas 4 gol. Kontribusi mereka membantu Swiss melangkah sampai perempat final.
Keduanya sama-sama menyumbang satu gol saat mengalahkan Italia 2-1 pada partai pembuka. Swiss kemudian kalah 0-2 dari Inggris pada pertandingan kedua fase grup. Mereka lantas bertemu kembali Italia untuk memperebutkan satu tempat pada babak gugur. Swiss menang telak 4-1. Hugi mencetak brace dan Ballaman membuat satu gol. Perjalanan mereka akhirnya terhenti usai menyerah comeback 5-7 di hadapan Austria. Hugi mengukir hattrick dan Ballaman mengemas brace.
4. Trello Abegglen mencetak tiga gol di Piala Dunia 1938
Swiss terlibat di Piala Dunia 1938 yang digelar di Prancis. Mereka bertemu Jerman pada pertandingan pertama yang langsung memasuki babak 16 besar. Kedua tim imbang 1-1 selama 120 menit. Jerman unggul dulu lewat gol Josef Gauchel pada menit 23 dan Swiss menyamakan kedudukan melalui Trello Abegglen pada menit 43.
Mereka lantas menjalani partai ulangan. Swiss menang comeback 4-2. Tertinggal oleh gol Willi Hahnemann (9’) dan bunuh diri Ernst Lortscher (22’), Swiss menyamakan kedudukan lewat Eugen Walaschek (42’) dan Alfred Bickel (65’). Abegglen lantas memastikan kemenangan melalui brace-nya (76’, 79’). Swiss gugur usai kalah 0-2 dari Hungaria.
5. Leopold Kelholz menciptakan tiga gol di Piala Dunia 1934
Pemain Swiss pertama yang mencetak tiga gol dalam edisi Piala Dunia yang sama adalah Leopold Kelholz. Ia mencatatkannya pada keikutsertaan perdana tim nasionalnya di kompetisi ini pada 1934. Mereka melakoni dua laga melawan Belanda dan Republik Ceko.
Kelholz mencetak brace yang membantu Swiss menang 3-2 atas Belanda pada 16 besar. Mereka kemudian berjumpa Republik Ceko pada perempat final. Kelholz membawa Swiss unggul pada menit 18. Sayangnya, Republik Ceko comeback dan menang 3-2.
Ada tiga pemain lain yang mampu mencetak minimal tiga gol untuk Swiss di Piala Dunia. Mereka adalah Granit Xhaka (3 gol), Jacques Fatton (3 gol), dan Breel Embolo (4 gol). Namun, ketiganya memang tidak menciptkannya dalam edisi yang sama. Lantas, adakah yang mampu mengikuti pencapaian kelima sosok di atas pada edisi-edisi berikutnya?