Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sepak bola
ilustrasi sepak bola (unsplash.com/darrenng0213)

Serie A Italia menjadi destinasi menarik bagi talenta dari seluruh dunia, tidak terkecuali para pesepak bola asal Yunani. Banyak pemain dari Negeri Para Dewa yang mencoba peruntungan di kompetisi kasta tertinggi Italia. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menorehkan tinta emas dengan mencetak banyak gol. Berikut lima pemain Yunani dengan gol terbanyak di Serie A per 4 Februari 2026.

1. Zisis Vryzas (25 gol) menghabiskan sebagian besar kariernya di Italia dengan membela AC Perugia

Zisis Vryzas mengawali kiprahnya di Serie A bersama AC Perugia. Ia memperkuat klub tersebut selama 3,5 musim. Pada bursa transfer musim dingin 2004, Vryzas memutuskan untuk berlabuh ke klub Italia lainnya, yaitu Fiorentina. Biaya kepindahannya saat itu sebesar 2,5 juta euro atau Rp49,5 miliar.

Bersama Fiorentina, Vryzas tidak menjadi pilihan utama. Dirinya sempat dipinjamkan La Viola kepada Celta de Vigo pada 2004/2005. Selama merumput di Serie A, pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah ini membukukan 25 gol dari 107 penampilan. Torehan tersebut menjadikannya sebagai pemain Yunani dengan gol terbanyak di Serie A hingga saat ini.

2. Panagiotis Kone (14 gol) sering berpindah klub selama berkarier di Italia

Brescia menjadi klub Italia pertama bagi Panagiotis Kone. Ia diboyong dari POT Iraklis Thessaloniki pada musim panas 2010 dengan mahar 800 ribu euro atau Rp15,8 miliar. Selama berkarier di Italia, Kone sering berpindah klub. Selain Brescia, dirinya juga pernah bermain untuk Bologna, Udinese, dan Fiorentina.

Posisi utama Kone adalah gelandang tengah. Namun, dirinya kerap membantu serangan saat dibutuhkan. Sepanjang kariernya, Kone telah bermain dalam 160 pertandingan Serie A. Dari seluruh penampilan tersebut, ia mampu membukukan 14 gol dan 9 assist.

3. Anastasios Douvikas (10 gol) menjadi pilihan utama Como di lini depan

Como 1907 merekrut Anastasios Douvikas pada bursa transfer musim dingin 2025. Untuk mendatangkannya, klub berjuluk I Lariani tersebut harus mengeluarkan 14 juta euro atau Rp277 miliar. Sebagai penyerang tengah, Douvikas mempunyai catatan yang menjanjikan. Saat masih bermain untuk FC Utrecht, dirinya pernah menyabet gelar top skor Eredivisie Belanda 2022/2023 dengan torehan 19 gol.

Sejauh ini, Douvikas menjadi pilihan utama Como di lini depan. Pelatih Como, Cesc Fabregas, kerap menurunkannya sebagai starter. Pemain berusia 26 tahun tersebut telah mencatatkan 36 penampilan di Serie A dengan mengemas 10 gol dan 2 assist.

4. Charalampos Lykogiannis (9 gol) merupakan pemain pelapis di sektor bek kiri Bologna

Charalampos Lykogiannis menjalani musim perdananya di Serie A bersama Cagliari. Lykogiannis merupakan pilar penting bagi Cagliari dengan membukukan 109 penampilan di semua ajang. Setelah kontraknya habis pada musim panas 2022, pemain berusia 32 tahun tersebut memilih untuk hengkang ke Bologna.

Bersama Bologna, Lykogiannis menjadi pemain pelapis di sektor bek kiri. Meski demikian, dirinya turut membawa Bologna menjuarai Coppa Italia 2024/2025. Hingga saat ini, Lykogiannis telah tampil dalam 169 pertandingan Serie A dengan menorehkan 9 gol dan 12 assist.

5. Konstantinos Manolas (9 gol) merasakan gelar juara saat berseragam Napoli

Konstantinos Manolas merupakan pemain asal Yunani yang berposisi sebagai bek tengah. Dirinya pernah memperkuat tiga tim Italia, yaitu AS Roma, Napoli, dan Salernitana. Selama berkiprah di Serie A, Manolas membukukan 224 penampilan dengan mencetak 9 gol dan 6 assist.

AS Roma menjadi klub Serie A terlama yang diperkuat oleh Manolas. Ia bermain untuk I Giallorossi selama 5 musim. Namun, pemain berusia 34 tahun tersebut baru merasakan gelar juara di Italia saat berseragam Napoli dengan memenangkan Coppa Italia 2019/2020.

Para pemain Yunani di atas mampu mencatatkan banyak gol di Serie A. Anastasios Douvikas dan Konstantinos Manolas saat ini masih aktif bermain di Serie A 2025/2026. Mereka tentu masih memiliki kesempatan untuk menambah pundi-pundi golnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy