3 Eksekusi Penalti Gagal Nico Paz bersama Como per 2 Feburari 2026

Nico Paz menjadi salah satu bintang utama Como sejak mereka promosi kembali ke Serie A Italia pada 2024/2025. Bergabung dari Real Madrid pada awal musim tersebut, gelandang serang setinggi 1,86 meter ini begitu produktif sekaligus kreatif. Paz tercatat sudah mencetak 15 gol dan 15 assist dari 60 penampilan per 2 Februari 2026.
Namun, ada satu kekurangan yang begitu terlihat dari Paz. Itu adalah ketika penggawa Timnas Argentina yang lahir di Spanyol pada 8 September 2004 tersebut mengambil tendangan penalti. Pemakai nomor punggung 10 ini selalu gagal mencetak gol dalam tiga eksekusi yang sudah dilakukannya.
1. Eksekusi penalti Nico Paz digagalkan Wladimiro Falcone pada 30 Desember 2024
Nico Paz mendapat kesempatan pertamanya untuk mengambil penalti bersama Como pada 30 Desember 2024. Saat itu, mereka menjamu Lecce di Stadio Giuseppe Sinigaglia untuk melakoni pekan ke-18 Serie A 2024/2025. Como mendapat hadiah penalti pada menit 31. Federico Baschirotto melanggar Patrick Cutrone yang hendak menuntaskan bola rebound dari hasil tendangan jarak jauh Paz yang dimentahkan Wladimiro Falcone.
Paz pun maju sebagai algojo meski Cutrone yang membuat Como mendapat hadiah tersebut sekaligus berstatus kapten tim. Pemain yang saat itu masih memakai nomor punggung 79 tersebut menaruh bola menggunakan kaki kirinya ke tengah. Ia berhasil mengecoh Falcone yang bergerak ke kiri. Namun, Falcone mampu mencegah bola hasil eksekusi Paz itu masuk ke gawang menggunakan kaki kanannya.
Paz menembus kesalahannya saat babak kedua baru berjalan 4 menit. Ia menuntaskan umpan tarik dari Cutrone dengan sepakan kaki kiri pada sentuhan pertama dari luar kotak penalti. Bola sebetulnya melaju cukup pelan dan mendatar. Namun, Falcone gagal menjangkaunya. Como menutup pertandingan dengan skor 2-0 setelah Cutrone menambah gol pada menit 79. Paz tidak bermain penuh. Ia digantikan Simone Verdi pada menit 83.
2. Nico Paz mengemas brace, tapi gagal mencetak gol lewat tendangan penalti saat melawan Lazio pada 19 Januari 2026
Setelah 30 Desember 2024, Nico Paz baru kembali mengeksekusi penalti bersama Como pada 19 Januari 2026. Mereka bermain tandang di Olimpico melawan Lazio untuk menjalani pekan ke-21 Serie A 2025/2026. Como mendapat hadiah penalti pada menit 30 usai ayunan kaki Kenneth Taylor untuk membuang bola justru mengenai kaki Maxence Caqueret.
Seperti saat berhadapan dengan Lecce, Paz juga menjadi pemain yang menjalankan mandat meski di lapangan setidaknya ada Lucas Da Cunha. Kapten tim tersebut berhasil mencetak gol melalui tendangan penalti 16 hari sebelumnya. Paz pun kembali gagal menaruh bola ke gawang. Sepakan kencangnya ke kanan bisa dimentahkan Ivan Provedel.
Keputusan Paz untuk menjadi eksekutor tidak terlepas karena 11 menit sebelumnya ia menaklukkan Provedel lewat skema permainan terbuka. Paz bahkan membukukan brace usai menuntaskan umpan dari Martin Baturina pada menit 49. Nama terakhir membuka papan skor bagi Como pada menit kedua. Paz meninggalkan lapangan pada menit 81 untuk digantikan Anastasios Douvikas.
3. Como mendapat hadiah penalti pada akhir laga saat melawan Atalanta pada 1 Februari 2026, tapi Nico Paz gagal memaksimalkannya
Como menjamu Atalanta di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Minggu (1/2/2026) untuk menjalani pekan ke-23 Serie A 2025/2026. Mereka unggul jumlah pemain sejak menit kedelapan. Honest Ahanor mengantongi kartu merah akibat tindakan kasar kepada Maximo Perrone.
Mereka pun mendominasi total pertandingan. Como melepaskan 28 tembakan dengan expected goals sebesar 5,24. Namun, tidak ada satu pun yang berbuah gol. Perjuangan tersebut tampak bakal terbayar ketika mereka mendapat hadiah penalti pada menit 90+8.
Wasit Luca Pairetto menunjuk titik putih usai mengecek video assistant referee (VAR), Ia menyatakan Giorgio Scalvini melakukan handball. Sayangnya, eksekusi mendatar Nico Paz ke kiri bisa dibaca Marco Carnesecchi.
Cesc Fabregas ikut mengomentari kegagalan penalti teranyar Paz. Menurut pelatih asal Spanyol itu, Paz adalah seorang juara karena bersedia mengambil tanggung jawab. Namun, dengan tiga kesempatan yang tidak bisa dimaksimalkan per 2 Februari 2026, menarik untuk menantikan apakah Fabregas akan tetap memberikan kepercayaan kepada Paz.


















