Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Johan Cruyff Arena, markas Ajax Amsterdam
potret Johan Cruyff Arena, markas Ajax Amsterdam (unsplash.com/winstontjia)

Intinya sih...

  • Ivan Gabrich hanya bermain 11 pertandingan dan tidak memberikan kontribusi gol atau assist.

  • Gaston Sangoy tidak pernah mencatatkan penampilan di kompetisi resmi bersama Ajax.

  • Dario Cvitanich bermain untuk Ajax dalam 42 pertandingan dengan mengemas 13 gol dan 7 assist.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ajax Amsterdam dikenal sebagai klub yang memiliki sejarah panjang dengan talenta-talenta hebat asal Amerika Latin. Sejak 1990-an, aroma Argentina mulai mewarnai lini serang klub berjuluk De Godenzonen ini. Meskipun tidak semua nama tampil maksimal, kehadiran mereka selalu memberikan warna tersendiri. Berikut adalah deretan penyerang asal Negeri Tango yang tercatat pernah berseragam Ajax hingga 13 Februari 2026.

1. Ivan Gabrich diproyeksikan sebagai pengganti Nwankwo Kanu

Ivan Gabrich bergabung dengan Ajax Amsterdam pada musim panas 1996. Ia didatangkan dari CA Newell's Old Boys dengan biaya transfer 4,81 juta euro atau Rp96 miliar. De Godenzonen menjadi klub Belanda pertama yang diperkuat oleh Gabrich. Dirinya diproyeksikan sebagai pengganti Nwankwo Kanu yang hijrah ke Inter Milan.

Gabrich kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan Ajax. Pemain kelahiran 1972 tersebut hanya bermain dalam 11 pertandingan. Dari seluruh penampilan tersebut, dirinya tidak mampu memberikan kontribusi gol maupun assist. Pada akhirnya, Gabrich hanya memperkuat Ajax selama semusim sebelum dilepas secara permanen ke CP Merida.

2. Gaston Sangoy tidak mendapatkan tempat utama karena persaingan ketat di lini depan

Ajax Amsterdam mendatangkan Gaston Sangoy pada musim panas 2004. Saat itu, dirinya berstatus sebagai pemain pinjaman dari Boca Juniors. Sangoy merupakan pemain yang dapat ditempatkan di berbagai posisi di lini depan. Kehadiran Sangoy diharapkan dapat memberikan opsi penyerangan bagi De Godenzonen.

Persaingan ketat di lini depan Ajax membuat Sangoy tidak mendapatkan tempat utama. Saat itu, dirinya harus bersaing dengan pemain seperti Zlatan Ibrahimovic dan Wesley Snock. Bersama Ajax, Sangoy tidak pernah mencatatkan penampilan di kompetisi resmi. Setelah masa peminjamannya berakhir, Ajax memutuskan untuk tidak mempermanenkan sang pemain.

3. Dario Cvitanich lebih sering berperan sebagai pelapis

Dario Cvitanich diperkenalkan sebagai pemain baru Ajax Amsterdam pada musim panas 2008. Untuk menebusnya dari CA Banfield, Ajax harus mengeluarkan 7 juta euro atau Rp139 miliar. Sebagai penyerang, Cvitanich memiliki catatan mentereng. Dirinya pernah menyabet gelar top skor kasta tertinggi sepak bola Argentina pada 2007/2008 dengan torehan 13 gol.

Selama membela Ajax, Cvitanich lebih sering berperan sebagai pelapis. Pasalnya, posisi striker saat itu menjadi milik Luis Suarez. Cvitanich bermain untuk Ajax dalam 42 pertandingan dengan mengemas 13 gol dan 7 assist. Ia sempat dipinjamkan kepada sejumlah klub sebelum akhirnya dijual ke OGC Nice pada musim panas 2012.

4. Lucas Ocampos tidak pernah bermain penuh bersama Ajax

Ajax Amsterdam merekrut Lucas Ocampos pada musim panas 2022. Ia didatangkan dengan status pinjaman dari klub Spanyol, Sevilla. Biaya peminjamannya saat itu sebesar 4 juta euro atau Rp79 miliar. Pemain berusia 31 tahun tersebut diharapkan mampu mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Anthony.

Ocampos tidak menjadi pilihan utama di skuad Ajax. Ia sangat kesulitan mendapatkan menit bermain. Bahkan, dirinya tidak pernah tampil penuh. Selama berkostum De Godenzonen, Ocampos hanya menorehkan enam penampilan tanpa pernah membukukan gol dan assist.

5. Maher Carrizo diharapkan dapat menambah kekuatan di lini serang

Maher Carrizo merupakan rekrutan anyar Ajax Amsterdam pada jendela transfer musim dingin 2026. Ajax mendatangkan Carrizo setelah tampil mengesankan bersama Velez Sarsfield. Ia diboyong dengan biaya transfer 6 juta euro atau Rp119 miliar. Carrizo menandatangani kontrak berdurasi 4,5 musim yang berlaku hingga Juni 2030.

Carrizo diharapkan dapat menambah kekuatan di lini serang Ajax. Ia biasa beroperasi di sektor sayap kanan. Saat ini, Carrizo baru menginjak usia 19 tahun. Dengan usia yang masih muda, dirinya berpotensi untuk menjadi investasi jangka panjang bagi De Godenzonen.

Kehadiran Maher Carrizo membuka lembaran baru bagi tradisi pemain Argentina di Johan Cruyff Arena. Sebagai talenta muda terbaru yang mengisi pos penyerang, ekspektasi besar tentu mengiringi setiap langkahnya. Mampukah Carrizo melampaui pencapaian para pendahulunya? Patut untuk kita nantikan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team