Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City di Akhir Musim
Manajer Manchester City, Pep Guardiola (AFP / Darren Staples)
  • Pep Guardiola resmi mundur dari posisi manajer Manchester City setelah satu dekade memimpin, dengan laga terakhir melawan Bournemouth dan Aston Villa.
  • Selama masa kepemimpinannya sejak 2016, Guardiola mempersembahkan enam gelar Premier League, satu Liga Champions, serta berbagai trofi domestik lainnya.
  • Manchester City kini mencari pengganti, dengan Enzo Maresca disebut sebagai kandidat kuat berkat rekam jejaknya bersama klub dan pengalaman di Chelsea.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Akhir dari sebuah era. Ungkapan ini menghampiri Manchester City karena Pep Guardiola telah memutuskan mundur dari kursi manajer usai berkuasa selama satu dekade.

Dilansir Daily Mirror, Guardiola bakal cabut akhir pekan ini, setelah Premier League tuntas. Guardiola hengkang dari ManCity usai menemani tim saat berduel dengan Bournemouth dan Aston Villa.

1. Bisakah raih treble winners domestik di momen perpisahan?

Musim ini, Guardiola berhasil mempersembahkan titel Piala Liga dan Piala FA. Sebenarnya, masih ada peluang buat ManCity juara Premier League.

Namun, itu juga tergantung dari hasil duel Crystal Palace versus Arsenal di pekan pamungkas Premier League akhir pekan ini.

2. Guardiola sukses akhiri penantian ManCity

Guardiola sudah berkuasa di Etihad Stadium sejak 2016 silam. Selama menangani ManCity, Guardiola berhasil mempersembahkan enam titel Premier League dengan empat di antaranya diberikan secara beruntun.

Kemudian, Guardiola juga sudah mempersembahkan satu trofi Liga Champions, dilengkapi tiga Piala FA, lima Piala Liga, dan tiga Community Shields.

3. Maresca penggantinya?

Dengan kepergian Guardiola, ManCity otomatis harus segera mencari penggantinya. Enzo Maresca digadang-gadang jadi kandidat terkuat karena memiliki pengalaman bekerja di ManCity.

Selain itu, dia juga sudah terbukti mampu menciptakan transformasi di Chelsea, meski pada akhirnya dipecat karena adanya konflik internal.

Editorial Team