Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perjalanan Arsenal Menembus Final Liga Champions 2025/2026, Unbeaten!
ilustrasi jersey Arsenal (unsplash.com/whodunelson)
  • Arsenal menembus final Liga Champions 2025/2026 tanpa kekalahan, mencatat 12 kemenangan dan 2 hasil imbang sejak fase league phase hingga semifinal.
  • Perjalanan Arsenal dimulai dengan menyapu bersih delapan laga di league phase, lalu menyingkirkan Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atletico Madrid di fase gugur.
  • Final kali ini menjadi penampilan pertama Arsenal setelah 20 tahun, menghadapi PSG dengan modal pertahanan solid dan rekor unbeaten sepanjang turnamen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Arsenal berhasil mencapai babak final Liga Champions Eropa 2025/2026. Tim Meriam London ke partai puncak setelah menyingkirkan Atletico Madrid melalui kemenangan agregat 2-1. Kelolosan ini menandai kembalinya Arsenal ke final setelah 20 tahun pada 2006 lalu. 

Sejak awal kompetisi, Arsenal menjadi salah satu tim yang diwaspadai. Ini tidak terlepas dari konsistensi mereka pada musim sebelumnya. Sayangnya, mereka terhenti di semifinal. Musim ini, The Gunners tampil lebih baik hingga melangkah ke final. Lalu, seperti apa kiprah mereka? Begini perjalanan Arsenal dalam menembus final Liga Champions 2025/2026.

1. Arsenal finis sebagai pemuncak klasemen league phase setelah memenangi seluruh laga

Arsenal menunjukkan statusnya sebagai calon kuat juara sejak league phase. Dari delapan kali berlaga, Bukayo Saka dan kolega tanpa pernah menyentuh hasil imbang dan kekalahan. Tim Ibu Kota Inggris mampu menyapu bersih seluruh laga dengan torehan kemenangan. Konsistensi ini membawa mereka ke fase gugur sebagai pemuncak klasemen dengan 24 poin. 

Sederet kemenangan meyakinkan diperoleh Arsenal pada awal turnamen. Dalam empat laga pertama, Arsenal menang tanpa kebobolan. Arsenal menekuk Athletic Bilbao dan Olympiakos dengan skor 2-0. Setelah itu, mereka pesta empat gol ke gawang Atletico Madrid dan menang 3-0 atas Slavia Praha. Tantangan berat dihadapi Arsenal pada laga-laga akhir league phase. 

Arsenal bertemu dengan Bayern Munich pada laga kelima. Saat itu, kedua tim sama-sama belum terkalahkan. Namun, Arsenal bisa menumbangkan wakil Jerman ini dengan skor 3-1. Arsenal lalu menang 3-0 saat bertamu ke markas Club Brugge. Ujian kembali dihadapi ketika Arsenal bentrok kontra finalis musim sebelumnya, Inter Milan. Arsenal lagi-lagi membuktikan diri dengan mengalahkan Inter Milan 3-1 di hadapan pendukungnya. Arsenal akhirnya mengunci posisi teratas di league phase setelah menang 3-2 atas Kairat Almaty di Emirates Stadium.

2. Pada babak 16 besar, Arsenal susah payah menyingkirkan Bayer Leverkusen

Sebagai tim yang lolos di posisi teratas, Arsenal mendapatkan keuntungan undian lebih mudah. Arsenal bertemu Bayer Leverkusen pada babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Bayer Leverkusen lolos ke fase gugur setelah menang play-off dengan agregat 2-0 atas Olympiakos. 

Selain itu, Arsenal juga punya keuntungan lain pada fase gugur. Skuad besutan Mikel Arteta bisa bermain kandang pada leg kedua. Ini merupakan keuntungan besar bagi tim Meriam London. Adapun, leg pertama berlangsung di markas Bayer Leverkusen, BayArena, Jerman. 

Mentas di kandang Bayer Leverkusen menghadirkan kesulitan bagi Arsenal. Mereka hanya mampu pulang dengan hasil imbang 1-1. Sempat tertinggal melalui gol Robert Andrich, Arsenal memaksa laga berkesudahan imbang berkat gol penalti Kai Havertz pada pengujung laga.

Hasil imbang tersebut menjad evaluasi Arsenal untuk leg kedua. Bermain di Emirates Stadium, Arsenal tanpa kesulitan menumbangkan Bayer Leverkusen dengan skor 2-0 via gol Eberechi Eze dan Declan Rice. Arsenal melenggang ke perempat final berkat keunggulan agregat 3-1.

3. Arsenal mengalami kesulitan untuk mendepak Sporting CP pada perempat final

Arsenal kemudian ditantang Sporting CP pada perempat final Liga Champions 2025/2026. Di atas kertas, Arsenal jelas diunggulkan. Namun, Sporting bisa lolos setelah melakukan comeback atas Bodo/Glimt. Tertinggal 0-3 pada leg pertama, tim Portugal ini membalikkan keadaan melalui kemenangan 5-0. Sporting lolos ke perempat final berkat agregat 5-3. 

Benar saja, Arsenal mengalami kesulitan ketika bertemu. Pada leg pertama yang berlangsung di markas Sporting, Estadio Jose Alvalade, Arsenal harus menunggu jelang bubaran untuk memastikan kemenangan. Sporting memberikan perlawanan ketat kepada Arsenal di sepanjang permainan. Arsenal akhirnya bisa menang 1-0  karena gol Kai Havertz menit 90+1. 

Pada leg kedua di Emirates Stadium, Arsenal tetap kewalahan membongkar pertahanan Sporting. Bermain di kandang sendiri tak membuat Arsenal menang. Hasil imbang tanpa gol menghiasi akhir laga bagi kedua timi. Beruntungnya, Arsenal mampu menang pada leg pertama. Arsenal melaju ke semifinal berkat keunggulan agregat 1-0 atas Sporting. 

4. Arsenal lolos ke final setelah mengalahkan Atletico Madrid pada semifinal

Kesulitan Arsenal berlanjut pada semifinal Liga Champions 2025/2026. Setelah melewati adangan Sporting CP, Arsenal ditunggu Atletico Madrid. Tim Ibu Kota Spanyol secara mengejutkan menyingkirkan Barcelona melalui kemenangan agregat 3-2. 

Arsenal bertamu ke Riyadh Air Metropolitano pada leg pertama. Namun, Arsenal hanya mampu pulang dengan hasil imbang 1-1. Sejatinya, Arsenal unggul dahulu berkat gol Viktor Gyokeres. Namun, Arsenal mengalami kesulitan setelah mencetak gol. Atletico Madrid tampil agresif dengan melakukan gempuran. Pertahanan Arsenal akhirnya jebol melalui gol penalti Julian Alvarez. 

Tak ingin mengulangi kesalahan, Arsenal membenahi permainan pada leg kedua. Mentas di Emirates Stadium, Arsenal bermain lebih ofensif untuk mencari kemenangan. Meski Atletico Madrid tampil solid, Bukayo Saka mampu menjebol gawang tim tamu jelang jeda. Pada babak kedua, Arsenal tetap tampil mendominasi meski beberapa kali hampir kecolongan. Namun, mereka mampu mempertahankan keunggulan. Arsenal ke final setelah menang agregat 2-1. 

Secara performa keseluruhan, Arsenal gemilang di lini pertahanan hingga bisa tanpa terkalahkan untuk ke final. Dari 14 laga, Arsenal mampu menang 12 kali dan imbang 2 kali. Arsenal menggelontorkan 29 gol dan hanya kebobolan 6 kali dengan catatan 9 clean sheet. 

Dengan modal solid tersebut, Arsenal bakal menantang Paris Saint-Germain (PSG) di partai final. Sebagai juara bertahan, PSG jelas diunggulkan. Namun, Arsenal datang ke final dengan status unbeaten. Dengan perjalanan yang impresif untuk ke final Liga Champions 2025/2026, mampukah Arsenal merengkuh trofi Si Kuping Besar perdana dalam sejarah klub?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team