Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjalanan Luar Biasa Cape Verde di Piala Dunia 2026, 3 Raksasa Keteteran
Kiper Cape Verde, Vozinha, merayakan keberhasilan tahan imbang Spanyol (AFP / Roberto Schmidt)
  • Cape Verde mencatat sejarah sebagai negara terkecil pertama yang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Spanyol dan Uruguay di fase grup.
  • Meski akhirnya kalah 2-3 dari Argentina di babak 32 besar, Cape Verde menunjukkan permainan berani dan memaksa juara bertahan bermain hingga perpanjangan waktu.
  • Kiper sekaligus kapten Vozinha tampil gemilang dengan 18 penyelamatan, menjadi kiper ketiga terbanyak di turnamen dan sejajar dengan legenda seperti Peter Shilton serta Dino Zoff.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Cape Verde memang sudah tersingkir dari Piala Dunia 2026. Namun, kisah mereka bak dongeng yang berhasil memenangkan hati publik di seluruh dunia.

Berstatus sebagai salah satu negara terkecil di dunia, Cape Verde berhasil menciptakan sederet kejutan. Mereka tak terkalahkan sepanjang fase grup, dengan meraih hasil imbang tiga kali.

Tak main-main, karena dalam tiga hasil imbang yang diraih di fase grup, dua didapatkan dari raksasa dunia, Spanyol serta Uruguay. Bahkan, Cape Verde mampu memaksa Uruguay pulang lebih awal akibat kalah dalam persaingan peringkat tiga, dengan hanya meraih dua poin.

1. Jumpa Argentina, gak kalah dalam 90 menit

Lionel Messi di laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Cape Verde, Sabtu (4/7/2026). (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)

Hasil itu mengantarkan Cape Verde ke babak 32 besar. Dengan fakta itu, negara yang memiliki penduduk 572 ribu jiwa tersebut, atau seperempat dari Depok, mencatatkan sejarah. Mereka menjadi negara terkecil pertama yang lolos ke fase gugur Piala Dunia dalam format terbaru.

Meski begitu, Cape Verde tak ciut nyali. Di babak 32 besar, mereka dengan berani menantang juara bertahan, Argentina.

Tak menampilkan permainan yang bertahan, tapi Cape Verde mampu mengekspos kelemahan Argentina. Buktinya, Albiceleste dipaksa bermain hingga babak perpanjangan waktu, meski akhirnya Cape Verde kalah dengan skor 2-3.

"Tidak ada lawan yang mudah. Selamat buat Cape Verde. Saya akan berbicara kepada pemain tentang hal negatif yang didapat. Tapi kami akan menyingkirkan apa yang positif, agar tetap waspada," ujar pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dilansir ESPN.

2. Bahkan, juara dunia baru bisa menang dalam babak perpanjangan waktu

Squawka melansir, Argentina memang menjadi tim pertama yang mampu memberikan kekalahan kepada Cape Verde. Namun, mereka baru melakukannya di masa perpanjangan waktu.

Jika ditinjau dari laga selama 90 menit atau waktu normal, Cape Verde gak pernah kalah. Mereka mampu menahan Spanyol (peringkat 3 FIFA), Uruguay (peringkat 19 FIFA), dan Argentina (peringkat 2 FIFA).

Sepanjang perjalanannya di Piala Dunia, Cape Verde kebobolan lima kali dan mencetak empat gol ke gawang lawan.

3. Vozinha jadi sensasi di Cape Verde

Kiper Cape Verde, Vozinha, saat menyelamatkan gawangnya dari tandukan Mikel Oyarzabal di laga kontra Spanyol (AFP / Roberto Schmidt)

Pemain yang paling disorot tentunya adalah kiper sekaligus kapten, Vozinha. Dia menjadi kiper ketiga dengan penyelamatan terbanyak di Piala Dunia 2026, 18 kali.

Vozinha hanya kalah dari kiper Paraguay, Orlando Gill (19), dan penjaga gawang Curacao, Eloy Room (20). Tapi, Vozinha bisa sejajar dengan kiper sekelas Peter Shilton (Inggris) dan Dino Zoff (Italia).

Sebab, dia menjadi pemain berusia 40 tahun atau lebih yang bisa melakukan penyelamatan dua digit. Memang, catatan Shilton dan Zoff masih lebih banyak. Shilton melakukan 28 penyelamatan pada Piala Dunia 1990 silam, sedangkan Zoff sebanyak 27 kali di edisi 1982.

Editorial Team

Related Article