5 Pemain Belanda yang Bela Tottenham sebelum Jan Paul van Hecke

- Tottenham Hotspur resmi merekrut Jan Paul van Hecke dari Brighton senilai 60 juta euro pada musim panas 2026, menjadi pemain Belanda keenam yang bergabung dalam satu dekade terakhir.
- Lima pemain Belanda sebelumnya di Spurs mencatat hasil beragam: Janssen dan Danjuma gagal bersinar, Bergwijn tampil cukup baik, sementara Van de Ven dan Xavi Simons menunjukkan performa menjanjikan.
- Van de Ven menjadi andalan pertahanan dengan kontribusi besar hingga menjuarai Liga Europa 2024/2025, sedangkan Simons tampil impresif sebelum cedera ACL mengakhiri musimnya lebih cepat.
Tottenham Hotspur melakukan pembelian pertamanya pada musim panas 2026. Manajemen mengeluarkan dana untuk memboyong Jan Paul van Hecke. Ia ditebus dari Brighton & Hove Albion senilai 60 juta euro atau sekitar Rp1,22 triliun. Dalam sedekade terakhir, Spurs terbilang jarang merekrut pemain dari Belanda. Sebelum Van Hecke, hanya ada lima pemain yang pernah berkarier di London Utara. Seperti apa performanya?
1. Vincent Janssen tidak mampu tampil tajam di lini serangan
Vincent Janssen bergabung dengan Tottenham Hotspur pada musim panas 2016. Ia direkrut berkat performa apiknya di AZ Alkmaar. Manajemen lalu menebusnya 22 juta euro atau Rp450 miliar. Sayangnya, penampilannya di lini serangan tidak sesuai harapan.
Bertugas sebagai tandem Harry Kane, Janssen justru mengalami kesulitan. Musim debutnya pada 2016/2017, ia hanya memainkan 38 laga dengan 6 gol dan 4 assist. Setelah itu, ia dipinjamkan kepada Fenerbahce pada 2017/2018. Janssen kembali ke Spurs pada 2018/2019. Namun, ia hanya tampil tiga kali dan dijual kepada Monterrey pada musim panas 2019.
2. Steven Bergwijn diandalkan selama 2,5 musim berseragam Tottenham Hotspur
Pada Januari 2020, Tottenham Hotspur mendatangkan Steven Bergwijn dari PSV Eindhoven. Biaya transfernya mencapai 30 juta euro atau Rp614 miliar. Meski mampu diandalkan, kariernya hanya bertahan 2,5 musim di Tottenham Hotspur Stadium.
Selama masa singkatnya di Spurs, Bergwijn memainkan 83 laga di lintas ajang. Bertugas di lini serangan, ia tidak begitu produktif dengan hanya membukukan 8 gol dan 10 assist. Minimnya kontribusi ini membuatnya dilepas ke Ajax Amsterdam pada musim panas 2022.
3. Arnaut Danjuma hanya 6 bulan membela Tottenham Hotspur sebagai pemain pinjaman
Tottenham Hotspur merekrut Arnaut Danjuma pada Januari 2023. Kala itu, ia dipinjam dari Villarreal untuk menambah ketajaman lini serangan. Namun, performa kurang maksimal sebagai striker. Ini membuatnya tidak dipermanenkan pada musim panas 2023.
Danjuma diplot menjadi penyerang bersama Harry Kane. Tampil dalam 12 pertandingan, ia hanya mampu menghasilkan dua gol. Dengan penampilan yang tidak sesuai ekspektasi, Spurs urung menebusnya dan mengembalikan sang pemain setelah masa peminjaman berakhir.
4. Micky van de Ven hingga kini masih menjadi andalan di barisan pertahanan
Micky van de Ven merupakan sosok andalan Tottenham Hotspur. Sejak bergabung pada musim panas 2023 lalu, ia selalu dipercaya mengisi barisan pertahanan. Beroperasi sebagai bek tengah, ia sudah memainkan 96 laga dengan kontribusi 10 gol dan 3 assist.
Dengan konsistensi tersebut, tak heran Spurs rela menebusnya dari Wolfsburg seharga 40 juta euro atau Rp819 miliar. Kendati Spurs terpuruk di liga dalam 2 musim beruntun, ia membantu tim berprestasi. Van de Ven menjadi bagian penting Spurs menjuarai Liga Europa 2024/2025.
5. Xavi Simons menjalani debut menjanjikan meski musimnya berakhir cepat karena cedera
Tottenham Hotspur memecahkan rekor transfer pada musim panas 2025 lalu. Xavi Simons ditebus dari RB Leipzig senilai 65 juta euro atau Rp1,33 triliun. Performanya mengesankan dengan 5 gol dan 6 assist dari 41 penampilan di berbagai ajang.
Sayangnya, Simons mengakhiri musim 2025/2026 lebih cepat. Pada April 2026, ia menderita cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang membuat absen. Cedera ini juga membuatnya gagal membela Belanda di Piala Dunia 2026. Ia diprediksi pulih akhir 2026 hingga awal 2027.
Dari sederet pemain di atas, tidak semuanya tampil konsisten. Meski begitu, beberapa di antaranya mampu menunjukkan performa apik. Dengan pengalaman yang dimiliki Jan Paul van Hecke berpotensi langsung diandalkan. Terlebih lagi, a pernah bekerja sama dengan Roberto De Zerbi saat sama-sama masih di brighton. Patut dinantikan kiprahnya pada 2026/2027.


















