Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Persija Gagal Juara Super League Musim Ini, Tapi Punya Masa Depan
EPA Super League 2025/26 tuntas terlaksana. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Persija Jakarta gagal meraih gelar Super League 2025/26 setelah kalah bersaing dengan Persib dan Borneo FC, namun tim muda mereka tampil menonjol di ajang Elite Pro Academy.
  • Tim U-18 dan U-20 Persija sama-sama mencapai final EPA; U-18 kalah lewat adu penalti, sementara U-20 sukses juara usai menang tipis atas Malut United.
  • Berkat prestasi tim muda, Akademi Persija dinobatkan sebagai yang terbaik di EPA 2025/26, menegaskan fondasi kuat klub dan masa depan cerah bagi Macan Kemayoran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Persija kalah dan tidak bisa juara liga tahun ini. Mereka sedih karena Persib dan Borneo lebih bagus. Tapi anak-anak muda Persija main hebat sekali di turnamen EPA. Tim U-20 mereka menang, tim U-18 hampir menang juga. Akademi Persija jadi yang terbaik. Sekarang semua senang karena masa depan Persija kelihatan cerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun Persija gagal merebut gelar Super League musim ini, keberhasilan tim muda mereka di Elite Pro Academy menunjukkan fondasi yang kuat untuk masa depan klub. Dominasi di level U-18 dan U-20 serta penghargaan bagi akademi menandakan investasi jangka panjang yang mulai membuahkan hasil, memperlihatkan arah pembangunan yang berkesinambungan dan penuh potensi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Persija Jakarta dipastikan gagal juara Super League 2025/26. Namun, mereka tetap memiliki masa depan cerah. Para pemain muda mereka unjuk gigi di Elite Pro Academy (EPA) musim ini.

Tim 'Macan Kemayoran' dipastikan gagal juara Super League usai kalah saing dengan Persib dan Borneo FC musim ini. Tim senior mereka berduka, tetapi tim junior mereka menggila. Akademi mereka juga dapat penghargaan.

1. Persija U-20 dan U-18 tembus final EPA

EPA Super League 2025/26 tuntas terlaksana. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Dominasi Persija di EPA bisa terlihat dari torehan tim U-18 dan U-20 dalam ajang tersebut. Kedua tim Persija kelompok usia itu sukses menjejakkan kaki di final, tetapi menorehkan hasil akhir berbeda.

Persija U-18 harus kalah dari Malut United U-18 lewat adu penalti. Sementara Persija U-20, menghadapi Malut United U-20, sukses meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0 dan jadi juara.

2. Akademi Persija juga jadi yang terbaik

EPA Super League 2025/26 tuntas terlaksana. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Berkat keberhasilan tim U-18 dan U-20 ini, Akademi Persija dinobatkan sebagai yang terbaik di EPA Super League 2025/26. Status tersebut merupakan pengakuan jika Persija memiliki fondasi kuat di level akademi.

"Jadi akademi adalah tiang penyangga dari sebuah klub. Kalau akademinya bagus, klub juga akan menjadi bagus. Akademi adalah sebuah investasi jangka panjang," kata Direktur Akademi Persija, Ricky Nelson.

3. Masa depan Persija cerah

Persija lawan Persijap di Super League. (Dok. Persija)

Dengan ciamiknya akademi dan tim muda di EPA musim ini, Persija tak perlu khawatir kekurangan talenta. Anak-anak di tim muda ini harus terus mereka kawal, sehingga kelak bisa menjadi bagian dari tim utama Persija.

Persija memang tak juara Super League musim ini, tetapi dengan tim muda dan akademi yang ciamik, setidaknya itu adalah tanda bahwa mereka tak lupa akan masa depan. Mereka sadar pentingnya investasi.

Editorial Team