Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi suporter sepak bola
ilustrasi suporter sepak bola (IDN Times/Mardya Shakti)

Intinya sih...

  • Ibrahim Mbaye tampil apik bersama PSG U-19 dengan 13 gol dan 14 assist dalam 29 pertandingan serta membawa tim merebut gelar juara liga domestik selama 2 musim beruntun pada 2023–2025.

  • Mbaye telah meraih lima trofi di tim utama PSG, termasuk UCL, setelah menjadi bagian dari skuad senior pada musim panas 2025 dan turut berperan dalam kesuksesan PSG meraih treble winners sepanjang musim 2024/2025.

  • Ibrahim Mbaye membawa Senegal juara Piala Afrika 2025 di Maroko dengan mencetak 1 gol dan 2 assist dalam 6 pertandingan serta menjadi bagian penting dari keberhasilan negaranya di ajang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ibrahim Mbaye, pesepak bola muda asal Senegal, melewati masa remajanya dengan luar biasa. Dengan usai yang belum genap 18 tahun, ia telah memiliki sederet trofi bergengsi dalam koleksinya. Pencapain itu ia raih di level klub serta bersama negaranya.

Terbaru, pemain kelahiran 24 Januari 2008 itu berkontribusi dalam kesuksesan Senegal merebut gelar juara secara dramatis di Piala Afrika 2025. Di ajang itu, ia tak sekadar pelengkap di skuad Singa Teranga. Pemuda berpostur 1,75 meter itu beberapa kali diturunkan ketika tim membutuhkan sosok yang mampu menghadirkan perbedaan.

1. Ibrahim Mbaye tampil apik dan meraih prestasi bersama PSG U-19

Kemampuan apik Ibrahim Mbaye sebagai seorang penyerang telah terlihat sejak menjadi bagian dari tim junior Paris Saint-Germain (PSG). Ketika membela skuad U-19, ia menyita perhatian berkat kemampuannya menjebol gawang lawan. Dirinya mengoleksi 13 gol dan 14 assist dalam 29 pertandingan.

Kontribusi apik tersebut sukses membawa PSG U-19 merebut gelar juara liga domestik selama 2 musim beruntun pada 2023–2025. Performa apik Mbaye lantas membawanya ke skuad senior pada musim panas 2025. Les Parisiens mengikatnya kontrak professional berdurasi 3 musim hingga 2028 mendatang.

2. Ibrahim Mbaye telah meraih lima trofi di tim utama PSG, termasuk UCL

Ibrahim Mbaye memang baru sepenuhnya menjadi bagian dari skuad senior Paris Saint-Germain pada 2025/2026. Namun, ia telah melakoni debut untuk Les Parisiens pada musim sebelumnya, saat masih membela tim junior. Peluang menjadi bagian dari skuad PSG dalam beberapa laga pada 2024/2025 membuatnya berkesempatan meraih tiga trofi.

Mbaye tercatat turut berperan dalam kesuksesan PSG meraih treble winners sepanjang musim 2024/2025. Ia bahkan sempat mencetak gol di Ligue 1 Prancis dalam duel kontra Saint-Etienne pada 29 Maret 2025. Ia juga mencatatkan satu penampilan dalam perjalanan Les Parisiens menjuarai Coupe de France. Di sisi lain, ia berada di bangku cadangan PSG dalam beberapa laga di UEFA Champions League.

Koleksi trofi Mbaye bersama tim utama PSG bertambah meski musim 2025/2026 baru berjalan hingga pertengahan. Ia dimainkan selama 23 menit saat Les Parisiens meraih kemenangan atas Tottenham Hotspur pada laga penentuan UEFA Super Cup. Lalu, Pelatih Luis Enrique memasangnya di lini serang selama 30 menit saat PSG menang atas Flamengo pada laga penentuan di FIFA Intercontinental Cup.

3. Ibrahim Mbaye membawa Senegal juara Piala Afrika 2025 di Maroko

Progres menjanjikan di level klub membuat Ibrahim Mbaye dipanggil Tim Nasional Senegal untuk bertarung di Piala Afrika 2025. Ini sekaligus menjadi kompetisi resmi pertama yang ia ikuti bersama skuad senior sejak debut pada November 2025. Kepercayaan itu dijawab dengan performa mengesankan, mencetak 1 gol dan 2 assist dalam 6 pertandingan.

Salah satu assist Mbaye berperan menghindarkan Senegal dari kekalahan saat bertemu Kongo pada fase grup. Lalu, golnya berbuah kemenangan 3-1 saat melakoni duel dengan Sudan pada babak 16 besar. Menariknya, Pelatih Pape Thiaw menurunkannya selama 43 dalam laga penentuan menghadapi Maroko di final.

Dengan pencapaian tersebut, Ibrahim Mbaye layak disebut sebagai salah satu talenta paling menjanjikan yang dimiliki sepak bola Afrika saat ini. Pada usia yang bahkan belum genap 18 tahun, ia telah merasakan atmosfer laga-laga besar, mengoleksi trofi elite di level klub, serta menjadi bagian penting dari keberhasilan negaranya di ajang internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team