5 Top Skor Piala Afrika Terakhir yang Kalah di Final sebelum 2026

- Timnas Maroko kalah di final Piala Afrika 2025, meski Brahim Diaz menjadi top skor dengan lima gol.
- Roger Milla menjadi top skor dan pemain terbaik Piala Afrika 1986, tetapi Kamerun kalah di final.
- Benedict McCarthy juga kalah di final Piala Afrika 1998 meski meraih dua gelar individual sebagai top skor dan pemain terbaik.
Timnas Maroko gagal menjuarai Piala Afrika 2025. Mereka kalah 0-1 dari Senegal dalam laga final yang penuh drama. Maroko sebenarnya punya peluang emas merebut gelar juara saat mendapat hadiah penalti pada pengujung laga. Sayangnya, eksekusi panenka Brahim Diaz gagal total dan malah mempermalukan dirinya sendiri.
Brahim Diaz akhirnya tetap keluar sebagai top skor Piala Afrika 2025. Koleksi lima golnya tak terkejar pemain mana pun. Namun, kegagalan meraih gelar juara di depan mata tentu tetap menyakitkan. Diaz mengalami nasib serupa yang pernah menimpa lima top skor Piala Afrika berikut ini.
1. Roger Milla menjadi top skor sekaligus pemain terbaik Piala Afrika 1986, tetapi tidak juara
Pertama, ada Roger Milla, striker legendaris Kamerun. Milla tampil dalam 4 edisi Piala Afrika dan 3 kali membawa negaranya ke final. Dua di antaranya berbuah gelar juara, yaitu pada 1984 dan 1988. Sementara, final Piala Afrika 1986 gagal dimenangi meski itu adalah edisi tertajam Milla dengan empat gol.
Tak hanya menjadi top skor, Milla juga terpilih jadi pemain terbaik Piala Afrika 1986. Sayangnya, ia tak mampu mencetak gol di final melawan Mesir. Laga itu berujung 0-0 dan harus dituntaskan via adu penalti. Milla menjadi salah satu eksekutor Kamerun yang sukses, tetapi timnya tetap kalah 4-5.
2. Benedict McCarthy juga kalah di final Piala Afrika 1998 meski meraih dua gelar individual
Nasib Roger Milla di Piala Afrika 1986 menimpa Benedict McCarthy pada edisi 1998. McCharty saat itu tampil luar biasa bersama Afrika Selatan. Ia menjadi top skor dengan 7 gol, termasuk torehan 4 gol ke gawang Namibia pada fase grup. Hingga kini, McCarthy masih menjadi pemain terakhir yang membuat quattrick di Piala Afrika.
McCarthy juga membuat dua gol di semifinal yang meloloskan Afrika Selatan ke final. Sayangnya, ia tumpul di partai puncak dan gagal mencegah timnya kalah 0-2 dari Mesir. Meski demikian, McCarthy tetap terpilih jadi pemain terbaik Piala Afrika 1998.
3. Samuel Eto'o mencetak lima gol di fase grup Piala Afrika 2008 tetapi tumpul pada babak knockout
Berikutnya, ada Samuel Eto'o, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Afrika. Koleksi 18 gol Eto'o di Piala Afrika belum terkejar pemain mana pun. Eto'o pun pernah dua kali membawa Kamerun juara, tepatnya pada 2000 dan 2002. Namun, ia juga sempat merasakan kegagalan di final pada edisi 2008.
Eto'o saat itu tampil tajam pada fase grup dengan torehan 5 gol dalam 3 laga. Namun, ia justru tak mencetak gol pada babak knockout. Kamerun tetap melaju ke final tanpa gol Eto'o, tetapi urung juara usai ditumbangkan Mesir 0-1. Eto'o pun harus puas dengan hadiah hiburan berupa gelar top skor.
4. Didier Drogba gagal membawa Pantai Gading mengalahkan Zambia di final Piala Afrika 2012
Didier Drogba sang top skor sepanjang masa Timnas Pantai Gading juga ada di daftar ini. Drogba mencetak sebelas gol di Piala Afrika dan dua kali membawa negaranya ke final. Sayangnya, keduanya berakhir dengan kekalahan. Pada 2006, Pantai Gading kalah dari Mesir di final via adu penalti. Drogba bahkan menjadi salah satu eksekutor yang gagal.
Nasib yang lebih pahit dialami Drogba di final Piala Afrika 2012. Melawan Zambia, ia sempat gagal penalti pada menit 70 hingga Pantai Gading tertahan 0-0. Drogba menebusnya dengan mencetak gol pada babak adu penalti. Namun, Pantai Gading tetap kalah 7-8. Satu-satunya pelipur lara bagi Drogba adalah gelar top skor berkat torehan tiga gol.
5. Andre Ayew juga mengalami kekalahan adu penalti di final Piala Afrika 2015
Andre Ayew juga menjadi top skor Piala Afrika dengan tiga gol pada edisi 2015. Namun, ia pun gagal mengawinkannya dengan trofi juara. Gol-gol Ayew membawa Ghana melaju ke final menghadapi Pantai Gading. Laga sengit itu berakhir tanpa gol setelah 120 menit hingga harus berlanjut ke adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Andre Ayew menjadi penendang kelima Ghana dan sukses menjalankan tugas. Adu penalti terus belanjut hingga akhirnya kiper Ghana, Brimah Razak, gagal sebagai eksekutor kesebelas timnya. Boubacar Copa sang kiper Pantai Gading lalu berhasil mencetak gol dan memastikan kekalahan Ghana 8-9.
Sebelum Brahim Diaz, lima pemain di atas lebih dulu mengalami kekalahan di final Piala Afrika. Namun, gelar top skor yang mereka raih tetaplah prestasi yang patut diapresiasi. Diaz pun masih punya kesempatan menebus kegagalannya di Piala Afrika berikutnya.











