Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
pemain sepak bola
ilustrasi sepak bola (unsplash.com/Marcel Strauss)

Intinya sih...

  • Thomas Frank dipecat dari Tottenham Hotspur karena performa mengecewakan di EPL 2025/2026, meskipun lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa.

  • Xavi Simons (Rp1,2 triliun) belum memenuhi ekspektasi tinggi sebagai pembelian termahal Tottenham Hotspur di era Thomas Frank.

  • Mohammed Kudus (Rp1,1 triliun) masih pemulihan cedera hamstring dan telah mencetak 2 gol serta 5 assist bagi tim.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Thomas Frank dipecat dari posisi kepala pelatih Tottenham Hotspur per 11 Februari 2026. Ini tidak terlepas dari performa mengecewakan Cristian Romero dkk di English Premier League (EPL) 2025/2026. Namun, di sisi lain, mereka memperlihatkan performa positif dengan lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026.

Selama melatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank banyak merekrut pemain dengan sebagian di antaranya di harga lebih dari Rp600 miliar. Sayangnya, keberadaan mereka tidak membantu The Lilywhites kompetitif di EPL 2025/2026. Meskipun demikian, mereka telah mengemas gol atau assist bagi tim. Berikut statistiknya per 12 Februari 2026.

1. Xavi Simons (Rp1,2 triliun) belum memenuhi ekspektasi tinggi para pendukung

Xavi Simons menjadi pembelian termahal Tottenham Hotspur di era Thomas Frank. Gelandang serang asal Belanda itu didatangkan dari RB Leipzig dengan banderol mahal menyentuh Rp1,2 triliun. Ia setuju untuk menjalin kontrak hingga bursa transfer musim panas 2030 mendatang.

Xavi Simons belum tampil begitu memuaskan bersama Tottenham Hotspur pada 2025/2026. Pasalnya, ia baru dapat mencatatkan 1 gol dan 4 assist dari 20 penampilan di EPL. Ini statistik yang buruk bagi pemain berstatus termahal, meskipun sedang menjalani musim pertamanya.

2. Mohammed Kudus (Rp1,1 triliun) masih menjalani perawatan akibat cedera hamstring

Mohammed Kudus berpisah dengan West Ham United untuk menerima pinangan Tottenham Hotspur pada 10 Juli 2025. Ia dibajak dengan mahar fantastis senilai Rp1,1 triliun untuk kerja sama selama 6 musim. Ini menjadikannya penjualan termahal The Hammers pada 2025/2026.

Mohammed Kudus masih pemulihan cedera hamstring yang membuatnya sudah absen pada enam pertandingan di EPL 2025/2026. Kendati demikian, ia telah mencetak 2 gol dan 5 assist. Selain EPL, ia juga turut mencatatkan namanya di papan skor saat bermain di UCL 2025/2026.

3. Conor Gallagher (Rp695 miliar) selalu starter selama dilatih Thomas Frank

Conor Gallagher resmi merapat ke Tottenham Hotspur pada 14 Januari 2026. Ia direkrut dari Atletico Madrid dengan harga Rp695 miliar. Kepindahan ini menjadi momen pulang kampung ke Inggris setelah meninggalkan EPL untuk berkarier di LaLiga Spanyol sejak 21 Agustus 2024.

Conor Gallagher tidak butuh waktu lama untuk mencatatkan menit bermain di bawah asuhan Thomas Frank. Ini terlihat dengan selalu menjadi starter sejak pekan ke-22 EPL 2025/2026. Ia juga telah menyumbangkan satu assist, yakni saat harus berbagi poin dengan Manchester City.

4. Mathys Tel (Rp608 miliar) aktif menorehkan gol sejak berstatus pinjaman

Mathys Tel dipermanenkan oleh Tottenham Hotspur dari Bayern Munich pada 1 Juli 2025. Ia ditebus dengan biaya Rp608 miliar atau 3 kali lipat dari harga peminjaman. Keputusan ini tidak terlepas dari penampilan yang berhasil memikat perhatian selama bermain pada 2024/2025.

Mathys Tel masih konsisten menyarangkan gol bagi Tottenham Hotspur di EPL 2025/2026. Ia saat ini membukukan 3 gol dari 19 pertandingan. Hebatnya, ini melampaui catatan dua gol di EPL 2024/2025 dengan statusnya saat itu masih sebagai pemain pinjaman dari FC Hollywood.

Thomas Frank datang ke Tottenham Hotspur Stadium dengan ambisi besar. Ini terlihat dari upaya memperkuat kedalaman skuad melalui pembelian para pemain dengan harga mahal pada bursa transfer 2025/2026. Sayangnya, pelatih berusia 52 tahun tersebut tidak mampu untuk memaksimalkan potensi para pemainnya. Kegagalan ini membuatnya harus angkat koper lebih cepat dari rencana awal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team